PPKM Gagal: Gubernur Jateng Berlakukan ‘Jateng di Rumah Saja’

Ganjar Pranowo saat rapat program ‘Jateng di Rumah Saja’ (Sumber: republika.com)

Semarangan―Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) gagal mencapai tujuan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencetuskan program baru, yakni ‘Jateng di Rumah Saja’. Program ini nantinya akan dilaksanakan pada 6 – 7 Februari untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19.

Implementasi dari program tersebut adalah menutup tempat-tempat yang berpotensi mengundang kerumunan, seperti toko, kafe, pasar serta objek wisata. Selama penutupan tersebut, agenda yang dapat dilakukan ialah penyemprotan desinfektan dan bersih-bersih massal.

“Hanya dua hari saja, tempat-tempat keramaian pariwisata kita istirahat dulu. Tempat pariwisata juga ditutup dulu,” ujar Ganjar Pranowo, Selasa (2/2), dikutip dari kumparan.com. Sementara untuk objek vital, seperti fasilitas kesehatan dan kendaraan umum masih diizinkan untuk beroperasi. Program tersebut merupakan hasil koordinasi dengan para sekretariat daerah.

Ganjar telah membuat surat edaran sebagai legalitas dari program ini kepada seluruh 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah. ”Ini sudah disiapkan surat edarannya nantinya agar per hari ini kita bisa berjalan dengan baik,” tambahnya lagi.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menyiapkan program ini sekadarnya saja, seperti bahan pokok makanan, dan lain-lain karena hanya berlangsung selama dua hari. “Enggak ada (bantuan sosial) cuma dua hari saja. Kita belajar dua hari di rumah, jalanan sepi. Coba kita dua hari ini bisa enggak saling menahan diri. Coba kita responlah kondisi orang bilang PSBB enggak berhasil, PPKM enggak berhasil,” terangnya.

Gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ sekaligus bertujuan sebagai latihan disiplin berada di rumah. Ganjar meminta agar program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat karena keberhasilannya tergantung seberapa besar partisipasi mereka. Meskipun bersifat imbauan, pemerintah tetap menetapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar, namun Ganjar belum dapat memastikan bentuk sanksi tersebut.

Penulis : Diana Putri M
Editor : Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *