Tren Berkain: Bukti Batik dapat Bertransformasi dan Eksis Seiring Perkembangan Zaman

Apresiasi – Batik merupakan warisan budaya turun-temurun yang secara historis telah dikenal sejak abad ke-17. Seiring berjalannya waktu, batik telah melewati berbagai tantangan zaman dan bertransformasi dalam mempertahankan eksistensinya. 

Tren berkain yang beberapa saat ini cukup ramai dilakukan, khususnya oleh kalangan muda, merupakan salah satu upaya agar batik tidak dengan mudahnya tergeser busana-busana modern. 

Berkain merupakan istilah dalam memadu-padankan kain batik atau jarik sebagai busana yang modis dan stylist. Jika biasanya kain batik hanya digunakan di acara-acara formal seperti pernikahan, tren berkain mengajak warga Indonesia untuk mulai menormalisasikan penggunaan batik sebagai busana nonformal atau kasual.

Masifnya kemajuan teknologi memudahkan penyebaran tren berkain di berbagai sosial media. Banyak penggunanya yang mengunggah kekreatifitasan mereka dalam mengaplikasikan kain batik sebagai busana sehari-hari dengan menyandingkannya dengan komponen-komponen modern. Misalnya menggunakan kain batik sebagai rok dan menggabungkannya dengan kemeja serta sepatu boots

Inovasi yang terus berkembang dari kalangan anak muda juga melahirkan ide untuk menjadikan kain batik sebagai atasan atau dress dengan teknik mengikat tanpa harus merombak kain batik itu sendiri. 

Keterampilan dalam mengikat kain batik juga semakin beragam dan menghasilkan bermacam model-model trendy yang digemari banyak kalangan. Dengan adanya tren berkain, batik dapat dilestarikan dan terus eksis digunakan, baik di acara formal maupun di keseharian. 

Jika berkain terus disuarakan dan dimasifkan, tren ini dapat menjadi media untuk mengenalkan batik ke mancanegara. Batik dapat dikenal sebagai busana atau kain yang timeless serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. 

Tidak sedikit pula para public figure, influencer, bahkan mahasiswa yang berkuliah di luar negeri menggunakan dan mengenalkan batik ini dengan cara berkain di berbagai acara formal atau nonformal. Dengan upaya ini, terbukti banyak warga asing yang tertarik untuk mencoba dan mengenakan kain batik. 

Oleh karena itu, sebagai kalangan muda Indonesia, kita harus bangga mengenakan dan mengenalkan batik, meskipun hanya dengan langkah kecil seperti berkain dalam acara-acara formal maupun nonformal. 

Selain sebagai upaya melestarikan dan menjaga eksistensi batik, berkain juga dapat mengasah kekreatifitasan dalam memadu-padankan busana agar terus selaras dan sejalan dengan tuntutan zaman. 

 

Penulis: Christini Letania Pratami

Editor: Fahrina Alya 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top