Mahasiswa KKN Tematik 2 Undip 2021 Memanfaatkan Kopi Menjadi Berbagai Macam Makanan dan Minuman Fungsional

Produk teh dari daun kopi dengan bahan tambahan jahe dan sereh oleh mahasiswa tim KKN 2 Universitas Diponegoro. (Sumber: Dok. Pribadi)

Citizen Journalism – Biji kopi merupakan hasil utama dari tanaman kopi yang menjadi perhatian dan prioritas dalam pengolahannya. Namun, pada kenyataannya semua bagian dari tanaman kopi dapat dimanfaatkan dengan baik. Di antaranya yaitu daun dan kulit kopi yang dapat dijadikan sebagai minuman berkhasiat karena mengandung senyawa antioksidan yang tinggi.

 

Di Desa Pulosari, pada awalnya hanya memanfaatkan daun kopi dan kulit kopi (cascara) sebagai pupuk. Lalu sisanya hanya dibuang sebagai limbah. Daun dan kulit kopi di daerah Pulosari dan sekitarnya masih kurang mendapat perhatian karena tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal daun dan kulit kopi memiliki  potensi yang tinggi untuk dijadikan sebagai pangan fungsional.

 

Berdasarkan literatur, daun kopi mengandung senyawa antioksidan yang tinggi,  antara lain alkaloid, saponin, polifenol, dan flavonoid yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas ke dalam tubuh. Daun kopi juga mengandung mangiferin yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan tekanan darah, dan memberikan efek melegakan, serta kadar kafein pada daun kopi yang rendah sehingga tidak menimbulkan efek gugup.

 

Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa Teknologi Pangan dalam KKN Tematik 2 Undip, Fairus Dian Maulida, Intan Risviani Istiqfara dan Nabyla Hasna Fakhira berinovasi dengan mengolah limbah daun kopi dan kulit kopi tersebut menjadi teh daun kopi dan teh cascara celup. Inovasi pembuatan teh dari daun dan kulit kopi tersebut hadir berdasarkan hasil dari observasi dan tanya jawab kepada salah satu pemilik usaha kopi “Kopi Tugu Juang” di Pulosari yaitu Hasan. Inovasi produk teh daun kopi telah diinformasikan kepada warga sekitar dan direspon sangat hangat untuk menerima produk baru tersebut.

 

Bukan hanya itu, mahasiswa juga memberikan inovasi produk lain berupa kopi jahe celup dan yoghurt kopi sebagai inovasi minuman. Permen jelly kopi jahe dan churros kopi dengan saus karamel pada inovasi makanan juga turut menjadi perhatian untuk memaksimalkan pengembangan produk olahan kopi oleh UKM Kopi Tugu Juang maupun petani kopi serta warga Desa Pulosari.

 

Penggunaan bahan tambahan jahe dalam produk kopi jahe celup dan permen jelly kopi jahe merupakan bentuk upaya untuk memanfaatkan sumber daya lain yang dimiliki Hasan, yaitu Jahe. Selain itu, jahe sendiri dapat berfungsi dalam peningkatan imun tubuh, mengingat maraknya kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Adapun penggunaan teknik celup pada teh cascara dan kopi celup dinilai menambah nilai kepraktisan saat penyeduhan. Yoghurt kopi dan churros kopi juga merupakan inovasi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan nilai jual produk kopi karena UKM Kopi Tugu Juang hanya menjual kopi Arabica dan Robusta bubuk.

 

“Produk inovasi dari mahasiswa ini dapat dijadikan sebagai awal untuk membuat produk baru yang bisa dilanjutkan oleh kami dan warga sekitar,” ujar Hasan

Mahasiswa tim KKN 2 Universitas Diponegoro saat melakukan praktik pembuatan produk. (Sumber: Dok. Pribadi)

 

Melihat antusias warga terhadap inovasi produk yang telah dibuat dan dipraktikkan, diharapkan produk ini dapat memberikan manfaat bagi warga di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah untuk lebih memperhatikan hasil pertanian di lingkungan sekitar.

 

Penulis: Intan Risviani Istiqfara, mahasiswa Teknologi Pangan 2018

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top