Ramah Difabel, FISIP Undip Membangun Lift

Proses pemasangan lift di antara gedung B dan C. (Sumber: Manunggal)

Warta Utama  – Isu terkait fasilitas yang ramah difabel menjadi sorotan utama dalam pembangunan di Indonesia. Adanya kesadaran penyetaraan dan penghilangan diskriminasi terhadap minoritas menjadi langkah awal untuk menggalakkan toleransi. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) akhirnya merealisasikan rencana jangka panjang untuk menyediakan fasilitas bagi seluruh masyarakat FISIP, dalam hal ini pembangunan lift.

“You have to learn about something what is called as human right. Tidak boleh ada seorang pun yang tidak mendapat pelayanan disini,ujar Ika Riswanti Putranti selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FISIP Undip, saat ditemui di ruang Dekanat, Kamis (11/2).

Lift yang berada di gedung A serta di antara gedung B dan C ini, nantinya akan dibuka untuk mahasiswa – tentu dibarengi regulasi. Bukan tanpa alasan, hal ini karena ruang dekanat dan ruang dosen berada di lantai dua, sehingga dosen akan lebih menyukai menggunakan tangga sebagai akses mobilisasi. Oleh karena itu, lift tersebut disediakan untuk aktivitas mobilisasi mahasiswa.

“Konsep kami di FISIP sebenarnya kenyamanan mahasiswa. Orang belajar itu harus aman, harus nyaman,” imbuhnya.

Sebanyak 1,5 miliar digelontorkan oleh pihak PTN-BH untuk pembangunan kali ini. Lift tersebut diperkirakan akan benar-benar selesai di awal bulan Maret 2021.

“November kemarin selesai karena kita cuma membeli mesinnya. Pemasangan beda lagi karena sumber dana juga berbeda,” imbuh Ika.

Penuh Filosofi, Ikon Fisip Akhirnya Dipindahkan

Selain membangun lift, FISIP juga membangun ruang start up, penghubung antara musala dengan gedung, juga melakukan penataan ulang terhadap halaman depan. Penataan tersebut berupa pengadaan kolam dan pemindahan patung Diponegoro yang selama  ini menjadi ikon di Fisip itu sendiri. Patung yang mulanya terletak di halaman depan fakultas, kini dipindahkan di depan gedung D yang letaknya berada di belakang.

Ruang start up di samping lapangan basket (kiri) dan kolam ikan di halaman FISIP Undip (kanan). (Sumber: Manunggal)

Pemindahan ini merupakan implementasi semiotik dari ajaran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, yang berbunyi Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan).

Patung Diponegoro terletak di depan gedung D FISIP Undip. (Sumber: Manunggal)

“Kita harus bisa memberikan pijakan falsafah tut wuri handayani, yang muda di depan,” pungkasnya.

 

Reporter : Tesalonika Jane, Faqih Himawan

Penulis : Eza Adeningtias, Aslamatur Rizqiyah

Editor : Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *