Mengaku Manusia
Sastra – Langit berawan berhembus mesra menyapa titian setapak becek berlumpur. Hujan deras menderu semalam, meluluhlantakkan hamparan debu yang telah lama tertimbun. Sekuntum bunga mawar kemerahan indah menghasut cakrawala. Fajar menyingsing butakan benak ‘tuk sekadar memandang, terpaku pandangi secercah cahaya kemerahan yang perlahan meremediasi eksistensinya. Pikiranku kembali terguncang usai pemandangan eksotis kian sirna. Lautan kertas […]