
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis yang ke-61 pada Senin (15/03), pukul 14.00 WIB. Webinar bertajuk “Business Models and Business Model Innovation in Relation to Digitization Sustainability and COVID-19” tersebut, diadakan semi-offline bertempat di Hall Gedung Kewirausahaan dengan peserta terbatas dan menggunakan kanal Zoom Cloud Meetings.
Diawali dengan sambutan Dekan FEB Undip, Suharmono yang menyampaikan bahwa dirinya banyak berterima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FEB Undip karena berkat kinerja dan solidaritas semua pihak, berhasil mendapatkan akreditasi A pada semua program studinya. Menjajaki tahun ke-61 usianya, FEB Undip juga banyak menorehkan prestasi, seperti berhasil menempati posisi ke-4 program studi ekonomi terbaik tingkat nasional serta berada pada urutan 501-550 tingkat internasional versi QS World University Rankings 2021.
Beliau juga memaparkan bahwa FEB telah bekerja sama dengan banyak mitra, seperti: Kerja sama Double Degree, Double Degree dan riset dengan Universitas bereputasi (National University Singapore, 2021), dan masih banyak lagi. FEB juga merupakan satu-satunya fakultas yang memiliki Financial Laboratory di Indonesia.
“Kepada mahasiswa-mahasiswa tercinta, tetap semangat untuk menuntut ilmu, tetap bergerak, jangan mager, dan semoga kita tetap belajar dengan antusias meskipun ada sedikit kendala karena pandemi,” pesan beliau sekaligus menjadi penutup pada sambutannya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (IKAFE Undip), Saiful Bahri. Awalnya beliau menyampaikan bahwa langkah pemerintah untuk menekan angka Covid-19, yaitu dengan mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), memiliki dampak menurunnya perekonomian di Indonesia. Bahkan, banyak dari pelaku usaha harus menutup usahanya dikarenakan tidak dapat bertahan dengan kondisi seperti ini.
“Sejatinya, situasi turbulen seperti ini bukanlah akhir dari segalanya. Asalkan kita mau melakukan sedikit perubahan-perubahan agar tetap dapat bertahan. Dinamika kapabilitas ini sangat penting dimiliki, dan itulah mengapa mindset kita tidak boleh yesterday logic, “ ujarnya
Acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Timber Haaker, Profesor of Business Models Saxion University of Applied Sciences. Beliau mengatakan untuk tetap berbisnis di tengah pandemi seperti ini diperlukan inovasi-inovasi baru, seperti mengganti pola penawaran produk, menemukan target konsumen-konsumen baru, serta menggunakan aset-aset yang dimiliki untuk menghasilkan produk baru.
Berdasarkan survey yang dilakukan di 37 negara dengan total 453 responden menyebutkan bahwa pola pemasaran produk menggunakan media digital mengalami kenaikan yang cukup signifikan di masa pandemi seperti sekarang. Contoh platform bisnis digital antara lain: LinkedIn, Spotify, Uber, Google, Facebook, Twitter, Netflix, dan sebagainya.
Acara ditutup dengan penyerahan cideramata pada perwakilan tenaga kependidikan yang purna tugas oleh Dekan FEB, Suharmono dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Dosen Program Studi S1- Ekonomika Islam, Marwini.
Reporter: Diana Putri
Penulis: Diana Putri
Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti