Hari Maritim Nasional: Wujudkan SDGs 14 Dengan Upaya Konservasi

Ilustrasi pelepasan tukik di laut (Sumber: jogja.tribunnews)

 

Apresiasi – Hari Maritim Nasional diperingati tiap tanggal 21 Agustus. Sebagai negara yang wilayahnya hampir 70% adalah lautan, tentu saja upaya pelestarian untuk menjaga ekosistem laut harus selalu dilakukan sebagai bentuk dukungan Indonesia dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 14.

SDGs merupakan sebuah tujuan global yang merancang pembangunan dan kesejahteraan manusia secara berkelanjutan. Adapun SDGs 14 yaitu adalah pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada sumber daya kelautan atau yang biasa dikenal “Life Below Water” atau “Kehidupan Bawah Air”. 

Dikutip dari SDGs Unair Center, SDGs ke-14 ini memiliki tujuan utama yaitu pelestarian keanekaragaman hayati laut, menjamin penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan, dan melakukan penanganan terhadap adanya masalah laut, baik polusi maupun penangkapan yang berlebihan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mewujudkan SDGs 14 ini adalah dengan melakukan konservasi. Konservasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan, antara lain yaitu perlindungan dan pengelolaan sumber daya. Perlindungan yang dilakukan kepada keanekaragaman hayati laut, salah satunya dengan menjaga habitat sumber daya, seperti hutan bakau, padang lamun, dan penyu. 

Perlindungan memiliki peran penting terhadap keberlangsungan kehidupan spesies laut. Pengelolaan sumber daya dilakukan salah satunya dengan menetapkan kuota penangkapan ikan dan melakukan perlindungan kepada spesies yang dilindungi atau yang terancam punah. Menurut Lomo et al. (2024), kuota penangkapan ikan dan alat tangkap yang digunakan perlu ditentukan agar ekosistem laut tidak rusak atau terganggu. Sehingga hal ini dapat membantu pemeliharaan ekosistem secara berkelanjutan.

Bukti konservasi dapat membantu terlaksananya SDGs 14 adalah banyaknya wilayah-wilayah konservasi yang telah dibangun dan dikelola di seluruh penjuru Indonesia. Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus bagi rakyat Indonesia untuk terus membantu dalam mewujudkan SDGs 14. 

Seperti halnya yang dilakukan oleh Kawasan Hutan Taman Nasional (TN) Meru Betiri yang memiliki wilayah Konservasi Penyu. Unit Konservasi Penyu di lokasi ini sangat cocok sebagai tempat peneluran alami bagi penyu karena memiliki topografi yang sesuai dengan habitat penyu. 

Dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jenis penyu terbanyak yang mendarat di Unit Konservasi Penyu Taman Nasional Meru Betiri adalah penyu hijau dengan presentase sebesar 95%.

Kegiatan Konservasi yang dilakukan oleh TN Meru Betiri terhadap penyu adalah dengan melakukan pengamanan telur-telur penyu di tempat penetasan semi alami serta melakukan pemeliharaan terhadap tukik dan nantinya akan dilepaskan kembali ke laut. Tidak hanya itu, TN Meru Betiri juga melakukan beberapa rangkaian kegiatan lain yang dapat mendukung pelestarian penyu, antara lain dengan patroli untuk mengamankan penyu, pendataan penyu, pembinaan habitat peneluran, hingga mewujudkan ekowisata dan pengadaan sarana prasarana pendukung pelestarian penyu.

Dengan adanya peringatan Hari Maritim Nasional ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat mulai memahami bahwa kehidupan dan ekosistem laut sangat memerlukan peran dari manusia untuk pemeliharaannya. Tidak hanya itu, adanya masalah laut yang terus-menerus hadir di masa ini membuat ekosistem laut lebih rentan terhadap kepunahan sehingga perwujudan pembangunan dan pelestarian berkelanjutan yang bersifat global harus terus dilakukan. Sudah seharusnya perwujudan SDGs ke-14 ini menjadi tanggung jawab kita semua.

 

Penulis: Mayllika Ardiva Pramesti

Editor: Hesti Dwi Arini 

 

Referensi: 

Muslimah, I. N. (2024, 2 April). Mengenal Lebih Dekat SDG 14: Jaga Ekosistem Laut Bersama. Diakses pada 2 Agustus 2023, dari https://sdgscenter.unair.ac.id/mengenal-lebih-dekat-sdg-14-jaga-ekosistem-laut-bersama/

Lomo, S., & Baeda, A. Y. (2024). Penerapan Sistem Informasi Geografis Dalam Penjagaan Morfologi Pesisir di Desa Bira Sebagai Wujud Sdgs Ke-14. Riset Sains dan Teknologi Kelautan, 41-45.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). KOSIK 6: Unit Konservasi Penyu Taman Nasional Meru Betiri. https://jasling.menlhk.go.id/berita-dan-artikel/artikel/unit-konservasi-penyu-taman-nasional-meru-betiri 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top