Kampus Mengajar di UPT SDN 064975 Medan, Mengajak Siswa Taati Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Praktik pembuatan handsanitizer bersama dengan siswa UPT SDN 064975 Medan. (Sumber: Dok. Pribadi)

Citizen Journalism –  Pelaksanaan kegiatan Kampus Mengajar di UPT SDN 064975 Medan terlaksana selama 3 bulan, yakni sejak Maret hingga Juni 2021. Tim Kampus Mengajar UPT SDN 064975 Medan berusaha merancang berbagai metode yang berguna untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, salah satunya ialah program praktikum sederhana dan sosialisasi guna meningkatkan kepekaan siswa terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Program yang dimaksud adalah pembuatan handsanitizer, sosialisasi penggunaan disinfektan, dan sosialiasi cara mencuci tangan sesuai anjuran WHO.

Dalam keberjalanannya Tim Kampus Mengajar UPT SDN 064975 Medan berupaya untuk menggunakan bahan yang mudah ditemukan dan juga menjelaskan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti para peserta didik. Selama berjalannya kegiatan antusiasme siswa sangatlah tinggi, dibuktikan dengan timbulnya pertanyaan pada setiap perlakuan pada pembuatan handsanitizer maupun penjelasan pada sosialisasi.

Selain itu, pembelajaran berbasis literasi dan numerasi seperti yang disampaikan pada pembekalan sebelum kegiatan haruslah diterapkan. Seluruh program yang dirancang juga harus memerhatikan indikator Problem Based Learning (PBL) yang dalam hal ini merujuk pada studi kasus peningkatan kepedulian peserta didik terhadap protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Peserta didik diminta untuk aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka diperbolehkan menuangkan langsung bahan-bahan pembuatan handsanitizer, seperti alkohol 70%. Siswa dapat melihat takaran berapa mililiter alkohol yang diperlukan dalam pembuatan handsanitizer melalui gelas ukur yang telah dipersiapkan. Di akhir percobaan, handsanitizer yang telah berhasil dibuat akan diberikan kepada pihak sekolah untuk dapat digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sosialisasi penggunaan disinfektan dan sosialisasi cuci tangan yang benar sesuai dengan standar WHO juga dinilai penting bagi para peserta didik agar mereka memahami dan menerapkan seperti apa yang sudah disosialisasikan. Penggunaan disinfektan seringkali disalahgunakan, misalnya menggunakan disinfektan langsung ke tubuh. Hal seperti inilah yang menjadi tujuan dari program ini agar tidak terulang. Masalah lain juga ditemukan dalam kaitannya praktik mencuci tangan yang pada umumnya peserta didik cenderung ingin cepat saja. Di dalam soisalisasi ini dijelaskan manfaat dari setiap proses mencuci tangan yang benar. Dengan begitu peserta didik tidak lagi tergesa-gesa dalam mencuci tangan.

Dengan keterbatasan fasilitas dan waktu yang diberikan, Tim Kampus Mengajar UPT SDN 064975 Medan dituntut harus bisa memberikan metode baru kepada peserta didik guna meningkatkan minat belajar dari para peserta didik.

Penulis: Rafly Aqsha Gultom, Mahasiswa Kimia 2018

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *