Week of Resistance: Perlawanan Virtual Hingga Turun ke Jalan

Aparat kepolisian menyita balon yang hendak diterbangkan oleh Aliansi BEM Semarang Raya. (Sumber: cnnindonesia.com)

Warta Utama – Pada 28 Juni hingga 5 Juli 2021 lalu, seluruh BEM di Undip menggelar Week of Resistance (WOR) yang berfungsi menyuarakan pendapat rakyat, khususnya suara mahasiswa terhadap 10 kelompok yang memiliki peran terhadap kontrol atas kekuasaan negara. Kelompok tersebut dianggap sebagai pengkhianat rakyat karena berani menindas dan menentang kedaulatan rakyat demi kelompok oligarki. Dalam unggahan akun Instagram @bemundip pada 30 Juni, beberapa kelompok yang termasuk dalam pengkhianat adalah aktivis pengkhianat, kelompok intelektual pengkhianat, pejabat korup, dan lain-lain.

Gerakan WOR sendiri dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang sedang terjadi di negara ini, mulai dari masalah pembungkaman akademik, pelemahan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan tindak represif aparat kepolisian. Dikutip dari postingan akun resmi BEM Undip, tiga isu utama yang diangkat oleh BEM dalam WOR ialah berkaitan dengan pemberangusan hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat, pelemahan KPK, serta urgensi pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat. WOR atau pekan perlawanan ini bukan terbatas dalam lingkup Undip saja, tetapi sudah masuk skala nasional.

“(Gerakan perlawanan ini, red) bukan cuma di Undip atau di Semarang, di daerah lain juga ada. Jadi, dalam pekan ini kita melawan segala hal yang memang perlu dilawan; dalam hal tatanan terendah sampai tertinggi, dari isu terdekat sampai isu nasional,” kata Fudhol dalam wawancara dengan reporter Manunggal, (2/7).

Melalui WOR, Fudhol mengajak para akademisi, khususnya mahasiswa Undip agar turut serta menyampaikan suara masing-masing dalam menanggapi permasalahan yang ada di Indonesia. Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh mahasiswa, khususnya BEM di Undip ialah dengan mengambil gambar yang berisi tuntutan dan diunggah menyertakan tagar #pekanmelawan, mengeluarkan pencerdasan dalam bentuk infografik, live instagram, hingga mengadakan webinar.

Aliansi BEM Semarang Raya Mengadakan Aksi di Dua Tempat Berbeda

Sebagai bentuk partisipasi dalam agenda WOR, mahasiswa Undip yang tergabung dalam Aliansi Suara Undip (ASU) melakukan aksi di gerbang Universitas Diponegoro pada 3 Juli 2021 lalu.

Aksi ini dilakukan dengan memasang spanduk dan poster di sekitar gerbang Universitas Diponegoro, tepatnya di seberang SPBU Undip. Aksi tersebut merupakan upaya untuk menyebarkan isu krusial yang sedang terjadi, baik di lingkup kampus hingga wilayah nasional.

Dilansir dari Press Release Aliansi Suara Undip, salah satu isu yang diangkat dalam aksi ini ialah isu soal kebebasan berpendapat yang telah diatur dalam UUD NRI 1945 Pasal 28E ayat (3) yang berisi, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Minggu (4/6) lalu, Aliansi BEM Semarang Raya kembali menggelar aksi di Tugu Muda dengan menerbangkan sejumlah balon berwarna merah yang diikatkan para selembar kain bertuliskan ‘Rezim Absurd’.  Namun, aksi ini dihentikan oleh pihak aparat sebab dilakukan dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

“Yang pertama, ini melanggar prokes. Yang kedua, ini masa PPKM Darurat. Kami sudah tidak bisa kompromi, tindakan tegas kita lakukan dengan membubarkan massa,” ucap Kabag Operasional Polrestabes Semarang, AKBP Recky Roberto, dilansir dari CNN Indonesia.

Aksi pekan melawan ini, menurut Izzatul Isma, Humas Aliansi BEM Semarang Raya, bertujuan untuk menyuarakan ekspresi mahasiswa terhadap pemerintah.

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia Isma menyatakan, “Aksi di Tugu Muda ini adalah ekspresi kami rekan-rekan mahasiswa dari BEM Semarang Raya untuk mengkritisi Pemerintahan Jokowi. Beliau-beliau ini yang di atas sana jangan hanya menjual omongan belaka, bohong terus dan tidak pernah berpihak ke rakyat.”

 

Reporter: Aslamatur Rizqiyah & Siti Latifatu

Penulis: Siti Latifatu

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *