Journalism Talk for Millenials (JTM) LPM Mercusuar 2021: Peran Jurnalis Muda Melawan Kasus Infodemik di Tengah Pandemi

Pemaparan topik Infodemik oleh Aqwam F. Hanifan. (Sumber: Manunggal)

Warta Utama – Pandemi Covid-19 yang masih eksis secara global menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali profesi pers sebagai garda terdepan dalam penyaluran berita yang hangat di tengah masyarakat. Mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Gueterres, musuh utama kita (dunia, red) saat ini tidak hanya #COVID19, tetapi juga misinformasi yang seringkali dihubungkan dengan pemberitaan infodemik.

Terinspirasi akan tantangan dan peluang jurnalis di era pandemik, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mercusuar Universitas Airlangga Surabaya menyelenggarakan sebuah forum diskusi terbuka bertajuk Journalism Talk for Millenials (JTM) 2021 dengan mengangkat tema “Menghadapi Infodemik, Tantangan, dan Peluang Jurnalis di Era Pandemi”. Forum ini diselenggarakan pada Sabtu (13/03) pukul 09:00-12:00 WIB via Zoom Cloud Meetings.

“Untuk JTM sendiri baru pertama kali diselenggarakan,” ungkap Diyanah Shabitah, Ketua Pelaksana JTM 2021 sekaligus Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM Mercusuar, dalam wawancara eksklusif bersama awak Manunggal via Whatsapp pada Minggu (14/03).

Sebelumnya, kegiatan berupa forum diskusi tematik hanya dilakukan di tingkat internal LPM saja. “Kebetulan karena tahun ini ada agenda untuk branding LPM (LPM Mercusuar, red), akhirnya kami membuat agenda supaya diskusi tematik bisa dijadikan tingkat nasional dengan mengangkat isu-isu yang aktual saat ini, khususnya tentang tantangan dan peluang jurnalis di era pandemi,” imbuhnya

Dalam kesempatan wawancara, mahasiswi program studi Ilmu Politik yang akrab disapa Diyanah itu juga menjelaskan tantangan di balik proses kreatif terkait penyelenggaraan perdana JTM 2021. Kegiatan ini berkolaborasi dengan narasumber dari media terbaik di Indonesia, yakni Ahmad Arif, Jurnalis Senior Kompas, juga Ketua Umum Jurnalis Bencana dan Krisis; Aqwam F. Hanifan, Produser Investigasi Narasi TV; serta Vany Fitria, Eks Reporter Narasi TV.

Infodemik dan Peran Jurnalis Muda di Era Pandemi

Dilansir pada presentasi salah satu pembicara JTM 2021 Aqwam F. Hanifan, infodemik merupakan informasi yang melimpah, baik online maupun offline. Situasi ini termasuk upaya yang disengaja untuk menyebarkan informasi yang salah guna melemahkan respons kesehatan masyarakat sekaligus memajukan agenda alternatif kelompok atau individu.

Infodemik dapat terjadi kapan saja dan sangat berpengaruh dalam dunia jurnalistik dalam melakukan publikasi terhadap suatu informasi, apalagi kemampuan yang dibutuhkan untuk menyeleksi infodemik yang disampaikan pemerintah lebih susah daripada mengatasi infodemik di tengah masyarakat. Maka dari itu, Aqwam memberikan beberapa tips bagi para jurnalis muda untuk dapat melawan penyebaran infodemik yang semakin marak, utamanya terkait perkembangan virus COVID-19.
“Pertama, jangan mengamplifikasi berita bohong, lebih baik jujur secara fakta yang dapat berpengaruh besar di masyarakat.” tandas Aqwam.

Kemudian, meng-upgrade kemampuan para jurnalis muda agar terbiasa melakukan investigasi secara skeptis dengan cara membaca jurnal, memperkuat riset, diskusi dengan para ahli, sampai menyeleksi sumber-sumber berita yang kredibel sehingga menghasilkan berita yang baik pula.
Lebih lanjut, Aqwam menegaskan bahwa kelengkapan berita dan cover both side menjadi syarat mutlak kevalidan, terutama untuk judul karena judul merupakan rangkuman isi berita.

Reporter: Christian Noven
Penulis: Christian Noven
Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *