Opini

Mahasiswa atau Mahasewa? Stigma yang Mendelegitimasi Gerakan Mahasiswa

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa Semarang di depan Gedung Gubernur Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, (18/2) (Sumber: Manunggal)   Opini – Baru-baru ini, aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” yang digelar oleh mahasiswa di berbagai daerah menuai sorotan publik. Mahasiswa turun ke jalan sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang mereka anggap tidak berpihak […]

Mahasiswa atau Mahasewa? Stigma yang Mendelegitimasi Gerakan Mahasiswa Read More »

Indonesia Terjepit dalam Cengkeraman Kekuasaan: Tetap Diam atau Lawan?

Mural digital meminta pembebasan Ravio Patra hasil karya Amnesty Internasional (Sumber: indotelko.com)   Opini – Di tengah hiruk-pikuk politik yang kian menyesakkan, Indonesia kini berada di persimpangan yang menyakitkan. Di satu sisi, ada janji manis demokrasi dan kebebasan berpendapat; di sisi lain, realitas pahit menunjukkan bahwa keberanian untuk mengkritik telah berubah menjadi risiko hidup yang

Indonesia Terjepit dalam Cengkeraman Kekuasaan: Tetap Diam atau Lawan? Read More »

Serunya Main Negara-Negaraan di Kampus

Ilustrasi Kampanye Politik (Sumber: medcom.id)   Opini – Kontestasi pemilihan pemimpin, di mana pun terjadinya, tak pernah gagal menarik atensi publik. Persaingan antar pasangan calon (paslon) dipenuhi dengan adu program, gagasan, hingga janji-janji politik yang terdengar manis. Namun, tak hanya itu, “adu-aduan” ini juga terjadi pada tim pendukung atau kerap disebut tim sukses (timses). Ibaratnya,

Serunya Main Negara-Negaraan di Kampus Read More »

Patriarkisme dalam Program Keluarga Berencana

Ragam alat pencegah kehamilan (kontrasepsi) yang umum digunakan di Indonesia (Sumber: detik.com)   Opini – Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan menekan angka pertumbuhan penduduk. Program ini digembar-gemborkan dengan slogan, “Dua Anak, Cukup!”. Eksistensi program ini mengharapkan masyarakat Indonesia cukup memiliki dua anak dalam satu rumah. Maka dari itu, pemerintah

Patriarkisme dalam Program Keluarga Berencana Read More »

Scroll to Top