Perkembangan Proyek Gombel Lama: Benarkah Akan Rampung Lebih Cepat?

Progres proyek rekonstruksi di Jalan Gombel Lama, Kota Semarang. (Sumber: beritajateng.tv)

Peristiwa – Desing alat berat dan kepulan debu yang mewarnai kawasan Jalan Gombel Lama, Kota Semarang, selama beberapa waktu ke belakang, dicanangkan akan rampung lebih cepat. Proyek rekonstruksi infrastruktur yang memaksa penutupan total akses jalan sejak Senin (20/4/2026) lalu kini membawa kabar melegakan bagi para pengguna jalan, khususnya warga Semarang. Dilansir dari laman Kompas, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan proyek ini untuk dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat dari estimasi awal. 

 

Percepatan untuk Mengurangi Dampak pada Pengguna Jalan

Awalnya, proyek rekonstruksi jalan yang termasuk dalam paket preservasi Jalan Semarang-Bawen-Salatiga-Sruwen ini diproyeksikan memakan waktu hingga tujuh bulan. Akan tetapi, berdasarkan evaluasi lapangan, target pengerjaan tersebut diusahakan untuk dapat dipangkas menjadi hanya empat bulan saja.  Dilansir dari berita harian Kompas, pada Selasa (16/06/2026) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah BBPJN Jawa Tengah-DIY, Alfan Noor Rizal, mengatakan bahwa upaya percepatan dilakukan agar proyek tersebut tidak terlalu lama memberi dampak pada para pengguna jalan. Langkah taktis ini diambil guna mengurai beban kemacetan di jalur alternatif, mengingat rute Gombel (baik Baru maupun Lama) merupakan urat nadi lalu lintas yang vital bagi mobilitas Kota Semarang.

 

Progres Proyek

Berdasarkan keterangan resmi dari akun Instagram @pu_jalan_jatengdiy, rekonstruksi Jalan Gombel Lama merupakan bagian dari paket preservasi Jalan Semarang-Bawen-Salatiga-Sruwen yang panjang penanganannya mencapai 1,27 kilometer dan memakan anggaran sebesar Rp17 miliar. Proyek ini difokuskan pada perbaikan fundamental infrastruktur jalan dengan target pengerjaan mencakup penataan struktur tanah secara komprehensif, perbaikan sistem drainase, pembangunan trotoar, pendirian dinding penahan tanah, hingga pengaspalan jalan yang akan dilakukan secara bertahap. Hingga pertengahan Juni lalu, tepatnya pada Senin (15/6/2026), progres fisik di lapangan tercatat telah menyentuh angka 39,72 persen, dengan salah satu capaian krusialnya yaitu pemasangan 31 titik bore pile (sebagai fondasi dinding penahan tanah) yang ditanam hingga mencapai kedalaman 28 meter. Fondasi kokoh ini difungsikan khusus untuk memperkuat struktur tanah di area rawan longsor, tepatnya di sekitar kawasan Sendang Pengantin. Nantinya, di atas fondasi tersebut akan didirikan dinding penahan tanah dengan ketinggian bervariasi mulai dari 2 hingga 5 meter. 

 

Dinamika Lapangan, Dampak Sosial, dan Mitigasi Pekerja

Proses percepatan proyek ini tak lepas dari dinamika di lapangan. Hujan yang kerap turun pada awal masa pengerjaan sempat menjadi kendala utama bagi keberjalanan manuver alat berat. Namun, seiring membaiknya kondisi cuaca, pekerjaan kini mulai berjalan lancar. Dan untuk mengejar target penyelesaian dalam empat bulan tersebut, pihak kontraktor telah mengerahkan tambahan tenaga kerja serta memaksimalkan penggunaan alat berat sesuai dengan kebutuhan teknis.

Selain itu, di balik deru pembangunan yang terus berpacu dengan waktu, proyek fisik berskala besar ini rupanya turut memunculkan imbas sosial di permukiman warga. Beredar keluhan mengenai sejumlah rumah warga di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, yang diduga mengalami keretakan sebagai akibat dari getaran alat berat di lokasi proyek. Kepada Radar Semarang, Lurah Tinjomoyo, Suratmin, membenarkan laporan tersebut, bahwa setidaknya terdapat 25 rumah warga di wilayah kelurahannya yang dilaporkan mengalami kerusakan. Merespons aduan tersebut, pihak pemerintah bersama BBPJN nyatanya terlambat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan guna ditindaklanjuti.

Meski demikian, dilansir dari sumber yang sama yakni Radar Semarang, pihak pelaksana proyek mengaku telah melakukan langkah antisipatif yang terukur sejak awal pengerjaan. Dicky selaku Koordinator Lapangan proyek Jalan Gombel Lama menegaskan bahwa pihaknya telah mendokumentasikan bangunan warga sekitar proyek sejak awal. Sebelum alat berat masuk, telah dilakukan pemetaan dan pemotretan kondisi fisik setiap rumah di sekitar area proyek. Selain itu, di sejumlah titik retakan rumah warga, telah ditempelkan kaca yang fungsinya sebagai indikator apakah getaran proyek memang menyebabkan pergeseran bangunan atau menimbulkan retakan. Hingga kini, sebagian besar kaca tersebut masih dalam kondisi utuh. 

“Sebelum pekerjaan berjalan, kami sudah melakukan dokumentasi awal. Ada beberapa bangunan yang memang sudah mengalami retak-retak sebelumnya,” ujar Dicky.

Selain dampak mekanis dari getaran proyek, debu yang beterbangan akibat pengerukan tanah juga telah menjadi permasalahan utama. Terkait dengan hal tersebut, pihak kontraktor mengaku secara rutin menyiram area proyek dengan air sebanyak dua kali dalam sehari sebagai bentuk mitigasi lingkungan guna mengurangi dampak polusi udara pada mobilitas warga di sekitar area proyek.

Kini, dengan ritme pengerjaan yang terus dipacu dan evaluasi langkah mitigasi yang berjalan dengan baik, proyek rekonstruksi Jalan Gombel Lama ini diupayakan untuk dapat diselesaikan sesuai estimasi terbaru sehingga dapat mulai digunakan kembali pada Agustus hingga September 2026.

 

Penulis: Rofilah Syifa

Editor: Salsa Puspita, Andaru Surya

Referensi:

Kompas. Proyek Jalan Gombel Lama Semarang Dipercepat, Targetkan Bisa Dilewati pada Agustus 2026. Diakses pada 17 Juni 2026, melalui https://regional.kompas.com/read/2026/06/16/163844878/proyek-jalan-gombel-lama-semarang-dipercepat-targetkan-bisa-dilewati-pada?page=all

Radar Semarang. Proyek Gombel Lama Capai 39,72 Persen, BPJN Data Puluhan Rumah Warga yang Terdampak. Diakses pada 17 Juni 2026, melalui https://radarsemarang.jawapos.com/semarang/2606160037/proyek-gombel-lama-capai-3972-persen-bpjn-data-puluhan-rumah-warga-yang-terdampak

Balai Besar PJN Jateng-DIY. Diakses pada 17 Juni 2026, melalui Instagram https://www.instagram.com/p/DZmPpnJj3uE/?img_index=4&igsh=YWdoeGQyMmx0NDJm

Scroll to Top