Stres Melanda? Tenangkan Pikiran Anda dengan Coret-Coret melalui KENNES: Media Unik Cat Air dari Tulang Ayam

Cat air dari tulang ayam, produk PKM bidang Kewirausahaan Undip yang lolos pendanaan Dirjen Dikti Kemendikbud. (Sumber: dok. Pribadi)

Citizen Journalism – Pernahkan Anda merasa mood mudah sekali naik turun, gelisah, merasa takut tanpa alasan, linglung, mengalami gangguan tidur, atau tubuh sering berkeringat padahal tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali? Salah satu penyebab yang mungkin terjadi adalah stres. Stres menjadi salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri ketika seseorang mengalami tekanan, seperti hubungan interpersonal, keuangan, perkembangan, dan penyakit fisik. Sebetulnya, apa yang dimaksud dengan stres? Menurut Scott (2020), stres dapat didefinisikan sebagai segala jenis perubahan yang menyebabkan ketegangan fisik, emosional, atau psikologis. Stres merupakan respons tubuh terhadap segala hal yang membutuhkan perhatian atau tindakan.

Apakah Manajemen Stres Penting untuk Dilakukan?

Masalah gangguan kejiwaan di Indonesia masih menjadi prevalensi yang signifikan. Prevalensi gangguan kejiwaan yang terjadi pada penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami peningkatan dari 6% menjadi 9,8% (Kemenkes RI, 2018). Oleh karena itu, manajemen stres -sebagai masalah awal masalah kesehatan jiwa- penting untuk dilakukan agar tubuh tetap dalam keadaan sehat baik secara jasmani maupun rohani. Stres yang dibiarkan dapat mempengaruhi kondisi kognitif (masalah konsentrasi, gangguan mental), behavior (gangguan tidur, penggunaan obat-obatan terlarang, alkohol), emosional (depresi, merasa terisolasi, mudah marah), dan fisik seseorang (permasalahan jantung, mual, ansietas, sakit leher, dan punggung).

Manajemen Stres Melalui Terapi Seni Lukis

Seni tidak hanya berguna untuk memperlihatkan suatu estetika tetapi seni juga berperan dalam mempercepat perkembangan psikologi, kemampuan aktualisasi diri, serta sarana perenungan dan meditasi yang disebut sebagai terapi seni. Terapi seni menjadi salah satu media paling aman dalam memfasilitasi individu berkomunikasi melalui eksplorasi pikiran, persepsi, keyakinan, dan pengalaman terutama emosi yang digunakan sebagai bentuk refleksi akan perkembangan, kemampuan, kepribadian, ketertarikan, perhatian, dan konflik individu.

Melukis sebagai terapi didefinisikan sebagai bentuk pertahanan ego guna mencegah serta meredakan kecemasan melalui kegiatan yang dapat diterima masyarakat atau dikenal sublimasi. Sublimasi diartikan sebagai proses yang bersifat menyalurkan segala hal yang bersifat kejiwaan, seperti perasaan dan memori (melalui melukis, red). Menurut psikoanalis, proses ini dikenal dengan istilah katarsis yang dapat dijabarkan sebagai media untuk mencurahkan berbagai permasalahan serta konflik emosional dengan menyalurkan perasaan dan emosi non-verbal -seperti dalam menangani kasus stres anxiety (kecemasan), trauma, paranoid, skizofrenia, maupun kasus-kasus psikologis lain- melalui visualisasi yang dituangkan dalam kanvas. Terapi seni lukis terbukti mampu menurunkan angka depresi dan stres, beberapa penelitian telah dilakukan oleh Permatasari (2017), Mahardika (2017), dan Setiana.Wiyani & Erwanto (2017).

Kreativitas Mahasiswa Universitas Diponegoro

Dokumentasi setelah produksi cat air berbahan dasar tulang ayam dari tim PKM-K yang lolos pendanan Dirjen Dikti Kemendikbud. (Sumber: dok. Pribadi)

Lima orang mahasiswa Universitas Diponegoro, yakni Idha Arsila, Taufik Pradipta Adikusuma, Apriliana Widiastuti, dan Nur Laili Saroya dari program studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan juga Alina Maftucha dari program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro berhasil menciptakan produk baru cat air dengan memanfaatkan tulang ayam sebagai bahan bakunya. Ide kreativitas inovasi cat air ini telah mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kementrian Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan 2021 pada bulan Juni yang lalu.

Pemanfaatan limbah tulang ayam sebagai bahan dalam pembuatan cat air didasarkan pada bahan dari cat air itu sendiri, yakni pigmen warna, gom Arabic, aditif, dan pengawet. Pigmen berbentuk serbuk halus berwarna dalam bentuk inorganic sintetis yang menggabungkan senyawa kimia mentah dan bijih melalui proses pabrik. Serbuk halus dapat diperoleh dari olahan bahan (tulang ayam, red) yang dibentuk menjadi serbuk, yakni tepung melalui proses penghalusan dengan cara digiling. Hal ini berhubungan erat dengan karakteristik limbah tulang ayam yang seringkali dimanfaatkan sebagai pakan ternak dalam bentuk serbuk.

Tulang ayam memiliki warna dasar putih kekuningan akibat proses mineralisasi ketika pembentukannya. Warna putih merupakan salah satu golongan warna netral sehingga mudah dicampur dengan warna lain tanpa mengubah tingkat kepekatan warna aslinya. Tulang ayam normal memiliki kandungan kolagen sebanyak 15,8 – 32,8 % dan memiliki sifat pelekat. Selain itu, banyaknya limbah tulang ayam yang mencapai 336,18 kg per kapita dan tidak bernilai jual juga menjadi salah satu alasan pemanfaatan limbah tulang ayam menjadi bahan baku pembuatan cat air ini.

Keunggulan KENNES: Cat Air Tulang Ayam

Ditinjau dari bahan utama pembuatan, cat air ini terbuat dari bahan alami tepung tulang ayam yang tentu lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Limbah tulang ayam dapat dengan mudah ditemukan di warung kecil hingga restoran besar yang menyediakan olahan makanan dari daging ayam. Pemanfaatan tulang ayam tersebut mampu mengurangi jumlah limbah yang dapat mencemari lingkungan. Sedangkan bahan campuran lain dalam pembuatan cat air tulang ayam juga dengan mudah ditemukan di toko kimia baik secara konvensional maupun online.

Secara keseluruhan, bahan pembuatan cat air dapat mudah didapat serta memanfaatkan kondisi lingkungan dan sumber daya yang berada di masyarakat sekitar. Cat air ini tidak menggunakan bahan pigment dan extender dari minyak bumi yang biasanya ada dalam produk cat air pada umumnya. Oleh karena itu, cat air ini aman jika sampai tertelan ataupun mengenai bagian kulit yang sensitif pada tubuh pengguna serta dapat menjadi salah satu bentuk media meningkatkan self esteem dan mengatasi depresi termasuk stres.

Selain dapat digunakan sebagai media untuk mengatasi stres, cat air dari limbah tulang ayam juga memiliki harga yang cukup terjangkau yaitu Rp. 25.000,00/unit. Harga tersebut sudah dapat bersaing dengan produk lainnya dimana cat air dijual dengan harga berkisar Rp. 30.000,00/unit.

Cara Penggunaan Cat Air Tulang Ayam

Cara penggunaan cat air dari tulang ayam ini sangatlah mudah dan dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia termasuk anak-anak. Langkah pertama, basahi kuas terlebih dahulu dengan sedikit air. Tunggu sampai air meresap dan membasahi kuas. Langkah selanjutnya, oleskan kuas pada cat air kemudian aplikasikan ke media dimana lukisan akan dibuat. Jangan sentuh cat air yang masih dalam keadaan basah pada lukisan. Jika hendak menggunakan warna yang berbeda, usahakan untuk membersihkan kuas terlebih dahulu sebelum menggunakan kuas pada warna lain. Tunggu sampai cat air benar-benar kering. Hasil maksimal akan diperoleh jika lukisan sudah dalam keadaan kering. Selalu simpan produk cat air dari tulang ayam dalam keadaan kering dan tempatkan pada ruangan dengan suhu kamar.

Harapan dari Adanya Produk Cat Air Tulang Ayam

Adanya produk cat air tulang ayam diharapkan mampu menjadi salah satu produk cat air yang digemari masyarakat dan juga menjadi solusi media lukis yang dapat digunakan sebagai terapi seni untuk mengatasi stres. Pemanfaatan limbah tulang ayam sebagai bahan baku diharapkan mampu mengurangi jumlah limbah tulang ayam yang dapat mencemari lingkungan. Termanfaatkannya limbah tulang ayam menjadi sesuatu yang lebih bernilai ekonomi, diharapkan juga menjadi salah satu bentuk nyata mahasiswa sebagai agent of change melalui pengimplementasian daur ulang limbah (recycle) sehingga mampu mengurangi jumlah limbah. Selain itu, secara tidak langsung bentuk upaya meningkatkan kreativitas pengolahan limbah menjadi produk yang mampu bersaing di pasaran dan menciptakan produk yang mampu berkontribusi mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia yaitu gangguan stres sehingga dapat meningkatkan semangat jiwa professional-entrepreneur di kalangan mahasiswa.

 

REFERENSI

Burman, R & Goswami, T., 2018. A systematic literature review of work stres. International Journal of Management StudieS, 3(9): 112-132.

Firdaus, Y., 2020. Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan. URL https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/perbedaan-stres-dan- depresi-kecemasan/#gref (accessed 2.15.20).

Kartika., 2017. Pengaruh Pemberian Terapi Seni dengan Metode Menggambar Terhadap Penurunan Stres Kerja pada Mahasiswa yang Bekerja.

Kemenkes RI, 2020. Apa Saja Gejala Stres. URL p2ptm.kemenkes.go.id. Kemenkes RI, 2019. Infodatin : Situasi Kesehatan Jiwa di Indonesia.

Luthfi, M., Maliki. 2017. Bimbingan konselig berbasis Qurani dalam mengentaskan problematika stres. Al-Tazkiah, 6(2):111-129. Jurnal Edukasi, 2(2): 183-200.

Mahardika, B., 2017. Implementasi Metode Art Therapy dalam Mencerdaskan Emosional Siswa. utile J. Kependidikan 3, 114–125.

Marder, L., 2019. Types of watercolour paint and how it’s made. Diakses pada 20 Juni 2021, dari https://www.liveabout.com/types-of-watercolor-paint-4686969.

Musdalifah, S., 2016. Dekolagenasi Limbah Tulang Paha Ayam Broiler (Gallus domesticus) oleh Natrium Hidroksida (NaOH) untuk Penentuan Kadar Kalsium (Ca) dan Fosfat (PO4).

Musradinur., 2016. Stres dan cara mengatasinya dalam perspektif psikologi. Jurnal Edukasi, 2(2): 183-200.

Permatasari, A.E., Marat, S., Suparman, M.Y., 2017. Penerapan art therapy untuk menurunkan depresi pada lansia di Panti Werdha X. J. Muara Ilmu Sos. Humaniora, dan Seni 1, 116–126.

Pertiwi, E.M.P., 2017. Pengaruh Guided Imagery terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional pada Siswa SMP.

Rastati, R., 2008. Penggunaan Warna Maskulin dan Feminin pada Hadiah Ulang Tahun Anak-Anak Jepang. Universitas Indonesia.

Scott, E. 2020. What is stres? [Internet] Diakses pada 4 Juli 2020, dari https://www.verywellmind.com/stres-and-health-3145086.

Setiana, DGA., Wiyani, C & Erwanto, R., 2017. Pengaruh art therapy (terapi menggambar) terhadap stres pada lansia. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 13(2): 1-11.

Umaya, R., 2018. Kualitas dan kadar protein pakan ikan dari tepung tulang ayam dan tepung kiambang (lemna minor) [skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Penulis: Idha Arsila, mahasiswa prodi Keperawatan 2019

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *