Gebrakan Bank Indonesia untuk Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah Indonesia

QRIS, metode pembayaran scan barcode yang kini memiliki jutaan pengguna. (Sumber: bsimobile.co.id)

Opini – Ekosistem ekonomi dan keuangan syariah kini sedang digencarkan dan dikembangkan di Indonesia. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi hal yang seharusnya dilakukan Indonesia, mengingat Indonesia sendiri memiliki potensi pasar yang sangat besar. Terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, terdapat beberapa “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan, salah satunya adalah peningkatan inklusi keuangan syariah.

Inklusi keuangan syariah sendiri merupakan ketersediaan akses pada berbagai produk, jasa, dan lembaga keuangan syariah untuk kebutuhan masyarakat. Singkatnya, inklusi keuangan syariah menjelaskan bagaimana masyarakat dapat mengakses suatu produk, jasa, dan lembaga keuangan syariah. Peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia menjadi sangat penting untuk saat ini karena tingkat inklusi keuangan syariah Indonesia yang sangat rendah jika dibandingkan dengan inklusi keuangan secara umum. Pada tahun 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa indeks inklusi keuangan syariah Indonesia hanya sebesar 9,1 persen dan kalah jauh jika dibandingan indeks inklusi keuangan nasional yang mencapai 76,19 persen. Sangat memprihatinkan melihat kondisi ini di mana Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran vital dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Peran ini sesuai dengan misi Bank Indonesia, yaitu turut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional hingga tingkat daerah. Senada dengan peran dan misi tersebut, Bank Indonesia telah melakukan gebrakan melalui berbagai inovasi keuangan maupun kegiatan-kegiatan dalam mendukung peningkatan inklusi keuangan syariah.

Salah satu inovasi keuangan yang kini terus digencarkan Bank Indonesia adalah penerapan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) atau QR Code standar nasional untuk pembayaran di seluruh Indonesia. Melalui QRIS ini, pelaku usaha atau merchant hanya perlu menyediakan satu QR Code saja yang sudah terintegrasi dengan berbagai alat pembayaran digital sehingga lebih efisien dan efektif penggunaannya. Saat ini QRIS telah digunakan di banyak tempat dengan jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai 6,5 juta pengguna dan didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) per tanggal 19 Maret 2021.

Selain telah digunakan oleh banyak merchant, QRIS juga dinilai efektif telah meningkatkan inklusi keuangan dengan diperolehnya penghargaan oleh Central Bank Publication dalam kategori inovasi sistem pembayaran pada tahun 2020. Melihat jangkauan dan efektivitas penggunaannya, layanan pembayaran digital syariah atau perbankan syariah dapat memanfaatkannya juga dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan syariah Indonesia. Pernyataan ini didukung dengan pendapat pengamat ekonomi syariah dari STEI SEBI Azis Setiawan yang menyatakan bahwa potensi QRIS sangat besar bagi perbankan syariah untuk melayani masyarakat dengan sistem pembayaran berbasis syariah.

Selain QRIS, Bank Indonesia juga mengadakan suatu kegiatan tahunan bertema ekonomi syariah, yaitu Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). ISEF merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia yang dimulai sejak tahun 2014 dengan tujuan mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Dalam ISEF, terdapat banyak agenda yang tidak hanya terkait keuangan syariah tetapi juga ekosistem dalam ekonomi syariah secara umum, seperti filantropi islam dan industri halal. Adanya ISEF menjadi sarana Bank Indonesia dalam memperkenalkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah secara luas, baik nasional hingga internasional.

Sebagai gelaran ekonomi syariah terbesar di Indonesia, ISEF dinilai cukup berhasil dalam upayanya meningkatkan inklusi keuangan syariah. Hal ini sesuai dengan data ISEF 2020 yang mencatatkan pengunjung sebanyak 431.000 orang dengan total transaksi mencapai Rp 5,03 Triliun. Jumlah yang pengunjung tersebut membuat literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia meningkat sehingga mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah Indonesia.

Melalui kedua inovasi dari Bank Indonesia tersebut, Bank Indonesia terus berupaya dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia sesuai dengan misi yang diembannya. Inklusi keuangan syariah menjadi penting dalam rangka memanfaatkan potensi besar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Potensi besar ini jika dapat dimanfaatkan dengan baik tentu dapat membuat Indonesia yang selama ini dianggap menjadi “raksasa tidur” dalam perekonomian syariah dunia dapat bangun dan berpeluang menjadi pusat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Selain itu, adanya nilai moral dan sosial dalam ekonomi syariah juga dapat menjadi solusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, gebrakan Bank Indonesia dalam upaya peningkatan inklusi keuangan syariah ini perlu didukung oleh seluruh pihak dan harus terus dievaluasi keberhasilannya sehingga cita-cita Indonesia dalam ekonomi dan keuangan syariah dapat tercapai.

()()

REFERENSI:

Catriana, E. (2021). BI: Merchant Pengguna QRIS Mencapai 6,5 Juta, Mayoritas UMKM. Kompas. https://money.kompas.com/read/2021/03/26/124442526/bi-merchant-pengguna-qris-mencapai-65-juta-mayoritas-umkm

Christiyaningsih. (2020). Pengamat: QRIS jadi Peluang Bank Syariah. Republika. https://www.republika.co.id/berita/q6vkv5459/pengamat-qris-jadi-peluang-bank-syariah

Faqir, A. Al. (2021). OJK: Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Indonesia Masih Rendah. Liputan6. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4480107/ojk-literasi-dan-inklusi-keuangan-syariah-di-indonesia-masih-rendah

ISEF. (2020). Tentang ISEF. https://isef.co.id/id/tentang-isef/

Jaramaya, R. (2016). ISEF Dorong Keuangan Syariah Inklusif. Republika. https://www.republika.co.id/berita/ofll4718/isef-dorong-keuangan-syariah-inklusif

Kompas. (2020). Dinilai Inovatif dan Tingkatkan Inklusi Keuangan, QRIS Raih Penghargaan Internasional Ini. Kompas.Com. https://biz.kompas.com/read/2020/11/05/203953728/dinilai-inovatif-dan-tingkatkan-inklusi-keuangan-qris-raih-penghargaan

 

Penulis: Rasikh Saifan Ahmad, mahasiswa prodi Ilmu Ekonomi 2019

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *