Semarangan – Bertepatan dengan tanggal 1 Rajab pada Kamis (2/2) lalu, Kampung Nelayan Tambakrejo menggelar acara Grebek Kampung Nelayan dalam rangka memperingati satu tahun pindahan Kampung Nelayan Tambakrejo.
Acara tersebut baru diselenggarakan pertama kali tahun ini, dan rencananya akan diselenggarakan setiap tahunnya di tanggal yang sama untuk memperingati peristiwa pindahan warga Kampung Nelayan pasca penggusuran dari bedeng (hunian sementara) menuju deret (hunian saat ini). Semua warga Kampung Nelayan ikut serta dalam perayaan tersebut, mahasiswa-mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin bergabung juga diperkenankan untuk turut memeriahkan acara.
“Seperti orang pindahan, semua warga ikut serta untuk mengingatkan kita pada adat Jawa,” ujar Dani Rujito, Wakil Ketua RT setempat dalam sesi wawancara dengan Awak Manunggal pada Kamis (2/2). Tak hanya itu, Ibu RT setempat juga menambahkan bahwa acara Grebeg Kampung Nelayan diselenggarakan dengan kesepakatan dan swadaya finansial warga Kampung Nelayan sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan atas tempat tinggal yang lebih layak setelah penggusuran.
Serangkaian acara Grebeg Kampung Nelayan diawali dengan Kirab Boyongan (pindahan bersama-sama) dan dilanjutkan dengan tumpengan. Tumpeng berupa nasi kuning, ayam engkung, jajan pasar yang dimasak sendiri diarak keliling perumahan lalu didoakan bersama di depan masjid yang dipimpin oleh ustadz setempat, dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah maghrib, acara disambung dengan pengajian dan ditutup dengan nonton bareng. Tak hanya warga setempat, mahasiswa, masyarakat umum, serta perwakilan LBH pun turut menghadiri acara.
Tak sampai di situ, rangkaian acara peringatan di Kampung Nelayan tahun ini masih berlanjut dan berakhir di hari berikutnya pada Jumat (3/2). Bertajuk Senandung Senja di Kampung Nelayan, bagian dari acara Grebeg Kampung Nelayan ini diadakan dengan berfokus pada pementasan seni dari anak-anak dan remaja setempat serta seniman yang diselenggarakan pukul 15.30 – 17.00 WIB.
Kendati saat ini pandemi Covid-19 masih belum usai, acara Grebeg Kampung Nelayan tetap berjalan dengan lancar dan meriah. “Warga tidak ada yang terkena Covid karena percaya Tuhan, dan sebagian bekerja di laut, setelah bekerja juga langsung pulang ke rumah dan tidak keluar. Alhamdulillah tidak pernah mendapatkan teguran” pungkas Dani.
Reporter: Vergia Ayunda Tiara Mawardhani
Penulis: Zainab Azzakiyyah
Editor: Rafika Immanuela Ahmad, Malahayati Damayanti Firdaus


