Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan Pertama, Dirjen Dikti: Sekaligus Belajar Kebudayaan Indonesia

Linimasa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021. (Sumber: YouTube KEMENDIKBUD RI)

Linimasa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021. (Sumber: YouTube KEMENDIKBUD RI)

Warta Utama – Senin (12/04), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem resmi luncurkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan pertama tahun 2021 melalui platform YouTube KEMENDIKBUD RI. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diwakili oleh Dwi Larso selaku Direktur Utama Beasiswa LPDP; Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam; dosen; jurnalis; serta mahasiswa seluruh Indonesia.

Nadiem dalam sambutannya mengatakan bahwa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tidak hanya berupaya untuk meningkatkan akademik, tetapi juga sikap toleran dan sikap sosial yang tinggi.

“Pendidikan Indonesia bertanggung jawab untuk mencetak penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap yang toleran sebagaimana tergambarkan dalam profil pelajar pancasila yang meliputi: beriman bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” jelas Nadiem dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar seluruh pimpinan perguruan tinggi mendukung sepenuhnya program tersebut dengan mendaftarkan kampusnya sebagai perguruan tinggi peserta. Tidak lupa imbauan juga ditujukan kepada para dosen untuk segera mendaftarkan mata kuliah terbaiknya sehingga dapat diikuti oleh seluruh mahasiwa Indonesia.

Dalam siaran langsung tersebut, diawali dengan penayangan video yang mendeskripsikan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka secara singkat. Di sana dijelaskan bahwa program ini digagas oleh Kemendikbud dengan didukung serta didanai langsung oleh LPDP, dan merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar agar lingkungan belajar lebih otonom dan efektif. Terdapat empat kebijakan pada program ini, yaitu: otonomi pembukaan program studi baru, proses re-akreditasi dilakukan secara otomatis dan sukarela, syarat untuk menjadi Perguruan Tinggi Negri-Berbadan Hukum (PTN-BH) dipermudah, serta hak belajar tiga semester di luar program studi dan perubahan definisi Sistem Kredit Semester (SKS).

Selain mengikuti perkuliahan dengan program studi yang ditawarkan oleh perguruan tinggi penerima, mahasiswa juga mendapatkan berbagai pengalaman, seperti: magang, volunteer, riset dan penelitian, serta proyek sosial.

Dirjen Dikti, Nizam pada sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya untuk membangun pendidikan dan kebudayaan para mahasiswa terhadap berbagai budaya tanah air.

“Kesempatan satu semester meninggalkan kampus memelajari keragaman, mendapat teman baru, saudara baru karena kekayaan Nusantara itu luas sekali. Itulah kebanggaan kita. itulah jati diri kita,” tegasnya.

Nizam juga menjelaskan bahwa peserta pada program ini tidak serta merta meninggalkan kewajibannya untuk belajar. Mereka tetap berkuliah seperti biasa, yakni mengambil mata kuliah kampus tempat tujuan pertukaran pelajar sebanyak 20 SKS. Program yang dapat diikuti oleh mahasiswa semester tiga hingga delapan ini membuka peluang pertukaran antara PTN dengan PTS, dan sebaliknya.

Program ini juga mempunyai modul yang dinamakan Modul Nusantara yang di dalamnya terdapat empat kegiatan pokok. Pertama merupakan kegiatan kebhinekaan dengan tujuan mengeksplorasi keberagaman. Nizam mencontohkan mahasiswa asal Sulawesi Utara yang mendapat kesempatan satu semester di Jogja dapat mempelajari wayang kulit, gamelan, memasak masakan khas Jogja, serta tarian-tarian daerahnya.

Kedua adalah kegiatan inspiratif,  yaitu diskusi bersama figur inspiratif daerah tujuan, entah budayawan, seniman, kaum intelektual, atau kepala daerah yang dapat menggugah empati serta spirit kebangsaan.  Ketiga adalah refleksi. Singkatnya, peserta yang mengikuti program ini akan diberi tugas meresume pengalaman-pengalaman yang telah didapat sehingga memberi dampaknya jangka panjang.

“Jadi ini memberikan impact lasting, impact yang berdampak jauh ke dalam perancangan masa depan adik-adik sekalian. Membuka wawasan dan peluang,” terang Nizam lagi.

Terakhir adalah kegiatan konstribusi sosial, seperti: bersih sungai, sosialisasi menghadapi pandemi, dan sebagainya sebagai wujud pengabdian masyarakat.

Mengenai mekanisme utama pelaksanaannya, mahasiswa melakukan perkenalan kebudayaan asalnya dan mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi penerima. Sebagai masukan, mahasiswa disarankan mengambil semua mata kuliah yang ditawarkan oleh perguruan tinggi penerima minimal 10 SKS. Akan tetapi, apabila masih ada mata kuliah wajib yang harus dituntaskan di perguruan tinggi asal, atau apabila mahasiswa tertarik untuk mengambil kuliah unggulan di perguruan tinggi lain, hal tersebut tetap dimungkinkan melalui pembelajaran secara daring.

Pendaftaran akan dibuka mulai 19–28 April mendatang, dilanjutkan dengan bimbingan teknis dosen, serta seleksi dan penempatan peserta. Sedangkan pelaksanaannya sendiri baru dimulai bulan Agustus 2021. Informasi mengenai pendaftaran dapat diakses melalui laman http://bit.ly/PertukaranMahasiswaMerdeka.

 

Reporter: Diana Putri

Penulis : Diana Putri

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *