Potret salah satu kegiatan FSM Ngruwat Indonesia yang diselenggarakan oleh BEM FSM Undip, Selasa (17/08). (Sumber: Dok. Pribadi)
Warta Utama – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 Negara Republik Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (BEM FSM) menggelar serangkaian kegiatan selama kurang lebih satu minggu sejak Sabtu hingga Rabu (14-18/08). Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah “FSM Ngruwat Indonesia” yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik bahwa Indonesia masih belum “baik-baik saja” dilihat dari banyaknya problematika dan ketidakadilan yang ada.
“Ngruwat merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghilangkan kesialan atau gangguan dari sesuatu. Berangkat dari sana, mahasiswa FSM berupaya memberikan “ritual” untuk menghilangkan bala gangguan dan kesialan,” tutur Aqbil Hafizh, Staf Ahli bidang Sosial Politik BEM FSM saat dimintai keterangan oleh awak Manunggal via percakapan WhatsApp, Senin (16/08).
Menurut mahasiswa Bioteknologi 2019 yang kerap disapa Aqbil itu, Indonesia sedang “tidak baik-baik saja” terindikasi dari banyaknya isu-isu kontroversial yang ditetapkan oleh pemangku kebijakan sehingga berdampak kurang baik untuk masyarakat. Ia mencontohkan kebebasan berpendapat yang belum merdeka setelah muncul Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan masih banyaknya massa aksi yang mendapat tindakan represif oleh aparat. Selain itu, kasus pelemahan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), penanganan Covid-19 yang tidak terkendali, dan pengesahan Omnibus-Law menjadi indikasi lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Rabu (16/08) pukul 19.30 WIB dilangsungkan kegiatan diskusi secara virtual bertopik “Carut Marut Indonesia, Siapa yang Disalahkan?” dengan pembicara Iqbal Ramadhan, salah satu aktivis Blok Politik Pelajar. “Kita mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang demonstrasi dan arah pergerakan politik bangsa ini, tetapi kita nggak dapet role model nya,” ungkap Iqbal di salah satu sesi diskusi.
Di samping itu semua, Aqbil menyebutkan ada satu permasalahan yang krusial untuk diselesaikan, yaitu kemerdekaan dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, setiap perwakilan jurusan di FSM membuat video propaganda berisi tanggapan terkait hal tersebut pada Minggu (15/08) dan dipublikasikan pada instagram resmi @bemfsm_undip dengan tajuk “76 Tahun Merdeka, Bagaimana dengan Pendidikan?”
Video berdurasi kurang dari empat menit itu secara garis besar memuat tentang komersialisasi pendidikan, sistem dan kultur pendidikan Indonesia yang masih mengedepankan nilai ketimbang moral baik, sarana dan prasarana yang masih belum memadai, keterbatasan pelajar dalam mengeksplorasi diri, serta kesejahteraan guru yang belum merata.
Tepat di hari kemerdekaan Indonesia, Selasa (17/08) kegiatan yang dilangsungkan adalah panggung bebas bertajuk “Konser Suara Sumbang di Hari Kemerdekaan Indonesia” yang digelar secara langsung di Semarang dan disiarkan melalui live instagram BEM FSM kemudian ditutup dengan publikasi infografis sederhana berisi rekapan kegiatan, satu hari setelahnya pada Rabu (18/08).
Reporter: Diana Putri
Penulis: Diana Putri
Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti
