Dewi Kandri, Pesona Ragam Wisata Pedesaan

Pengunjung desa wisata Kandri tampak antusias mengikuti kegiatan river tubing (Nina/Manunggal)

Pengunjung desa wisata Kandri tampak antusias mengikuti kegiatan river tubing (Nina/Manunggal)

Paket Wisata

Di balik hamparan sawah dan pertanian yang membentang di Desa Kandri, terdapat berbagai macam paket wisata yang bisa dinikmati di sana. Paket wisata tersebut dikelola oleh beberapa pokja, yaitu Pokja Pandu Jaya yang menyuguhkan keasyikan River Tubbing, Pokja Wisata Jaya untuk wisata outbond dan fieldtrip, Pokja Mekarsari yang mengajak para pengunjung menelusuri keberagaman kuliner desa Kandri dan Cooking Class, Pokja Homestay untuk pengunjung yang ingin merasakan tinggal bersama warga desa Kandri dalam Live in Kandri, dan Pokja Trilanggeng Budoyo yang menyuguhkan ragam kesenian dan kebudayaan, seperti kemplingan, ketoprak,  jathilan dan kesenian lesung.

Pengunjung dapat memilih paket wisata yang telah disediakan oleh Desa Wisata Kandri. Paket wisata tersebut terdiri dari paket pintar untuk siswa SD/SMP yang menawarkan wisata nyawah, kuliner dan berkunjung ke objek wisata Goa Kreo. Paket lainnya adalah Paket River Tubbing yang disediakan bagi para pecinta petualangan untuk menyusuri derasnya sungai. Seluruh paket wisata tersebut tidak hanya dapat dipesan secara terpisah, namun dapat divariasikan sesuai keinginan.

Setelah bermain River Tubbing sepanjang 3,5 Km, Fendy Sunardi berharap bisa kembali mengunjungi Desa Kandri. “Seru bukan main. Enggak nyangka aja bisa nemu keseruan seperti ini di sebuah desa. Bakalan nyoba lagi kapan-kapan”, ujar Fendy.

Paket wisata lain yang ditawarkan oleh Desa Wisata Kandri adalah Homestay dan Cooking Class. Paket wisata Homestay mengajak pengunjung untuk hidup membaur dengan masyarakat desa Kandri dalam waktu tertentu. Sedangkan paket Cooking Class merupakan kegiatan memasak makanan khas Kandri dan berbagai ‘eksperimen’ olahan makanan hasil pertanian Desa Kandri.

Selain itu, serangkaian acara Gelar Budaya siap mengedukasi pengunjung melalui ragam seni dan budaya Desa Kandri. Tradisi Nyadran Kali di Sendang merupakan kegiatan pokok dari acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pementasan kesenian dan arak-arakan replika gong dan kepala sapi, sesaji, tumpeng, sego kethek, dan lain-lain ke Sendang Gedhe dan Sendang Jambu. Replika gong dan kepala sapi yang diarak merupakan simbol dari mitos yang berkembang di Desa Kandri. Konon, dulu terdapat sumber mata air yang sangat besar di sana, lalu mata air tersebut ditutup dengan replika gong dan kepala sapi agar tidak membanjiri Kandri. Sedangkan sendang Gedhe dan Jambu dijadikan tujuan akhir arak-arakan karena keduanya dianggap keramat oleh warga sejak zaman dulu. Mitos dan cerita rakyat itulah yang menjadi latar bagi lahirnya tradisi Nyadran Kali di Sendang. Gelar Budaya ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali pada Kamis Kliwon di bulan Jumadil Akhir. Tahun ini Gelar Budaya Kandri dilaksanakan pada 31 Maret lalu.

Selain untuk melestarikan budaya, acara gelar budaya diselenggarakan juga untuk mempromosikan kearifan lokal yang di miliki Desa Wisata Kandri. “Ya, alhamdulillah, ketika kita tutup buku tahun 2015 kemarin, total ada 3200 wisatawan yang berkunjung”, ujar Sekretaris Pokdarwis, Zubaidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *