Jadi Contact Tracker, Kemendikbud Buka Pendaftaran Relawan Covid-19 Nasional

Java Rizqi Ramadhan, mahasiswa FISIP UI yang menjadi relawan Covid sejak April 2020. (Sumber: ui.ac.id)

Warta Utama – Perguruan tinggi dan civitas academica selama ini telah banyak berkontribusi dalam membantu mengatasi pandemi Covid-19. Namun, mengingat pandemi yang belum berakhir, hendaknya kontribusi tersebut dapat dilanjutkan dan ditingkatkan. Panduan Kampus Siaga Covid-19 yang telah dibuat harus menjadi dasar yang kuat bagi civitas academica untuk selalu berkontribusi khususnya dalam menangani pandemi Covid-19.

Bermula dari kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat dari hari ke hari, menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat mengendalikan hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan aksi nyata dalam penanggulangan pandemi ini, baik dari kalangan masyarakat umum, juga masyarakat di dunia pendidikan. Kampus diharapkan dapat membantu secara aktif mengendalikan pandemi dengan fokus pada edukasi, pencegahan, hingga promosi kesehatan.

Kementrian Kesehatan bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuka pendaftaran Relawan Covid-19 Nasional. Pendaftaran relawan ini dibuka bagi para mahasiswa, khusunya mahasiswa kesehatan Indonesia yang siap untuk membantu menanggulangi ancaman virus Covid-19.

Menindaklanjuti program yang dikelola oleh Ditjen Dikti bekerja sama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), para mahasiswa Indonesia dan juga civitas academica lainnya diharapkan dapat berkontribusi secara khusus pada program Kampus Lacak Covid-19. Program ini akan menguatkan sistem 3T (testing, tracing, treatment).

Sosialisasi program ini telah dilakukan secara daring dengan turut mengundang perwakilan perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan dosen yang dilaksanakan pada 8 April 2021 pukul 13.00-14.00 WIB melalui Zoom Cloud Meetings dan YouTube live streaming.

“Saat ini, yang dibebankan untuk melaksanakan contact tracing adalah tenaga kesehatan di tingkat pratama atau puskesma. Tetapi, perlu ada dukungan dari mahasiswa terutama dari rumpun ilmu kesehatan untuk mendukung pelaksanaan contact tracing di Indonesia,” ujar Arif Djimbula, Sekretaris Jendral ISMKI 2021 pada sosialisasi program Kampus Lacak Covid-19, Kamis (8/5). dikutip dari channel YouTube Ditjen Dikti.

Pelatihan relawan contact tracer  dilakukan pada Sabtu dan Minggu, 24-25 April 2021 pukul 07.30 – 15.30. Para relawan diharapkan mengisi formulir konfirmasi pendaftaran terlebih dahulu yang akan digunakan untuk penjadwalan pelatihan dan pencantuman nama dalam sertifikat pelatihan.

Perlu diketahui, Program Kampus Lacak Covid-19 ini tidak mendapatkan insentif berupa uang sebab yang dibutuhkan ialah relawan. Tetapi, para relawan akan mendapatkan sertifikat dari Kemkes dan Kemdikbud beserta program dapat diubah menjadi SKS sesuai dengan ketentuan dari perguruan tinggi masing-masing dalam Program Merdeka Belajar.

 

Reporter: Rafika Immanuela

Penulis: Rafika Immanuela

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azzahro

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *