Persaingan Sengit Blockbuster: Oppenheimer Berhasil Menyapu 13 Nominasi dalam Perebutan Piala OSCAR ke-96

Film – Pengumuman nominasi Academy Awards (OSCAR) ke-96 berhasil membawa kabar bahagia bagi penggemar biographycal film Oppenheimer. Film epik yang dirilis tahun 2023 ini berhasil memimpin di depan sekumpulan pesaing sengit lainnya, seperti Poor Things, Killers of the Flower Moon, dan Barbie.

Film blockbuster karya Christopher Nolan ini bercerita tentang fisikawan teoritis asal Amerika, J. Robert Oppenheimer. Menerima sebanyak 13 nominasi, film ini berpotensi menjadi salah satu pemenang OSCAR paling dominan sejak Slum Millionaire (2008) yang menyapu bersih 8 piala penghargaan. 

13 nominasi tersebut di antaranya yaitu: best picture, best supporting actor, best supporting actress, best adapted screenplay, best cinematography, best film editing, best costume design, best production design, best makeup and hairstyling, best original score, best sound, termasuk best director dan best actor. 

Christopher Nolan, sebagai sutradara, juga mendapatkan pengakuan dengan nominasi best director. Pencapaian ini telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sutradara terkemuka dalam industri film. 

Sinematografi yang sangat brilian di film ini menjadi ciri khas yang dikenal dari Nolan. Penggunaan palet warna diaplikasikan dengan sempurna sehingga membuat cerita lebih mudah diikuti dengan menunjukkan sudut pandang setiap karakter. Backsound yang ada pun dieksekusi secara menarik guna membuat kisah yang rumit menjadi lebih atraktif.

Selain itu, nominasi best actor bagi Cillian Murphy merupakan nominasi OSCAR pertamanya sejak ia merintis karier di industri perfilman. Dalam sinema ini, ia berperan sebagai sang tokoh utama, J. Robert Oppenheimer, di kehidupan nyata. 

Oppenheimer diketahui mendapatkan julukan sebagai “bapak bom nuklir” karena dedikasinya dalam mengerjakan Proyek Manhattan, sebuah proyek riset dan pengembangan senjata nuklir asal Amerika Serikat dengan membentuk tim yang terdiri dari berbagai akademisi. Murphy sukses memerankan tokoh legendaris ini dengan sangat apik.

Meskipun  Cillian Murphy tidak pernah bisa menyamai kharisma J. Robbert Oppenheimer, sang tokoh asli, setidaknya ia berhasil menampilkan kecerdasan dan tekad yang kuat dari sang tokoh. Kepiawaiannya dalam bermain peran berhasil mengajak penonton menjadi terikat pada sosok “bapak bom atom”, seolah-olah hidup berdampingan dengan memberi ketegangan dan koherensi. 

Namun sayangnya, masih terdapat beberapa celah dalam film ini. Terdapat ketidakakuratan sejarah yang menyelinap masuk, seperti penggambaran menyimpang mengenai karakter wanita dalam film. Sebut saja sosok Kitty Oppenheimer yang diperankan oleh Emily Blunt. Film ini hanya menyorot garis besar kehidupan Kitty sebagai seorang istri yang candu akan alkohol. Sementara dalam sejarah aslinya, Kitty menjadi sosok penting dalam keberlangsungan Proyek Manhattan. 

Kendati demikian, kekurangan tersebut tak mengurangi nilai estetika yang disuguhkan dalam film Oppenheimer. Penggemar sejarah, khususnya Perang Dunia II, akan dimanjakan saat menonton film ini. Menghabiskan waktu 3 jam untuk menonton film ini tidak akan terasa lama dan membosankan. 

Nolan menggarap film Oppenheimer dengan nyaris sempurna karena menceritakan kisah hidup tokoh utama berdasarkan kejadian sebenarnya. Hal ini sontak membuat penonton ikut berpikir dan mempertanyakan kembali banyak hal yang sebelumnya hanya menjadi sebuah misteri. 

Oppenheimer karya Christopher Nolan merupakan sebuah film mewah dan klasik yang digadang-gadang akan menjadi sebuah film kegemaran banyak orang di masa mendatang. Selamat menonton!

 

Penulis: Verheina Jasmine Shakatax

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top