Indonesia di Balik Catatan 1 Juta Kasus Covid-19

Baju APD petugas pemakaman terlihat di samping makam penderita Covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (25/1). (Sumber: kompas.com)

Peristiwa ― Selama periode 11 bulan, Covid-19 menyebabkan distopia yang terus bereksistensi secara global, termasuk di Indonesia. Himbauan pemerintah bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan berdiam di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak menjadi tantangan tersendiri dalam beradaptasi terhadap perubahan sosial. Namun, hingga sekarang tampaknya intensitas pandemi masih saja meluas secara masif.

Tercatat per Selasa (26/1), penularan virus yang datang dari Provinsi Wuhan, Cina ini telah menginjak akumulasi sebanyak 1.012.350 kasus di Tanah Air sejak pertama kali dikonfirmasi pada 2 Maret 2020. Berdasarkan data Worldometers, rekor ini menempatkan Indonesia di urutan ke-19 kategori negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia sekaligus urutan ke-4 jika merujuk pada negara di kawasan Asia.

Dua Momen Penting di Balik 1 Juta Kasus COVID-19 Versi Menkes

Sempat mengguncang media dengan angka yang tergolong di luar batas wajar, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan dalam forum rapat terbatas, Selasa (26/1). Salah satu personel yang tersorot dalam forum tersebut adalah Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju reshuffle periode 2020-2024.

Melalui sebuah tayangan dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, Budi mengingatkan mengenai dua momen penting di balik angka Covid-19 yang tercatat melampaui 1 juta kasus dan harus disadari masyarakat Indonesia.

Pertama adalah saatnya Indonesia untuk berduka. Semakin meningkatnya kasus mengindikasikan semakin banyak pula penderita yang meninggal dunia. Bahkan, sudah lebih dari 600 tenaga kesehatan gugur dalam melawan pandemi.

“Mungkin sebagian dari keluarga dekat dan teman dekat sudah meninggalkan kita. Itu momen pertama yang harus kita lalui bahwa ada rasa duka yang mendalam dari pemerintah, dari seluruh rakyat Indonesia atas angka ini,” ucap Budi.

Kedua, Budi menegaskan bahwa kerja ekstra keras mesti terus dilanjutkan. Dengan cara demikian, pengorbanan yang sudah dilakukan para tenaga kesehatan tidak menjadi sia-sia. “Angka 1 juta ini memberikan satu indikasi bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bersama dengan pemerintah bekerja bersama untuk atasi pandemi ini dengan lebih keras lagi. Kita teruskan kerja keras kita,” tutup Budi.

Perubahan Strategi Presiden dengan Opsi Karantina Wilayah Terbatas

Dalam forum rapat terbatas mengenai faktor krusial lonjakan kasus Covid-19 yang telah melampaui angka 1 juta penderita, Presiden Joko Widodo secara langsung menginstruksikan karantina wilayah terbatas hingga lingkup RT dan RW kepada jajaran menteri terkait.

Menanggapi kebijakan presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengungkap bahwa Jokowi―sapaan akrab Presiden Joko Widodo―sedang merancang strategi perubahan dalam penanganan Covid-19 dengan langkah khusus berupa karantina wilayah terbatas sampai tingkat mikro di lingkup RT dan RW.

Melalui siaran video kepada awak media dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (27/1) Muhadjir juga menjelaskan bahwa karantina terbatas akan dilakukan untuk mendalami kasus yang ada di suatu wilayah dan memisahkan masyarakat yang positif Covid-19 dengan melakukan isolasi mandiri atau isolasi kolektif.

“(Teknisnya, red) kita akan terus atur. Sebetulnya Presiden sudah memesan agar sungguh-sungguh diterapkan karantina terbatas, kemudian isolasi mandiri, dan kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi kolektif secara terpusat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Muhadjir menegaskan bahwa perbaikan dan evaluasi di tingkat hulu harus terus dilakukan mengingat jumlah kasus yang terus melonjak saat ini. Karantina terbatas, tracing tracking testing (3T), protokol kesehatan 3M, dan pengobatan pada pasien terinfeksi merupakan program utama yang harus segera diintensifkan.

 

Referensi:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210126142245-20-598542/kasus-covid-19-indonesia-tembus-1-juta, diakses tanggal 3 Februari 2021

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5349301/tembus-1-juta-kasus-positif-ini-kilas-balik-11-bulan-covid-19-di-indonesia, diakes tanggal 3 Januari 2021

https://nasional.kompas.com/read/2021/01/27/06405851/1-juta-kasus-covid-19-dan-respons-pemerintah?page=all, diakses tanggal 3 November 2021

https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/27/073200865/tembus-1-juta-kasus-covid-19-bagaimana-posisi-indonesia-di-asia-?page=all, diakses tanggal 3 Februari 2021

https://nasional.kontan.co.id/news/kasus-corona-tembus-1-juta-jokowi-minta-karantina-wilayah-sampai-rtrw, diakses tanggal 3 November 2021

 

Reporter : Mirra Halizah

Penulis : Christian Noven

Editor : Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *