Dampak Ditutupnya Selat Hormuz Bagi Indonesia

Peta Selat Hormuz (Sumber: Wikipedia)

Peristiwa – Terjadinya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu meningkatnya ketegangan geopolitik global. Konflik tersebut tidak hanya berlangsung dalam bentuk serangan militer langsung maupun tidak langsung, tetapi juga merambah ke jalur distribusi energi dunia. Salah satu titik krusialnya adalah Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas global.

Sebagai bentuk respons atas konflik tersebut, Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Penutupan ini bukan sekadar gangguan pada jalur perdagangan biasa, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Sejak Sabtu (28/2) lalu hingga April ini, tercatat puluhan kapal dari berbagai negara mengalami serangan saat mencoba melintasi wilayah tersebut.

Meskipun konflik tersebut terjadi jauh dari Indonesia, dampaknya mulai terasa secara tidak langsung. Penutupan Selat Hormuz memicu gangguan distribusi energi global yang berimbas pada berbagai sektor, termasuk di dalam negeri. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai apa saja dampak yang telah dirasakan Indonesia akibat insiden tersebut.

Salah satu isu yang sedang menjadi keresahan pemerintah adalah tertahannya dua kapal tanker milik Perseroan Terbatas (PT) Pertamina International Shipping (PIS) di Teluk Arab. Dikutip dari Readers.id, dua kapal tersebut adalah kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride dan Gamsunoro. Pemerintah tengah melakukan upaya diplomatik untuk membebaskan kedua kapal tersebut, sebagaimana yang berhasil dilakukan oleh Malaysia dan Thailand, agar dapat melintas dengan aman. 

Di sisi lain, isu mengenai krisis energi global dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu kekhawatiran masyarakat. Hal tersebut terlihat dari munculnya fenomena panic buying BBM di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Barat hingga jalur lintas Sumatra dari Riau ke Medan. 

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Mars Ega Legowo Putra mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok BBM telah disiapkan untuk mengantisipasi situasi ini. 

“Terkait panic buying ini, kita minta kepada masyarakat agar tidak panic buying,” ujarnya pada Senin (16/3) mengutip Antara Yogyakarta.

Pemerintah juga mengambil langkah mitigasi penghematan sumber energi, yaitu dengan menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak Jumat (10/4) dan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 3 Tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas dan menekan konsumsi BBM. 

Selain BBM, komoditas rumah tangga lainnya seperti plastik juga mengalami kenaikan harga karena kelangkaan bahan baku petrokimia. 

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, harga plastik mengalami lonjakan dari Rp500 sampai Rp700 per unit. 

“Setiap pekannya, sejak pekan kedua puasa itu bervariasi, ada yang 500 perak, ada yang 700 perak, dan melihat situasi hari ini, memang hampir seluruh jenis plastik yang PE dan PP ini mengalami lonjakan mencapai 50%, bahkan ada yang 100%,” ujar Reynaldi pada Senin (6/4) mengutip IDN Times.

Penutupan Selat Hormuz berpotensi membawa masalah yang terus bercabang bagi negara kita, mulai dari jalur distribusi energi hingga kenaikan harga barang konsumsi. Oleh karena itu, penyelesaian konflik geopolitik menjadi sangat penting agar stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi dapat kembali terjaga.

 

Penulis: Emmanuela Kiara Kalania Labitha

Editor: Salsa Puspita, Andaru Surya

Referensi:

ANTARA News Yogyakarta. (Maret 16, 2026). Pertamina Imbau Masyarakat Tak Beli BBM Berlebihan. Diakses melalui https://jogja.antaranews.com/berita/813946/pertamina-imbau-masyarakat-tak-beli-bbm-berlebihan.

IDN Financials. (April 7, 2026). Pasokan terganggu, harga plastik naik hingga 100%. Diakses melalui https://www.idnfinancials.com/id/news/62755/pasokan-terganggu-harga-plastik-naik-hingga-100

LBS Urun Dana. (April 8, 2026). Ruwet! Harga Plastik Naik, Ini Penyebab dan Dampaknya ke UMKM hingga Konsumen. Diakses melalui https://www.lbs.id/publication/berita/ruwet-harga-plastik-naik-ini-penyebab-dan-dampaknya-ke-umkm-hingga-konsumen.

IDN Financials. (April 15, 2026). Indonesia Mulai Negosiasi 2 Tanker Pertamina di Selat Hormuz. Diakses melalui https://www.idnfinancials.com/id/news/62545/indonesia-mulai-negosiasi-2-tanker-pertamina-di-selat-hormuz.

Wikipedia. (April 11, 2026). Krisis Selat Hormuz 2026. Diakses melalui https://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_Selat_Hormuz_2026.

Scroll to Top