Hari Peduli Sampah Nasional: Indonesia di Bawah China sebagai Negara Penyumbang Sampah Terbesar Skala Dunia

Ilustrasi sampah plastik yang berpotensi menjadi predator bagi ikan di perairan, oleh Michael de Adder. (Sumber: Unggahan akun Instagram @surrealism.world)

Peristiwa – Sampah menjadi ‘sahabat’ untuk negara kita tercinta. Sudah bertahun-tahun kita dikelilingi oleh sampah yang menumpuk. Persoalan mengenai banyaknya populasi di Indonesia dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah menjadikan sampah sebagai ‘sahabat’ yang selalu kita temui

“Persoalan sampah di Indonesia belum selesai, bahkan cenderung makin kompleks dengan magnitude yang semakin besar,“ kata Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dikutip dari antarasnews.com (11/6/20).

Berdasarkan penelitian Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010, Indonesia memiliki populasi penduduk di pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Sekitar 0,48 – 1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut dapat mencemari lautan.

Jumlah Polusi Laut atas Sampah Plastik (juta ton/tahun)

China

3.53

Indonesia

1.29

Filipina

0.75

Vietnam

0.73

Sri Lanka

0.64

Thailand

0.41

 

Pencemaran plastik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Saat ini, industri minuman di Indonesia merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya paling pesat dan berpotensi menyumbang banyak sampah sekali pakai. Pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2% secara tahunan (YoY) , di bawah industri pakaian jadi.

Dampak kontaminasi sampah plastik terhadap kehidupan di perairan dapat bermacam-macam, tergantung dari ukuran sampah tersebut. Sampah plastik berukuran besar, seperti benang pancing; kantong plastik; dan jaring, sering kali menyebabkan hewan-hewan di perairan terbelit. Sedangkan sampah yang berukuran lebih kecil dapat tertelan oleh makhluk di perairan sehingga menyebabkan penyumbatan usus hingga berpotensi keracunan bahan kimia (Tankovic, M.S. et all. 2015).

Selain berdampak terhadap hewan, sampah plastik juga dapat mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang. Hal ini karena sampah berpotensi menutupi karang, sehingga cahaya sebagai suplai utama pertumbuhan karang akan berkurang. Sampah laut pun sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia, dari kontak langsung dengan benda benda tajam–seperti kaca pecah, logam berkarat, dan benda tajam lainnya yang ada di pantai ataupun di dasar perairan–hingga dampak mengonsumsi ikan yang keracunan bahan kimia.

Dengan melihat begitu banyak sampah yang menumpuk, kita sebagai generasi muda yang memiliki banyak akses untuk melihat jendela internet seharusnya mampu menangani sampah yang berserakan. Hal sederhana yang dapat kita lakukan ialah cukup membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah plastik, serta memulai untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Bukan waktunya kita untuk saling menyalahkan. Hari ini merupakan momen yang tepat untuk saling mengingatkan bahwa sampah bukan hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi dampak buruknya juga  dapat  mempengaruhi kesehatan manusia untuk masa kini dan mendatang.

 

Referensi :

Adharsyah, T. (21 Juli 2019). Sebegini Parah Ternyata Masalah Sampah Plastik di Indonesia. Diakses pada 19 Februari 2021, dari cnbcindonesia.com: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20190721140139-33-86420/sebegini-parah-ternyata-masalah-sampah-plastik-di-indonesia

Ersali, Azila Shafiya. (Mei 2020). Dampak Sampah Plastik Bagi EKosistem Laut Serta Bagaimana Cara Penanganannya. Diakses pada 20 Februari 2021, dari rancah.com: https://www.rancah.com/lingkungan/60087/dampak-sampah-plastik-bagi-ekosistem-laut-serta-bagaimana-penanganannya/amp/

Violetta, P. T. (9 Juni 2020). Menteri LHK Sebut Permasalahan Sampah Makin Kompleks. Diakses pada 19 Februari 2021, dari antaranews.com: https://www.google.com/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/1542496/menteri-lhk-sebut-permasalahan-sampah-makin-kompleks

 

Penulis : Jagad Febrian Putra mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2020

Editor : Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *