Food Truck Canggih ACT Dukung Percepatan Vaksinasi di Undip

Kegiatan ACT saat melakukan Operasi  Pangan Gratis di Sentra Vaksin Undip Pleburan. (Sumber: Dok. Pribadi)

Semarangan – Beberapa hari lalu, Auditorium Imam Bardjo Undip Pleburan diramaikan masyarakat yang menjadi peserta Vaksinasi tahap dua. Percepatan vaksinasi ini diselenggarakan oleh Hippindo, Kadin Jateng, dan Undip, mulai 25 Agustus hingga 12 September lalu.

 

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah, sebuah lembaga kemanusiaan, juga mendukung program vaksinasi pemerintah. Melalui program ACT Operasi Pangan Gratis, usai mendapatkan vaksin, peserta akan mendapatkan air minum wakaf gratis dan untuk warga pra sejahtera  juga akan diberikan beras wakaf gratis.

 

“Jadi memang ACT Jawa Tengah mendukung percepatan sentra vaksinasi di Undip Pleburan yang  bekerja sama dengan Kadin. Kami bagikan Air Minum Wakaf Gratis kemasan gelas atau AMWG dan juga beras wakaf gratis kemasan 3 kg untuk peserta vaksin, ” papar Wahyu Eko W, Marketing Communication  ACT Jawa Tengah, ketika diwawancarai LPM Manunggal (12/09).

 

Aksi yang dilakukan oleh ACT Jawa Tengah ini dilandaskan atas dasar menyejahterakan masyarakat selama pandemi Covid-19.  “Memang ACT menyalurkan ke salah satunya seperti ini sebagai bentuk dukungan untuk menyejahterakan masyarakat, utamanya di bidang kesehatan.,” jelas Wahyu.

 

Tak hanya mendukung dengan air minum dan beras gratis, ACT Jawa Tengah juga menghadirkan kendaraan besar super canggih yang berisi dapur Humanity Food Truck 3.0. Armada ini awalnya dikhususkan sebagai respon keadaan darurat ketika terjadi bencana alam. Namun, pihak ACT menilai bahwa pandemi Covid-19 merupakan bencana sosial dengan tingkat urgensi yang sama. Humanity Food Truck ini dikirim langsung dari ACT pusat di Menara 165 Jakarta Selatan ke daerah-daerah yang biasanya khusus wilayah bencana.

 

“Menurut kami, PPKM ini merupakan kondisi yang harus diperhatikan layaknya bencana alam dan Foodtruck ini berkeliling membagikan makanan gratis,” ujar Wahyu.

 

Truk berisi dapur ini mampu menghasilkan hingga 1500 porsi makanan per hari. Dengan dapur berteknologi tinggi dan dikerjakan chef profesional, Humanity Food Truck menjadi armada layanan makan gratis yang efektif dan efisien karena bisa bergerak ke mana pun sesuai kebutuhan.

 

“Sebelumnya ada di Yogya kemudian geser di area Yogya dan sekitarnya, sampe Kulonprogo juga. Saat ini sedang berada di Solo, kemudian ke Magelang, lalu Pekalongan,” tambah Wahyu

 

Dalam aksi Humanity Food Truck di Undip Pleburan, tim ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Semarang menyiapkan lebih dari 500 porsi makanan untuk dibagikan secara gratis. Namun, Wahyu mengatakan bahwa pada Jumat (10/09) tidak semua peserta vaksinasi menginginkan makanan gratis.

 

Selain agenda utama mendukung percepatan vaksinasi di Undip – di wilayah Semarang sendiri – aksi Humanity Food Truck ini sudah berlangsung di TPA Jatibarang. Membagikan 500 porsi makanan untuk warga prasejahtera di wilayah Jatibarang juga menjadi tujuan armada ini. Jatibarang dipilih sebagai bentuk apresiasi ACT kepada para petugas kebersihan dan pekerja harian, yang dinilai berperan sangat penting dalam mengelola sampah di Kota Semarang dan sekitarnya.

 

“Saat ini total armada untuk mendukung layanan makanan gratis ada lima. Food Truck berjumlah empat kemudian yang terbaru adalah Humanity Food Bus ACT. Seluruhnya dibuat sebagai dapur berjalan, dan diproduksi karoseri di Ungaran.. Sebentar lagi juga akan didatangkan Rice Truck yang membawa berton-ton beras untuk dibagikan secara gratis pula,” jelas Wahyu.

 

Aksi Humanity Food Truck dari ACT Jawa Tengah mendapatkan respon positif dari pihak penyelenggara percepatan vaksinasi Hippindo, Kadin Jateng dan Undip. Ketua Sentra Vaksin, Benita Eka Arijani, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak ACT Jawa Tengah atas program ini.

 

“Ini sesuatu yang luar biasa. Kami sangat berterima kasih kepada ACT yang benar-benar memikirkan saudara-saudara yang sebangsa. Kemudian juga sesuai dengan slogan dari ACT sendiri yaitu ‘Care for Humanity’ kita bisa bersama-sama peduli bersama,” tutur Benita.

 

Reporter: Muhammad Daffa Apriza

Penulis: Wahyu Eko W, Muhammad Daffa Apriza

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *