Mahasiswa baru duduk di tribun tanpa atap akibat tidak kebagian tenda(Sumber: Undip TV)
Warta Utama – Closing Ceremony Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro (Undip) sukses diselenggarakan pada Minggu (20/8) di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang pukul 06.00 WIB.
Euforia ODM Undip yang digelar tahun ini terasa meriah dibandingkan tahun lalu yang masih terbatas karena adanya Covid-19. Kemeriahan ODM Undip 2023 terdiri dari mozaik, penampilan Tari Lestari Alamku dan Manggar Mayang, parade, mahakarya, dan penampilan oleh para bintang tamu.
Pembicara yang keren juga turut hadir memeriahkan acara, yaitu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia serta jurnalis dan pendiri Narasi Najwa Shihab mampu menambah insight bagi mahasiswa baru.
Tidak cukup sampai disitu, ODM Undip juga menghadirkan grup musik Nidji sebagai hiburan dan konser gratis. Mahasiswa baru dengan antusias turut serta bernyanyi dan berjoget bersama. Namun, keberjalanan ODM Undip tidak terlepas dari komentar orang paling berpengaruh di Undip.
Prof. Yos Johan Utama, S. H. M. Hum., selaku rektor Undip merasa malu karena nama Undip sedang dipertaruhkan. Fasilitas yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) di mana mahasiswa baru harus mendapatkan pelayanan yang layak.
“Saya betul-betul malu atas apa yang terjadi hari ini. Ada 2000 mahasiswa yang belum dapat makan. Sekali lagi saya mohon maaf karena aparat-aparat di bawah saya tidak bekerja dengan baik,” tutur Prof. Yos dalam sambutannya.
Tenda yang diperuntukkan bagi mahasiswa, jumlahnya terbatas sehingga mahasiswa baru harus duduk di bawah teriknya panas matahari. Mahasiswa baru yang sudah tidak nyaman diperbolehkan meninggalkan stadion oleh rektor.
“Setelah mozaik selesai, semua disuruh cari tempat duduk. Karena rame banget, nggak ada tempat lagi di tenda akhirnya disuruh duduk di tribun yang mana nggak ada atapnya dan langsung kesorot matahari,” ungkap Aditya Sahrum Kusumah, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2023.
Penulis: Hesti Dwi Arini, Nuzulul Maghfiroh
Reporter: Hesti Dwi Arini, Mayang Carolline
Editor: Arbenaya Candra Pradana, Fahrina Alya Purnomo