Mengabdi di Kala Pandemi: Memberdayakan Ibu PKK dalam Mengolah Limbah Eceng Gondok dan Keong Mas Menjadi Pupuk Organik Cair

Sosialisasi pemberdayaan Ibu PKK dalam mengolah eceng gondok dan keong mas menjadi pupuk organik cair, Sabtu (26/6). (Sumber: dok. Pribadi)

Citizen Journalism – Terhitung sejak Maret 2020 hingga saat ini Indonesia menghadapi pandemi virus Corona. Berbagai aspek kehidupan dan kegiatan mulai berubah sehingga manusia dituntut untuk beradaptasi dengan pola kebiasaan baru. Adaptasi ini juga dialami oleh tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Diponegoro yang beranggota Muhimmatul Ifadah, Rafaella Chandraseta, Afni Harfina, dan Nabilatus Sunayya. Mahasiswa dari program studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) ini melaksanakan program pengabdian di Dusun Semen, Tuntang, Kabupaten Semarang.

 

Program pengabdian ini dirancang dengan melakukan pemberdayaan terhadap Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Semen dalam mengolah eceng gondok dan keong mas sebagai pupuk organik cair. Dua bahan tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair karena mempertimbangkan jumlahnya melimpah dan masih dianggap sebagai sampah yang tidak bermanfaat. Eceng gondok dapat diambil dari Rawa Pening sedangkan keong mas didapatkan dari lahan pertanian warga. Pupuk organik cair yang dibuat ini harapannya dapat digunakan sebagai pupuk dalam kegiatan pertanian masyarakat dan jika sudah berkembang dengan baik dapat dijual sehingga meningkatkan pendapatan.

 

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, dimulai dari kegiatan sosialisasi. Dalam kegiatan sosialisasi ini tim PKM-PM mengupayakan untuk membuka wawasan Ibu PKK dalam melihat suatu masalah menjadi peluang, salah satunya peluang dari pupuk organik cair yang akan dibuat oleh Ibu PKK. Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terutama Ibu PKK yang tampak antusias saat mengikuti kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Cloud Meetings.

 

Berbagai keterbatasan yang dialami oleh tim PKM-PM dalam menjalankan program pengabdian, seperti adanya peraturan PPKM, bukanlah menjadi suatu hambatan yang besar, melainkan dijadikan sebagai tantangan agar terus kreatif dan inovatif dalam menyampaikan seluruh rangkaian program kepada Ibu PKK. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya ialah memberikan video tutorial pembuatan pupuk sehingga Ibu PKK dapat membayangkan dan memiliki gambaran yang jelas terhadap kegiatan yang akan dilakukan.

 

Penulis: Rafaella Chandraseta Megananda, mahasiswa Prodi Teknologi Pangan

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *