Targetkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang, Jokowi: Setelah Semua Tenaga Pendidik Divaksin

Proses vaksinasi terhadap guru di SMA 70, Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/2). (Sumber: Unggahan akun Instagram @fotografinfo)

Warta Utama – Presiden Joko Widodo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi guru di SMAN 70 Jakarta, Rabu (24/2). Ia menargetkan sampai bulan Juni nanti ada 5,7 juta guru, tenaga pendidik, serta dosen yang selesai divaksin. Hal ini berkaitan dengan rencana pembelajaran secara tatap muka pada Juli 2021 mendatang di daerah yang sudah memungkinkan, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Dalam surat tersebut disebutkan tiap satuan pendidikan telah diberi izin untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka serentak dalam satu wilayah provinsi/kota/kabupaten, atau bertahap per wilayah kecamatan/desa/kelurahan, pengecualian terhadap pesantren dan pendidikan keagamaan lainnya.

“Karena tenaga pendidik (dan) kependidikan, guru ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua, pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” jelas Jokowi, dikutip dari siaran resminya pada kanal YouTube Sekretariat Presiden. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim juga berharap dengan adanya akselerasi vaksinasi ini, para guru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Alasan pembukaan sekolah tatap muka dikarenakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai berisiko besar bagi siswa apabila dilaksanakan terlalu lama. Sehingga dibutuhkan tindakan yang cepat dan gesit. Mengenai mekanisme pelaksanaanya sendiri, sebagaimana disampaikan Nadiem bahwa polanya adalah campuran antara tatap muka dan tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sehingga sistem tatap muka tidak murni 100%, tetapi dengan sistem rotasi, tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Misalnya separuh kelas, seminggu anak sekolah 2-3 hari saja dan dengan prokes ketat. Setelah vaknisasi selesai, guru-guru diharap masuk karena anak-anak sudah lelah dan jenuh di rumah, berat banget. Siswanya berat, orang tuanya juga berat,” ujar Jumeri selaku Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Kamis(25/2), dilansir dari kumparannews.com.

Ia juga meminta kepada pihak sekolah yang melangsungkan pembelajaran tatap  muka untuk menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat. Perlu juga upaya komunikasi dengan wali murid secara intensif, mengingat ada beberapa yang belum meperbolehkan anaknya untuk bersekolah seperti biasa.

Kemendikbud mewajibkan pihak sekolah untuk menyiapkan standar operasional dan fasilitas untuk menjaga kesehatan lingkungan.

“Sekali lagi, walaupun tatap muka, itu harus menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kemenkes dan Kemendikbud,” tegas Nadiem dilansir dari cnbcindonesia.com.

 

Reporter : Diana Putri

Penulis : Diana Putri

Editor : Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *