Kenali Rondhan: Mobil Listrik Aerodinamis Karya Antawirya Undip

Mobil Rondhan karya Tim Antawirya Undip ketika melaju di jalan.
(Sumber: Antawirya Undip)

 

Warta Utama — Antawirya Undip  telah berhasil melakukan inovasi dengan membuat mobil aerodinamis berbasis listrik yang diberi nama “Rondhan”.  Nama tersebut diketahui berasal dari tombak yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro. Dalam proses pembuatannya, mobil hemat energi ini menggunakan bahan yang ringan dan ramah lingkungan untuk mencapai efisiensi yang maksimal. 

Mobil aerodinamis adalah mobil yang dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi aerodinamis dalam pergerakannya. Prinsip aerodinamika digunakan untuk mengurangi hambatan angin atau gaya angkat yang dihasilkan oleh aliran udara saat bergerak. Tujuan dari desain mobil aerodinamis adalah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, meningkatkan efisiensi energi, dan meningkatkan performa serta stabilitas mobil pada kecepatan tinggi.

Konsep mobil Rondhan sendiri mulai dikembangkan sejak Desember 2022, hingga kini tahap manufaktur telah selesai dilakukan. Tim Antawirya Undip memilih menggunakan alumunium yang kuat dan ringan serta karbon fiber untuk badani mobil ramah lingkungan tersebut. Penggunaan material memberikan banyak keunggulan bagi mobil kategori prototipe ini, salah satunya bobot ringan yang dimiliki dibandingkan para kompetitor. 

“Kita riset dulu semuanya, kita cari bahan yang paling ringan dan ramah lingkungan juga. Kita cari bahan yang memang dikhususkan untuk mobil hemat energi. Jadi untuk kerangkanya kita pakai alumunium, jenisnya pun yang kuat dan ringan juga. Kalau untuk bodinya kita pakai carbon fiber,” jelas Rafli Alamsyah selaku manajer Electric Vehicle (EV) saat dimintai keterangan pada, Kamis (4/5).

Untuk memastikan keamanan, Rafli juga menjelaskan bahwa Rondhan telah di desain dan diuji dengan pembebanan statis maupun dinamis. Rondhan termasuk dalam kategori prototipe, sehingga bobotnya minimal 50 kilogram dan hanya dapat menampung satu penumpang. Selain itu, bentuk mobil ini tidak seperti mobil konvensional lainnya, tetapi memiliki bentuk aerodinamis yang sangat kompak.

“Mobil ini sebelumnya sudah kita konsepkan, ada yang namanya pembebanan secara statis maupun dinamis, saat mobil ini jalan dan saat ada driver-nya, sudah kita pastikan kuat. Sebelum kita rancang bentuknya, kita sudah desain dulu untuk pembebanannya, jadi seharusnya aman,” tuturnya.

Awalnya, Rondhan dan satu mobil lainnya hendak dirancang sebagai mobil kategori urban gasoline. Namun, karena aturan lomba melarang keikutsertaan dua mobil dalam kategori yang sama, rancangan Rondhan diubah menjadi mobil kategori prototipe yang menjadi kebanggaan Antawirya Undip untuk mengikuti lomba.

“Bedanya, kalau urban gasoline lebih mirip ke mobil konvensional, sedangkan prototipe bentuknya menyerupai peluru,” ungkap Rafli.

Dalam hal efisiensi, mobil yang dilengkapi baterai berkapasitas 48 volt dengan batas overcharge sebesar 53-55 volt ini, masih dalam tahap penelitian lebih lanjut, karena masih banyak pengujian yang perlu dilakukan. Berdasarkan dengan waktu pengisian baterai sekitar satu hingga dua jam, Rondhan dapat menempuh jarak sekitar 20 kilometer, meskipun mobil disarankan untuk berhenti saat baterai di bawah 48 volt.

Menjelang pelaksanaan lomba, tim Antawirya Undip masih terus berupaya untuk mencari mapping atau pemrograman yang paling optimal guna memastikan kinerja mesin Rondhan sesuai dengan kebutuhan. Harapan tim dalam jangka pendek adalah agar Rondhan dapat meraih juara dalam Shell Eco Marathon pada Juli 2023 di Mandalika dan Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) pada Oktober 2023. Dengan waktu yang masih tersisa, tim berupaya semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan performa mobil ini guna mencapai hasil yang diharapkan dalam kompetisi tersebut.

Melihat inovasi yang sedang digarap ini, Rafli berpesan bagi para calon mahasiswa yang tertarik pada bidang otomotif agar mendaftar ke jurusan Teknik Mesin dan bergabung ke Antawirya Undip, sehingga aspirasinya dapat disalurkan ke wadah yang tepat.

“Untuk kalian yang tertarik dengan mesin terutama otomotif, masuk ke Teknik Mesin, daftarkan diri kalian di Antawirya karena semua aspirasi kalian bakal disalurkan, wadahnya ada. Dan kalau bisa dapat yang bagus, kita bisa juara, membanggakan nama kampus,” pungkas Rafli.

 

Reporter : Yuki Kristina Lase, Hesti Dwi Arini
Penulis : Yuki Kristina Lase

Editor : Arbenaya Candra Pradana, Fahrina Alya Purnomo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top