Budaya Praktikum di FPIK, PKKMB Tahun Ini Bawa Nilai Kolaborasi

Kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FPIK via Zoom Cloud Meetings, Selasa (17/08). (Sumber: YouTube Official FKIP UNDIP)

 

Warta Utama – Rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2021 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip mulai dilangsungkan pada Senin (16/08) yang diawali dengan Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Tak berbeda jauh dengan pelaksanaan orientasi mahasiswa baru sebelumnya, tahun ini branding serta pencerdasan yang dilakukan juga dengan memanfaatkan sosial media terutama instagram.

 

“Kalau inovasi sendiri karena seluruh materi PKKMB sudah ditetapkan jadi tidak banyak berubah. Kita banyak memanfaatkan sosial media sebagai tempat menyalurkan informasi serta menyampaikan hal-hal yang sekiranya perlu diketahui oleh mahasiswa baru,” ungkap Khalida Khadijah Khairullah, Ketua Pelaksana ODM FPIK saat dihubungi awak Manunggal via Whatsapp, Selasa (17/08).

 

“Contoh pencerdasan tentang lingkungan kampus itu ada semacam video voice over gitu. Aslinya mau dilanjut dari tahun lalu yang pakai mini movie, tapi karena kemarin waktu shooting itu Covid lagi tinggi dan talent pada nggak berani ke Semarang, jadi dibatalkan,” tutur mahasiswi tadi yang akrab disapa Lula.

 

Lebih lanjut, mahasiswi jurusan Oseanografi angkatan 2019 itu menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB tahun ini adalah virtual untuk mahasiswa baru. Sedangkan sebagian panitia menghandle kegiatan secara offline untuk memudahkan koordinasi. Lula juga mengaku bahwa pihak birokrasi sangat mendukung keputusan pelaksanaan secara hybrid tersebut setelah panitia mengajukan proposal serta surat permohonan, tentu dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

 

Sejalan dengan tema yang ditetapkan pada ODM tahun ini yaitu “Sociotechnology”, PKKMB FPIK membawa tiga nilai penting yang menjadi output bagi mahasiswa baru yang mengikutinya. Ketiganya adalah kolaborasi (cooperative), inovatif, (clever) serta tanggung jawab (commited).

 

“Nilai kolaborasi diambil karena (budaya FPIK, red) itu ada praktikum, tugas, dan lain-lain sehingga diperlukan kolaborasi antar mahasiswanya. Implementasinya sendiri dari penugasan kelompok dimana mereka (maba) melakukan analisis tentang nilai-nilai yang ada pada video yang telah disediakan panitia,” tandas Lula.

 

Sedangkan nilai inovatif implementasinya ada pada penugasan self branding yang dikoordinir oleh tim Pendidikan Karakter (Pendikar) Undip yang mengharuskan mahasiswa menyampaikan ide dan gagasannya perihal bagaimana menjalankan kegiatan di masa pandemi. Tugas tersebut juga sebagai salah satu ajang pencarian jati diri mahasiswa baru. Terakhir adalah nilai tanggung jawab yang didapat dari kedisiplinan dalam mengerjakan seluruh penugasan yang diberikan.

 

Berbicara tentang penugasan, di FPIK terdapat satu tugas yang sangat berbeda dengan fakultas lain, yaitu “PDKT Daring”. “Misalkan seorang maba berasal dari Departemen Oseanografi. Karena di FPIK terdapat enam departemen, maka ia harus berkenalan dengan teman dari lima departemen lainnya baik melalui chat atau telepon. Setelah mendapat identitas kelima teman tersebut, ia wajib mengunggah pada instastory Instagram pribadi,” imbuh Lula.

 

Lula juga menambahkan, harapannya nilai-nilai yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Hal ini mengingat antusiasme dari mahasiswa baru yang dinilai tinggi melihat dari tanggapannya di meeting Zoom.

 

“PKKMB FPIK tahun ini seru, materi yang diberikan cukup jelas, dan panitianya juga seru dan baik semua. Menurut saya kekurangan dari pelaksanaanya cuma di durasi yang cukup lama dan ada sedikit kendala dari internet saya. Kalau persiapan sebelum acara, yaitu koneksi internet dan dresscode yang sudah ditentukan panitia,” cerita Windy Amalia Bintarawati, mahasiswa baru program studi Teknologi Hasil Perikanan yang diterima melalui jalur Ujian Mandiri saat diwawancarai awak Manunggal, Senin (16/08) via direct message Instagram.

 

Perempuan yang biasa dipanggil Windy itu juga memiliki keinginan agar dapat segera berkuliah offline dan bertemu dengan teman-teman lainnya. Ia juga merasa dengan pembelajaran tatap muka, materi yang disampaikan lebih mudah untuk dipahami.

 

Hampir sama dengan Windy, Nandana Nararya Widyatna atau yang lebih akrab disapa Atha merasa pelaksanaan PKKMB di tahun ini sangat menarik karena materinya sangat bermanfaat untuk lebih mengenal dunia kampus nantinya. Menurutnya, kekurangan yang ada hanya pada alokasi waktu yang beberapa tidak sama dengan rundown yang telah dijadwalkan.

 

“Saya kira PKKMB 2021 ini bakal menyeramkan seperti yang viral-viral di medsos, tetapi (sudah dilarang, red) dan diganti dengan pemberian materi yang lebih berbobot dan bermanfaat. Saya juga ingin segera merasakan berkuliah tatap muka karena selain bosen di rumah, saya juga ingin merasakan euforia menjadi seorang mahasiswa,” ujar mahasiswa program studi Ilmu Kelautan itu kepada awak Manunggal, Selasa (18/08) via direct message instagram.

 

Reporter: Diana Putri

Penulis: Diana Putri

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top