
Perjalanan – Setiap tahunnya, sekitar 600 ribu orang datang ke Pare, Kabupaten Kediri, untuk belajar bahasa Inggris. Keberadaan berbagai lembaga kursus beserta camp yang disediakan membuat suasana belajar di kawasan ini hampir selalu ramai. Tak heran, daerah ini dikenal luas sebagai Kampung Inggris. Di balik sebutan tersebut, tersimpan kisah sederhana Mr. Kalend yang mampu mengubah keterbatasan menjadi sebuah kesempatan.
Ia adalah Mohammad Kalend yang akrab dipanggil Mr. Kalend yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Mr. Kalend pernah menempuh pendidikan di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Namun, ketika memasuki tahun kelima masa belajarnya, dia terpaksa berhenti sekolah karena kurangnya dana. Keadaan ekonomi yang sulit bahkan membuatnya tidak mampu kembali ke kampung halaman yang telah ia tinggalkan sejak 1972.
Di tengah situasi tersebut, seorang teman memperkenalkannya kepada Achmad Yazid, guru di Desa Pare yang dikenal sebagai poliglot dan menguasai delapan bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Arab, Belanda, Jerman, Prancis, Jepang, Ibrani, dan Persia. Kesempatan itu dimanfaatkan Kalend untuk memperdalam kemampuan bahasa, khususnya bahasa Inggris yang sejak awal menjadi fokusnya. Selama belajar, ia tinggal di serambi sebuah masjid kecil sambil mempelajari bahasa Arab dan bahasa Inggris di bawah bimbingan Achmad Yazid.
Perjalanan Kalend sebagai pengajar bermula secara tidak terduga. Saat Achmad Yazid berada di Majalengka, dua mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya datang untuk belajar bahasa Inggris sebagai persiapan ujian. Karena Achmad Yazid tidak berada di tempat, Kalend menggantikannya mengajar. Kedua mahasiswa tersebut membawa sekitar 350 soal bahasa Inggris dari buku Nine Hundreds, yang ternyata pernah dipelajari Kalend saat menempuh pendidikan di Gontor. Berbekal pengetahuan itu, ia membimbing mereka selama lima hari hingga berhasil lulus ujian. Keberhasilan tersebut menyebar dari mulut ke mulut di kalangan mahasiswa IAIN Sunan Ampel sehingga semakin banyak mahasiswa datang ke Desa Pare untuk belajar kepadanya.
Antusiasme para pelajar menjadi awal lahirnya kelas bahasa Inggris pertama di Pare. Melihat minat yang terus meningkat, Kalend mendirikan Basic English Course (BEC) yang resmi dibuka pada 15 Juni 1977 dengan enam peserta pertama. Selain mengajarkan bahasa Inggris, BEC juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan akhlak kepada para siswanya. Seiring bertambahnya jumlah peserta, BEC berkembang dari tempat belajar sederhana menjadi lembaga yang semakin dikenal masyarakat.
Meningkatnya minat belajar bahasa Inggris membuat semakin banyak pelajar dari berbagai daerah datang ke Pare. Perkembangan tersebut mendorong berdirinya berbagai lembaga kursus baru, sebagian di antaranya didirikan oleh alumni BEC. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut memperluas kesempatan belajar bahasa Inggris sekaligus membentuk lingkungan belajar yang lebih luas di kawasan Pare.
Bertambahnya peserta kursus juga mendorong munculnya camp sebagai tempat tinggal selama mengikuti pembelajaran. Keberadaan camp menjadi bagian penting dari pengalaman belajar karena peserta tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi dengan sesama peserta. Suasana belajar yang berlangsung hampir sepanjang hari menjadi salah satu ciri khas Kampung Inggris.
Perkembangan lembaga kursus dan camp membuat Pare semakin dikenal sebagai tujuan belajar bahasa Inggris. Informasi mengenai Kampung Inggris menyebar melalui para alumni yang kembali ke daerah asal mereka dan membagikan pengalaman belajar kepada masyarakat. Akibatnya, semakin banyak pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum datang ke Pare untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun kebutuhan komunikasi.
Dari tahun ke tahun, jumlah peserta terus meningkat. Hal itu mendorong lahirnya berbagai program pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Perkembangan tersebut tidak hanya menjadikan Pare dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dari berbagai daerah mendorong berkembangnya usaha tempat tinggal, kuliner, transportasi, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Aktivitas belajar pun tidak lagi hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan tersebut.
Kini, Kampung Inggris dikenal luas sebagai salah satu destinasi belajar bahasa di Indonesia. Setiap tahunnya, sekitar 600 ribu orang datang ke Pare untuk belajar bahasa Inggris. Perkembangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang berawal dari keberanian Kalend memanfaatkan kesempatan belajar, berdirinya BEC, hingga meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Dari satu lembaga kursus, Pare kemudian berkembang menjadi ekosistem pendidikan bahasa dengan ratusan lembaga kursus dan camp.
Lembaga yang berawal dari ruang belajar sederhana di depan masjid itu kini menjadi cikal bakal Kampung Inggris Pare yang tetap menjadi tujuan belajar bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana. Keterbatasan yang pernah dihadapi Mr. Kalend justru menjadi awal perjalanan yang tidak hanya mengubah kehidupannya, tetapi juga membawa manfaat bagi banyak orang. Dari enam peserta pertama BEC hingga ratusan ribu peserta setiap tahun, Kampung Inggris menjadi bukti bahwa sebuah kesempatan kecil dapat berkembang menjadi ruang belajar yang berdampak luas.
Penulis: Dewi Qurrotu ‘Aini
Editor: Salsa puspita, Andaru surya
Referensi:
Admin 2 Interpeace. (2024, Mei). Sejarah Kampung Inggris Pare. https://interpeacepare.com/sejarah-kampung-inggris-pare-4/
ANTARA Jatim. (2022, April). Pemkab Kediri anggarkan Rp50 miliar untuk perbaikan fasilitas Kampung Inggris. Antaranews.com. https://jatim.antaranews.com/berita/595233/pemkab-kediri-anggarkan-rp50-miliar-untuk-perbaikan-fasilitas-kampung-inggris
Asa Zukhal. (2025, April). Awal Mula & Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri. Titiknolenglish.com. https://titiknolenglish.com/sejarah-kampung-inggris-pare-kediri
Ciputra, W. (2022, Februari). Sejarah Kampung Inggris Pare, Destinasi Eduwisata di Jawa Timur. Kompas.com. https://surabaya.kompas.com/read/2022/02/15/144141378/sejarah-kampung-inggris-pare-destinasi-eduwisata-di-jawa-timur?page=all
SEO IMPACTA. (2026, Juli). Sejarah Kampung Inggris Pare, Lokasi, dan Gambaran Lengkap Kawasan Belajar Bahasa. Kampunginggris.id. https://www.kampunginggris.id/sejarah-kampung-inggris-pare



