Usung Tema Eco Industry, PKKMB FT 2021 Ajak Mahasiswa Baru Peduli Lingkungan

Kegiatan PKKMB FT UNDIP pada Senin, (16/08) yang berlangsung melalui Zoom Cloud Meetings dan disiarkan melalui Youtube FT Undip.. (Sumber: YouTube FT UNDIP)

 

Warta Utama – Fakultas Teknik (FT) Undip telah memulai agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan tema Eco Industry, Senin (16/8). Melalui tema tersebut, mahasiswa baru dikenalkan mengenai konsep-konsep industri ramah lingkungan dengan mengadakan berbagai challenge yang meningkatkan rasa peduli lingkungan, seperti ajakan untuk menghemat listrik, menghemat air, menghemat plastik, zero waste, dan melestarikan 1000 pohon.

Ridho Sutan Prayoga selaku Ketua Pelaksana PKKMB FT 2021 mengungkap bahwa nilai-nilai yang diangkat di dalam PPKMB ini adalah nilai adaptif, inovatif, integritas dan global. Dengan nilai adaptif, para mahasiswa baru diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang ada dan membawa dampak positif. Sedangkan inovatif dimaksudkan supaya mahasiswa baru mampu memberi penyelesaian dan terobosan terhadap masalah yang ada di lingkungan atau masyarakat sekitar.

Nilai selanjutnya adalah berintegritas yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa FT yang berkomitmen, jujur, dan bersatu padu dalam kolaborasi mencapai kebaikan. Yang terakhir ialah global yang tujuannya untuk memberikan karya yang dapat diterima khalayak ramai, dan mempersiapkan mahasiswa baru bersaing dalam dunia yang lebih luas.

PKKMB FT tahun ini diisi oleh berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah talkshow yang mengangkat dua materi utama: Ecological Footprint dan Green Microgrid.

“Materi pertama yang kita usung adalah Ecological Footprint yang berarti suatu cara untuk membandingkan konsumsi dan gaya hidup, dan memeriksa kemampuan alam untuk menyediakan konsumsi,” ujar Ridho dalam wawancara dengan Awak Manunggal pada Rabu, (18/08).

Talkshow sesi ini menghadirkan dua pembicara dari CarbonEthics, yakni Indri Addini selaku Carbon Scientist Manager of CarbonEthics dan Amrita Saraswati selaku Education Manager of CarbonEthics. Kemudian, talkshow kedua Mustaba Ari, Koordinator Pelayanan dan Pengawasan Usaha Aneka EBT di Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi Kementerian ESDM sebagai pembicara.

Materi Green Microgrid yang diusung dalam talkshow PKKMB FT ini mengungkap tentang bagaimana cara kita memanfaatkan sumber daya alam yang ada suatu daerah sebagai pembangkit listrik. “Green Microgrid berarti cara menyediakan energi yang efisien, berbiaya rendah, meningkatkan ketahanan lokal, serta meningkatkan operasi dan stabilitas jaringan listrik regional,” jelas Ridho.

Rangkaian PKKMB FT 2021 dinilai berjalan dengan lancar dan bahkan bisa dibilang cukup sukses. Sebab, hingga Rabu (18/8), tayangan PKKMB yang diunggah di akun YouTube FT UNDIP sudah melampaui 22.800 penonton.

“Rasanya kerja keras cukup terbayar, dari teman-teman acara yang membuat konsep, korlap yang nyiapin hari-H sewa alat, dokumentasi dan desain kreatif yang keren-keren banget kontennya, sama temen-temen kambing yang sudah ngebantu mahasiswa baru buat ikut ODM FT,” ucap Ridho menanggapi besarnya antusias yang diberikan oleh para peserta PKKMB FT 2021.

Alfito Edita Gusti, mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2021, mengungkapkan bahwa ia merasa amat termotivasi setelah mengikuti keseluruhan rangkaian acara PKKMB FT.

“Yang pasti bisa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan materi kemarin, seperti bagaimana cara kita untuk menjaga bumi dan masih banyak lagi. Selain itu juga, aku mendapatkan ilmu yang pastinya bermanfaat,” ujar Fito ketika diwawancarai pada Rabu, (18/8).

Selain Fito, Sefta Annisa Candra selaku mahasiswa Arsitektur angkatan 2021 yang menjadi peserta PKKMB turut memaparkan kesannya terhadap rangkaian acara PKKMB.

“ODM FT ini seperti mengajak kita untuk mengenal kampus lebih dalam, sadar untuk memiliki rasa nasionalisme, dan paham mengenai isu-isu lingkungan saat ini,” ujar Sefta pada wawancara dengan Awak Manunggal pada Senin, (16/08).

Perempuan asal Malang itu menambahkan, “Selain itu, saya juga terkesan dengan bagaimana kakak-kakak panitia melakukan penyusunan acara, seperti adanya penampilan oleh Mahasiswa FT, kemudian sesi tanya jawab yang terlihat sangat interaktif sehingga Maba FT tidak merasa bosan ketika mendengarkan materi.”

Reporter: Siti Latifatu

Penulis: Siti Latifatu

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top