ODM 2020: Inovasi Dibalik Penundaan Masa Orientasi

Talkshow ODM Undip 2020 bersama Fathia Izzati dan Kevin Handojo, disiarkan secara langsung di kanal YouTube ODM Undip. (Sumber: LPM Manunggal)

Joglo Pos, Edisi Khusus ODM 2020 – Angkatan istimewa, begitu kiranya orang-orang menyebut angkatan 2020. Di Undip sendiri, ospek atau yang biasa disebut Orientasi Diponegoro Muda (ODM) bahkan baru terlaksana pada Januari, tepatnya Sabtu (23/1). Tentu hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya euforia ODM dilaksanakan pada bulan Agustus. “Sebenarnya bukan kehendak kami. Namun karena SBMPTN kemarin ada kegagalan sistem (mundurnya timeline dari LTMPT, red), maka penerimaan mahasiswa baru diundur September,” ujar Safriko, Ketua ODM Undip 2020.

Pengunduran waktu penerimaan mahasiswa sebenarnya hanya menjadi faktor yang sedikit memengaruhi pelaksaan ODM 2020. Safriko Desna Putra menjelaskan bahwa ketika panitia (ODM Undip, red) mengajukan rencana pelaksanaan secara online pada Juni–Juli, rektorat hanya menerima rencana tersebut satu kali dengan keputusan ODM Undip 2020 tidak dapat dilaksanakan September karena pandemi dan diundur hingga Januari 2021.

“Beliau mengatakan bulan Januari karena rektorat belum siap gambaran ODM online, padahal dari mahasiswa punya. Nah, ini yang sebenarnya disayangkan dari kita kenapa tidak ditanyakan dari awal?” imbuhnya.

Safriko juga berasumsi bahwa rektorat berharap ODM tetap dilaksanakan secara offline. Padahal, panitia benar-benar sudah siap di bulan Agustus. Sehingga ketika ada pengunduran pelaksanaan, ODM Undip 2020 terpaksa vakum selama tiga bulan, yakni September–November. Januari, panitia berusaha untuk kembali melakukan audiensi dengan birokrat dan baru mendapat persetujuan H-7 acara.

“Namun sebenarnya kemarin dari birokrasi menghendaki bahwa ODM ini mungkin mau diundur lagi hingga Maret.” Hal ini berkaitan dengan ODM Undip 2020 yang seharusnya menjadi tanggung jawab BEM Undip 2020. Sementara BEM Undip 2020 telah demisioner dan kepengurusan BEM 2021 yang biasanya terbentuk pada bulan Maret.

“Sebenarnya ODM dibawahi langsung oleh rektorat. Maka ketika kita susah berkomunikasi, kita merasa dimintai tolong tapi langsung ditinggalkan. Bahkan, proposal pendanaan sampai sekarang belum ada tanda tangan. Tapi, kita dengan segala kesiapan mencoba tetap melaksanakan di bulan Januari,” tangkasnya.

Nurlaili Mardhiyah, mahasiswa baru Fakultas Sains dan Matematika, mengaku tidak merasa terganggu atas ODM Undip 2020 yang dilaksanakan di tengah libur semester. “Tidak ganggu (waktu liburan, red). Malah biar ada kegiatan,” ujarnya via WhatsApp, Minggu (24/1).

ODM Online, Bagaimana Pelaksanaannya?

Hampir seluruh sektor kehidupan, terutama pendidikan, menggunakan internet dalam kesehariannya. Panitia ODM Undip 2020 melihat hal tersebut sebagai peluang, sehingga pelaksanaanya dimaksimalkan dengan membuka berbagai kanal, seperti Spotify, Twitter, Facebook, Instagram, dan lain-lain. “Untuk apa? Untuk mencerdaskan teman-teman karena tema kita kan Semesta Lingkungan,” jelas Safriko.

Tujuan dari dipilihnya tajuk Semesta ialah untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus, serta mempertajam dan memperdalam potensi diri dari Diponegoro Muda –sebutan untuk mahasiswa Undip, terutama mahasiswa baru. Selain itu, panitia berharap banyak Diponegoro Muda sadar akan kasus global warming dan pembangunan berkelanjutan (SGDs).

“Kita coba buka itu secara fun, karena aku rasa kalo penerimaan maba dan orientasi dilaksanakna secara kaku, aku rasa sudah gak jaman. Kita juga mencoba mengundang pembicara yang bisa menginfluence teman-teman. Supaya output-nya tercapai,” tambahnya.

Untuk mendukung argumen tersebut, panitia ODM mengadakan social project action bertajuk Green Action. Dalam agenda ini, mahasiswa –khususnya mahasiswa baru– diajak untuk memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan yang diberikan oleh panitia dalam bentuk lomba, seperti lomba poster dan action project. “Itu yang membedakan karena kita ingin teman-teman praktik,” tuturnya lagi.

Selain itu, mozaik yang biasanya dilaksanakan di stadion Undip, kini dikonsep dengan cara menggabung foto-foto dari video branding yang dikerjakan oleh mahasiswa baru.

“Sejujurnya kurang efektif. Tapi cukup seru dan aku mengapresiasi panitia yang tetap bisa melaksankan ODM meskipun aku yakin banyak banget kendala. Apalagi kemarin ada banyak guest star yang keren ketika Epilog Semesta,” komentar Nurlaili, yang kerap disapa Nura.

Reporter: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Penulis: Aslamatur Rizqiyah

Editor: Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *