Sastra

Mengaku Manusia

Sastra – Langit berawan berhembus mesra menyapa titian setapak becek berlumpur. Hujan deras menderu semalam, meluluhlantakkan hamparan debu yang telah lama tertimbun. Sekuntum bunga mawar kemerahan indah menghasut cakrawala. Fajar menyingsing butakan benak ‘tuk sekadar memandang, terpaku pandangi secercah cahaya kemerahan yang perlahan meremediasi eksistensinya. Pikiranku kembali terguncang usai pemandangan eksotis kian sirna. Lautan kertas […]

Mengaku Manusia Read More »

Maafku Tak Pernah Elok

Penangkapan para simpatisan peristiwa Madiun (Sumber: historia.id) Sastra – Dogma partai merah makin mendominasi dalam pemerintahan era Sukarno. Perselisihannya dengan kelompok militer tak kunjung padam. Presiden yang kala itu tengah berusaha menyeimbangkan kekuatan serta loyalitas kedua kubu jatuh sakit. Hal tersebut menarik banyak perhatian dari partai berhaluan kiri, kekhawatiran mencuat akibat penyakit yang menyerang Bapak

Maafku Tak Pernah Elok Read More »

Nisan Diri

Ilustrasi Nisan, Kemiskinan dan Orasi (Sumber: Canva) Sastra – Dengarlah  bait-bait ini, Kalau ayahku tiada dan ibuku pergi/ maka kujerang luka untuk menggugat kepelikan hidup/ Seandainya nyawaku dipinjam merpati/ kubiarkan luka dan diri saling kecup/ DUA SETAN GAGAH ITU MENATAPKU DENGAN PENUH CELA dari balik tirai kehidupan. Memamerkan percakapannya dengan Tuhan yang penuh tuntutan dan

Nisan Diri Read More »

Wawancara Imajiner dengan Biru Laut

Ilustrasi Wawancara dengan Biru Laut di Kafe Samudera (Sumber: Manunggal) Sastra – Satu setengah tahun presiden negeri ini mencengkeram tahtanya dan ini kesepuluh kalinya gerakan besar turun ke jalan. Begitu besar namun tetap dituduh antek asing, dibayari, dan dianggap musuh negara. Bagaimana demokrasi tak kian melapuk, kalau demonstrasi dianggap sebagai pembangkangan? Massa mulai berkumpul dan gerbang-gerbang

Wawancara Imajiner dengan Biru Laut Read More »

Negara yang Tak Punya Telinga

Ironi ketimpangan di negeri ini ketika orang kelas atas tak biasa menyantap kudapan harian petani. (Sumber: Mojok.co)   Sastra – Malam ini aku memakan kudapan yang disediakan oleh Ibuku dengan sepenuh hati. Singkong rebus hasil Bapak berladang siang tadi kugigit dengan hati-hati karena suhunya yang masih panas baru keluar dari perebusan.  Di luar sana terdengar

Negara yang Tak Punya Telinga Read More »

Autumn Leaves

Penampakan Namsan Tower saat musim gugur di Seoul, Korea Selatan (Sumber: Traveloka.com)   Dan tunggulah aku di sana Memecahkan celengan rinduku Berboncengan denganmu Mengelilingi kota Menikmati surya perlahan menghilang Sastra – Aku terus menyenandungkan lagu “Celengan Rindu” milik Fiersa Besari seolah-olah lagu itulah yang menggambarkan perasaanku. Aku tak sabar menemuimu kembali setelah 3 bulan lamanya

Autumn Leaves Read More »

Scroll to Top