
Gaya Hidup – Di tengah derasnya arus konten media sosial yang terus muncul dengan sangat cepat dan tidak pernah berhenti setiap hari, banyak kalangan remaja dan dewasa awal yang tanpa sadar menjadikan ruang digital sebagai tempat untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Ketika pencapaian, penampilan, dan kehidupan serba ‘sempurna’ terus muncul di layar, rasa percaya diri pun kerap ikut goyah. Di sisi lain, terdapat kebiasaan sederhana yang mulai banyak diikuti untuk membantu menjaga kondisi kesehatan mental, yakni menulis perasaan, pikiran, serta pengalaman sehari-hari sebagai cara untuk merefleksikan diri sendiri atau yang dikenal dengan journaling. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu seseorang guna memahami perasaan, mengurangi tekanan, dan meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri sehingga dapat memperkuat rasa percaya diri.
Menurut Jurnal Smart Social Empowerment, menulis harian terbukti efektif membantu remaja lebih mengenal diri sendiri, mengendalikan emosi dengan lebih baik, serta meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 43 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) usia 16-18 tahun di Purwokerto selama 30 hari penuh, di mana mereka mengikuti program edukasi kesehatan mental dengan metode menulis harian yang terarah, sehingga hasil pengukuran Rosenberg Self-Esteem Scale menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 26,74 menjadi 28,23 poin. Pada saat yang sama, proporsi remaja yang memiliki harga diri rendah mengalami penurunan sekitar 7 persen, sementara kelompok remaja dengan harga diri tinggi meningkat lebih dari dua kali lipat. Penelitian ini menunjukkan bagaimana rutinitas menulis sederhana bisa menjadi pelindung alami bagi remaja dalam menghadapi tekanan dari luar seperti perbandingan sosial, sekaligus membangun dasar emosional yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam journaling, terdapat aktivitas yang disebut brain dump, yaitu cara menulis semua pikiran ke dalam kertas tanpa perlu memikirkan aturan atau menyeleksi apa yang harus ditulis, dengan tujuan membersihkan pikiran dari rasa kacau. Teknik ini terbukti bisa mengurangi stres akibat sekolah, meringankan tekanan mental, dan mencegah terjadinya depresi ringan pada remaja serta usia muda dewasa. Saat semua pikiran yang ada di kepala ditulis secara langsung, otak merasa lebih ringan, bisa bernapas dengan lebih tenang, memandang masalah dengan lebih jernih, dan menemukan solusi yang sebelumnya tersembunyi di balik rasa cemas.
Dengan demikian, dari refleksi yang terstruktur hingga tulisan yang spontan, journaling hadir sebagai alat serbaguna yang mudah diakses untuk mengelola gejolak emosi ketika media sosial seringkali menampilkan kehidupan ideal orang lain, akibatnya remaja berpotensi membandingkan diri sendiri dengan konten yang diposting oleh teman-temannya di media sosial sehingga menurunkan rasa percaya diri dan interaksi digital seperti jumlah suka, komentar, dan notifikasi yang bisa memengaruhi kondisi emosional secara signifikan.
Umumnya, journaling membantu mengubah pikiran yang berantakan menjadi kata-kata teratur yang memungkinkan seseorang melihat pola emosi dan tingkah laku dari perspektif yang berbeda. Aktivitas ini melatih otak untuk fokus terhadap hal-hal yang bisa dikendalikan, seperti respons atas komentar negatif di media sosial, sembari menghargai kemajuan kecil yang sering luput dari perhatian. Oleh sebab itu, kebiasaan sederhana ini tidak hanya menyembuhkan luka batin, tetapi juga memperkuat mental generasi muda untuk menghadapi dunia digital yang penuh tantangan.
Penulis: Ardanezwara P.P.K.
Editor: Salsa Puspita
Referensi:
Karir FEB UGM. (2025, 22 Januari). “Brain Dump: Teknik Menulis untuk Meringankan Beban Pikiran”. Karir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.
https://karir.feb.ugm.ac.id/2025/01/22/brain-dump-teknik-menulis-untuk-meringankan-beban-pikiran/
Septianawati, P., dkk. (2026). “Edukasi dan Pelatihan Journaling Diri Dalam Upaya Menjaga Kesehatan Mental Remaja”. Smart Social Empowerment Journal, Universitas Sebelas Maret.



