Undip Terbitkan Surat Edaran Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka (PTM)

Surat Edaran Nomor 22 tahun 2021 yang dikeluarkan Undip tentang Penyelenggaraan Uji Coba PTM. (Sumber: Undip)

 

Warta Utama – Senin (27/09), Undip secara resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mahasiswa program diploma dan sarjana. SE tersebut dikeluarkan berdasarkan SE dari Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 4 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran 2021/2022. 

 

Di dalam edaran tersebut memuat pernyataan bahwa kegiatan perkuliahan akan dilaksanakan dengan metode hybrid learning, yakni offline dan online. Undip memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih hendak mengikuti perkuliahan secara daring atau luring. Untuk mengikuti perkuliahan offline ‘luring’, terdapat beberapa persyaratan yang ditentukan oleh Undip dan harus dipenuhi oleh mahasiswa yang ingin mengikuti uji coba PTM, di antaranya, mahasiswa harus berasal dari sekitar wilayah Semarang Raya dengan status PPKM paling tinggi level 2. 

 

Selain itu, mahasiswa harus sudah mendapat vaksinasi lengkap 2 dosis, mendapat izin dari orang tua/wali (bagi mahasiswa yang berusia di bawah 21 tahun), membuat surat pernyataan kesediaan menanggung segala akibat dari kegiatan PTM, dan tidak lupa melakukan pendaftaran melalui aplikasi SIAP. 

 

Mahasiswa yang sudah mendaftar akan diseleksi terlebih dahulu oleh Fakultas/Sekolah sebelum disetujui sebagai peserta uji coba PTM. Bagi mahasiswa yang telah memenuhi syarat uji coba PTM, akan diberikan tanda masuk wilayah kampus. Tanda masuk ini harus diperlihatkan ketika akan mengikuti uji coba PTM. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tanda masuk tersebut. 

 

Selain menunjukkan tanda masuk, mahasiswa juga wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pembelajaran maksimal berlangsung hingga pukul 12.00 dan jumlah mahasiswa per kelas maksimal sebanyak 25% dari keseluruhannya. Masih banyak persyaratan lain dalam menjalani uji coba PTM ini, termasuk di antaranya keterangan mengenai penyediaan fasilitas dari fakultas/sekolah serta ketentuan mengenai dosen yang ditugaskan melaksanakan uji coba PTM. 

 

Apabila dalam pelaksanaannya ternyata ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19, maka PTM di fakultas/sekolah tersebut dapat dihentikan sementara. Begitu pula apabila terjadi peningkatan level status PPKM di kota Semarang, pelaksanaan uji coba PTM dapat dihentikan sampai ketentuan lebih lanjut. 

 

Penulis: Siti Latifatu

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top