Dewi Kandri, Pesona Ragam Wisata Pedesaan

Pengunjung desa wisata Kandri tampak antusias mengikuti kegiatan river tubing (Nina/Manunggal)

Pengunjung desa wisata Kandri tampak antusias mengikuti kegiatan river tubing (Nina/Manunggal)

Omah Pintar Petani

Desa yang memiliki luas kurang lebih 245,490 Ha ini memiliki saung yang berlokasi di pusat desa bernama Omah Pintar Petani (OPP). OPP ini difungsikan sebagai pusat kegiatan dan pemberdayaan masyarakat yang merupakan salah satu bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dari Pertamina dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Disana, terdapat pengolahan limbah tanaman yang ‘disulap’ menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Aktifitas yang dinamakan Kandri Ethnic ini menghasilkan beberapa karya seni yang dipasarkan secara online. Laba dari penjualan tersebut disisihkan untuk Pokdarwis, masyarakat dan pemberdayaan desa.

Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Disbupdar Kota Semarang, Giarsito Sapto Putratmo ketika ditemui di Dewi Kandri menyampaikan kebanggaannya terhadap desa Kandri. “Perkembangannya luar biasa, potensi yang mereka (Desa wisata, red) punya seperti event budaya, potensi alamnya yang mereka kolaborasikan menjadi kunjungan wisata, baik itu di dalam maupun di luar Semarang. Perkembangan ini yang diharapkan pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat, jadi guidenya dari masyarakat, UMKM-nya dari masyarakat, dan mereka menerima penghasilan tambahan langsung,” ujar Sapto ketika ditemui di OPP Desa Kandri, Minggu (20/3). (Fajrin/Manunggal)

Versi cetak artikel ini terbit di tabloid Manunggal Edisi I Tahun XVI Agustus 2016  di halaman 11 dengan judul “Dewi Kandri, Pesona Ragam Wisata Pedesaan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *