Belum genap satu bulan kita hidup di tahun 2021, Indonesia sudah dilanda berbagai bencana alam yang datang bertubi-tubi. Bencana yang terjadi tidak hanya mengakibatkan kerusakan materiel, tetapi juga moril. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami luka, meninggal, atau jasadnya tidak ditemukan. Banyaknya bencana membuat perhatian masyarakat Indonesia teralihkan dan peduli atas apa yang sedang terjadi. Dibuktikan dengan ramainya tagar #PrayForIndonesia di media sosial dan donasi sebagai bentuk rasa tolong menolong. Berdasarkan riset yang dilakukan, setidaknya terdapat tiga jenis bencana alam dan satu bencana nonalam yang terjadi di Indonesia.
Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Potianak dikabarkan hilang kontak dan jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) siang. Pesawat tersebut dinyatakan hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB setelah lepas landas pada 13.30 WIB. Sebanyak 62 orang, di antaranya tujuh anak-anak dan tiga bayi. Sejauh ini (19/1), 29 korban Sriwijaya Air SJ 182 telah berhasil diidentifikasi dan Tim SAR gabungan telah menemukan puing-puing pesawat. Kepala Basarnas Marsdya TNI, (Purn) Bagus Puruhito, memutuskan untuk memperpanjang pencarian selama tiga hari hingga Kamis (21/1). Seharusnya, operasi pencarian korban dengan perpanjangan waktu kedua berakhir pada Senin (18/1).
Longsor di Desa Cihanjuang, Jawa Barat
Sabtu (9/1), Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dilanda longsor. Longsor tersebut terjadi sebanyak dua kali, yakni pukul 16.00 WIB dan pukul 20.00 WIB yang merupakan longsor susulan. Longsor susulan terjadi saat petugas tengah melakukan pendataan awal sehingga Danramil Cimanggung, Kapten Setyo Pribadi; MP Cimanggung, Suhanda; dan petugas BPBD Sumedang, Yedi, menjadi korban yang meninggal dunia. Sebagian rumah yang berada di atas bukit pun turut ambles. Longsor susulan terjadi pada tebing dengan ketinggian 50 meter dan lebar sepanjang 60 meter. Operasi Tim SAR yang dilakukan selama 10 hari berhasil menemukan seluruh korban. Sejumlah 40 orang telah dinyatakan meninggal.
Banjir Bandang di Kalimantan Selatan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada sebanyak tujuh kabupaten/kota terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Banjir pada Selasa (12/1) menyebabkan sebanyak 27.111 rumah terendam banjir, 112.709 warga mengungsi, dan 15 orang dinyatakan meninggal. Banjir tersebut juga mengakibatkan putusnya jembatan Mataraman di Kecamatan Astambul yang merupakan akses jalan nasional di Kalimantan Selatan. Sampai Senin (18/1), banjir masih menggenangi sebagian Kota Banjarmasin.
Gempa di Sulawesi
Gempa bertubi-tubi mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari dengan magnitudo 6,2 SR. Sebanyak 637 orang mengalami luka di Kabupaten Majene dan 189 di Kabupaten Mamuju. Data sementara (19/1), korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 89 orang dengan rincian 78 orang di Mamuju dan 11 orang di Majene. Bangunan yang rusak akibat gempa tersebut tidak hanya Kantor Gubernur Sulawesi Barat, tetapi juga Maleo Town Square, toko, swalayan, Rumah Sakit Mitra Manakarra, dan 103 sekolah turut rusak akibat gempa. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan status tanggap darurat atas terjadinya gempa tersebut.
Erupsi Gunung Merapi
Gunung Merapi mengalami erupsi pada Sabtu (16/1) pagi dengan mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 04.00 WIB yang berdurasi 150 detik. Erupsi susulan kembali terjadi pada Selasa (19/1) pukul 02.27 WIB dini hari dengan durasi 209 detik. Dilansir dari detiknews.com, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat luncuran awan panas pada Selasa menyebar sejauh 1,8 kilometer dengan amplitudo 60 milimeter. Sampai saat ini (19/1) BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi berada di level III atau siaga.
Erupsi Gunung Semeru
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dengan jauh 4,5 kilometer. Guguran awan panas terjadi mulai pukul 17.24 WIB hingga 18.35 WIB. Selain itu, Gunung Semeru juga mengeluarkan lava yang meluncur sejauh 500-1000 meter ke arah Curah Kobokan, Lumajang. Beberapa tempat di lumajang mengalami hujan abu. Gunung Semeru dinyatakan masih fluktuatif dan masih berpotensi terjadinya luncuran awan panas. Hingga saat ini (19/1), status Gunung Semeru berada di level II atau waspada.
Banjir dan longsor di Sulawesi Utara
Banjir dan longsor yang menerpa Kota Manado pada Minggu, (17/01) telah menyebabkan enam orang tewas dan sebanyak 500 orang mengungsi. Selain itu, bencana tersebut juga membuat dua rumah rusak berat dan 20 rumah rusak sedang. Banjir di wilayah tersebut tingginya mencapai setengah meter hingga tiga meter.
Pada Jumat – Sabtu (15 – 16/1), gempa terjadi di beberapa titik, yakni di Pangandaran (4,7 SR), Aceh (4,7 SR), Sulawesi Utara (5,2 SR), dan Sulawesi Selatan (3,2 SR). Gempa kembali terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah dengan kekuatan 4,6 SR. Inewssumut.id (17/1) menyebutkan wilayah Sumatera Utara dan Aceh diguncang gempa sebanyak 31 kali selama periode 8 – 14 Januari 2021. Selain gempa, banjir juga terjadi di beberapa titik, misalnya di Puncak Cisarua, Bogor.
Sumber:
https://nasional.tempo.co/read/1424414/banjir-kalsel-air-masih-menggenangi-kota-banjarmasin
https://www.tribunnews.com/nasional/2021/01/19/103-sekolah-rusak-akibat-gempa-di-sulawesi-barat
https://www.kompas.tv/article/138533/merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km
Reporter : Rafika Immanuela A
Penulis : Rafika Immanuela A
Editor : Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti




