Peringati Hari Kebebasan Pers Internasional, AJI Semarang Gelar Pameran Kartun

Pameran kartun yang terpampang di sekretariat AJI Semarang. (Sumber: semarangpos.com)

Warta Utama – Kebebasan pers nampaknya hanya menjadi slogan dan peringatan tahunan tiap 3 Mei. Buktinya, masih banyak kasus-kasus ancaman bahkan penganiayaan terhadap para jurnalis sebagai bentuk usaha pembungkaman. Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Abdul Manan mengatakan bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang kelam bagi pers di Indonesia. AJI Indonesia mencatat sebanyak 84 kasus kekerasan terhadap jurnalis selama periode 1 Januari-25 Desember 2020, dikutip dari merdeka.com (29/12/2020). Jumlah ini memasuki rekor kasus terbanyak sejak 2006 silam. Bahkan, motif kejahatan baru terhadap jurnalis kini telah ditemukan, yakni adanya doxing atau penyebarluasan data pribadi jurnalis di sosial media.

Baru-baru ini, jurnalis dari Tempo, Nurhadi menjadi salah satu korban penganiayaan bahkan ancaman pembunuhan ketika hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Kejadian tersebut lantas menarik perhatian dan menuai kecaman dari berbagai media dan jurnalis di Indonesia, terutama AJI. Oleh karena itu, sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap Nurhadi, AJI Semarang mengadakan pameran bertajuk “Press Freedom Cartoon Exhibition 2021”. Pameran tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati World Press Freedom Day (WPFD) 2021. Kegiatan teraebut merupakan pameran pertama dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional.

“Kalau pameran kebebasan pers sudah sering di beberapa negara. Cuma kalau di Indonesia yang digagas oleh AJI, mungkin ini yang pertama,” ujar Abdul Arif, Sekretaris AJI Semarang, saat diwawancarai awak Manunggal via WhatsApp (3/1).

Tidak tanggung-tanggung, acara ini melibatkan jaringan kartunis Internasional Gold Pencil Indonesia. Meskipun penerimaan karya dibuka hanya enam hari – 24-30 April 2021 melalui email dan publikasi di website kartunis – karya yang didapatkan sebanyak 649 dari 239 kartunis yang berasal dari 52 negara. Pameran kartun ini dapat diakses melalui laman https://www.ajisemarang.org/press-freedom-cartoon, atau dikunjungi langsung di sekretariat AJI Semarang, Jalan Nakula 2 No 5 Pendrikan Kidul, Kota Semarang. Pameran secara offline dibuka mulai 3 -9 Mei 2021 dengan pembatasan kuota dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Dikutip dari siaran press AJI Semarang, ada beberapa nama kartunis yang terlibat, yakni eks kartunis Kompas dan pendiri Gold Pencil, Jitet Kustiana; pengurus Federation of Cartoonist Organization (FECO), Bernard Bouton; Naji Benaji dari Marocco; Raed Khalil dari Syiria, dan lain-lain.

Meskipun tujuan awal pameran kartun ini sebagai peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional dan bentuk solidaritas terhadap jurnalis Nurhadi, pihak AJI tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak yang berniat “membawa pulang” kartun-kartun tersebut.

“Meskipun tujuan awal hanya ditujukan sebagai bentuk rasa solidaritas, pihak AJI Semarang mempersilakan apabila ada yang berminat untuk mengoleksi kartun tersebut. Nanti kita komunikasikan dengan kartunis bersangkutan,” pungkas Arif.

 

Reporter: Aslamatur Rizqiyah

Penulis: Aslamatur Rizqiyah

Editor: Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *