Rokok dan Problematikanya

Pemaparan materi oleh dr. Adam Prabata mengenai bahaya rokok. (Sumber: Manunggal)

Warta UtamaWorld Health Organization (WHO) memperingati 31 Mei sebagai World No Tobacco Day atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia tiap tahunnya. Menindaklanjuti peringatan tersebut, Minggu (30/5), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro mengadakan webinar melalui kanal Youtube BEM FKM Undip dengan tema “The Art of safety and Healthy Environment on Campus with KTR”. Acara tersebut dihadiri oleh Adam Prabata, PhD Candidate in Medical Science at Kobe University; dan Manik Marganamahendra, Ketua BEM Universitas Indonesia tahun 2019.

Manik Marganamehendra dalam pemaparannya, menyampaikan berbagai tantangan untuk mengurangi aktivitas merokok di Indonesia. Pemerintah sudah membuat berbagai regulasi terkait kegiatan merokok, seperti Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Selain itu, berbagai instansi kesehatan nasional di Indonesia senantiasa menyosialisasikan mengenai gagasan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terhadap publik.

“Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, atau mempromosikan produk tembakau,” jelas Manik dalam pemaparannya.

Salah satu area KTR adalah sekolah atau institusi pendidikan. Namun, faktanya berbagai perusahaan rokok di Indonesia mengiklankan produk rokok di kawasan ini. Fenomena tersebut dibuktikan dengan studi tahun 2020 yang dilakukan oleh Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

“Pada tahun 2018 ada sekitar 3.453 periklanan dan 2.556 atau 74% di antaranya itu hanya berjarak 300 meter dari sekolah,” papar Manik.

Manik juga menyampaikan bahwa lingkungan sosial kerap menjadi penyebab seseorang menjadi seorang perokok tidak terkecuali di kalangan anak-anak. Anak-anak dapat tertarik untuk merokok karena mengikuti influencer yang menjadi idolanya. Kemudian, terkadang perusahaan-perusahaan rokok mengadakan berbagai acara untuk memperkenalkan rokok kepada anak muda.

“Mereka membuat konser yang seolah-olah..buat musik tapi di sisi lain mereka sedang melakukan promosi. Promosi yang mereka lakukan adalah untuk mendekatkan diri kepada anak-anak muda,” imbuh Manik.

Bahaya dan Kiat-kiat Berhenti Merokok

Data tahun 2018 dari Pusat Jaminan Kesehatan (PKJS) UI menyatakan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan perokok cenderung mengalami stunting.

“Kemungkinan, kalo misalnya kita bandingkan dengan presentase, stunting  pada anak ketika tinggal dengan keluarga perokok adalah lebih 5,5% dibanding anak-anak yang bukan perokok,” tambah Manik.

Bahaya merokok dipaparkan secara lebih mendetail di sesi kedua webinar oleh Adam Prabata. Beliau menyampaikan terdapat sekitar 7.357 bahan kimia yang terkandung di dalam rokok, 70 zat di antaranya terbukti merupakan penyebab kanker atau karsinogenik. Selain itu, ia menambahkan bahwa perokok aktif dan pasif terpapar dengan risiko kesehatan yang sama.

“Jadi, ketika kalian jadi perokok pasif itu kalian menghirup asap dengan zat kimia yang sama dengan prokok aktif. Jadi, dari WHO lebih dari 600 ribu orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya karena jadi perokok pasif,” papar Adam dalam penjelasannya di sesi kedua.

Mengingat berbagai bahaya yang dapat timbul karena merokok, Adam menyampaikan terdapat enam tahap untuk berhenti merokok. Langkah pertama adalah menentukan waktu untuk berhenti merokok.

“Jadi nggak bisa kita bilang ‘saya mau berhenti merokok’ pertanyaannya adalah kapan. Tentukan tanggal dan waktu kalian kapan mau berhenti merokok jadi mislnya tentuin dari  persekarang tanggal 30 Mei. Misalnya saya mau 1 Juni misalnya, yaudah per 1 Juni kalian berhenti merokok,” terang dr. Adam.

Kedua, ia menyarankan agar membuat catatan keuangan untuk membandingkan pengeluaran ketika rutin merokok dan berhenti merokok. Kemudian, menemukan alasan untuk berhenti merokok. Setelah itu, ketahui berbagai pemicu yang dapat menimbulkan keinginan untuk merokok

“Intinya ketika kalian tahu ada pemicunya segera lakukan hal yang lain yang bisa mendistraksi jangan sampai kalian merokok,” tutup Adam dalam penjelasannya.

Langkah yang selanjutnya adalah melawan keinginan untuk merokok. Adam mengetahui bahwa langkah ini kerap menjadi momok bagi orang yang ingin berhenti merokok. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memiliki dukungan untuk berhenti merokok. Jika seandainya kesulitan untuk  mencari dukungan di lingkungan keluarga maupun sosial, pemerintah menyediakan jasa konseling berhenti merokok melalui hotline dari Kemenkes di 0800-1777-6565.

 

Reporter: Muhammad Daffa Apriza

Penulis: Muhammad Daffa Apriza

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *