Bio Smart and Safe Bus: Kolaborasi dan Upaya Cegah Penyebaran Covid

Warta Utama – Universitas Diponegoro melalui Rektor, Prof. Yos Johan Utama resmi luncurkan Bio Smart and Safe Bus generasi kedua, Selasa (9/11) lalu. Bus ini merupakan hasil kolaborasi antara Undip, Karoseri Laksana, dan PO Sumber Alam. Dr. Alam Prasetyo, dosen Fakultas Kedokteran Undip sekaligus Ketua Tim matching fund Kedaireka menuturkan diskusi pembuatan bus untuk adaptasi di tengah pandemi ini telah dilakukan sejak April 2020. Dalam kolaborasi ini, tim Undip berasal dari ilmuwan tiap fakultas, seperti FK, FT dan FSM sebagai dasar peletakan konsep, sedangkan Karoseri Laksana dan PO Sumber Alam merancang sekaligus merealisasikannya. Hasilnya, Bio Smart and Safe Bus generasi pertama telah berhasil diluncurkan Desember tahun lalu.

“Bus generasi pertama sudah dibuat tetapi menjadi milik Sumber Alam. Kemudian, sekarang kami mengurus paten sehingga bus tersebut menjadi milik Undip, Sumber Alam, dan Karoseri Laksana,” tutur Alam Prasetyo saat diwawancarai oleh awak Manunggal di ruang Patologi Anatomik, RSUD Dr. Kariadi Semarang, Kamis (18/11).

Proyek Kedaireka Bio Smart and Safe Bus ini mendapat kucuran dana dari Kemdikbud senilai 2,4 M, mulai dari perencanaan, pembuatan, Webinar Pelatihan Matching Fund yang telah dilaksanakan Sabtu (24/9), hingga peresmian.

“Bio Smart and Safe Bus merupakan proyek untuk mengembangkan, merekayasa, dan mengaplikasikan patobiologi segitiga sehat yang menyeimbangkan tiga sisi agar tetap sama,” jelas Dr. Alam.

Tiga sisi tersebut merupakan host (penumpang), environment (lingkungan), dan pathogen (agen) (Prasetyo, 2020:5).

“Kita merekayasa kabin bus untuk mempertahankan keseimbangan segitiga sehat sehingga bisa menjadi solusi mengatasi pandemi,” imbuhnya.

Dari aspek lingkungan, bus ini menerapkan prinsip physical distancing dengan menyediakan 25 kursi dari 50 kursi yang biasanya digunakan pada bus normal, memperhatikan sirkulasi udara, dan membatasi populasi dalam ruangan. Sedangkan, aspek agen dapat dilihat dari adanya filter, kepadatan virus, dan penelitian terhadap mutasi virus dalam bus, dikutip dari ikaundip.org “Memahami Bio Smart & Safe Bus di Masa Pandemi Bersama Undip”.

Bio Smart and Safe Bus memiliki sistem sirkulasi udara yang berbeda dengan bus biasanya, yakni menggunakan sirkulasi udara laminar atau tegak lurus seperti yang diterapkan pada pesawat terbang.

“Bus lain menggunakan sirkulasi udara turbulence atau berputar sehingga ketika ada yang bersin atau batuk, percikannya dapat menyebar ke seluruh ruangan,” jelas Dr. Alam.

Udara yang telah masuk ke bawah nantinya akan difilter oleh hepafilter yang merupakan sistem penyaring kuman yang digunakan untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus di kamar operasi. Selain itu, sistem ultraviolet juga dihadirkan untuk membunuh virus yang dibawa oleh udara tersebut. Perlindungan juga diterapkan pada kabin bus dengan melapisi nano silver yang berperan membunuh bakteri pada seluruh permukaan kabin.

”Aspek environment-nya minim virus karena sudah ada upaya memfilter dan membunuh,” jelasnya.

Sementara itu, aspek penumpang juga tidak luput dari perhatian. Penumpang disarankan menggunakan masker herbal yang didesain dengan ekstrak bunga sepatu dan paku pedang. Bunga sepatu merupakan salah satu bunga yang berperan membantu tubuh untuk membasmi bakteri. Masker ini dapat diperoleh gratis ketika hendak menumpangi Bio Smart and Safe Bus.

Tidak berhenti di situ, uji klinis tetap dilakukan oleh tim melalui perbandingan kondisi penumpang Bio Smart and Safe Bus dengan bus biasa. “Kami menguji bagaimana kondisi imun dan apakah terjadi peradangan saluran napas ketika sebelum dan setelah menaiki bus tersebut,” imbuhnya.

Dr. Alam di akhir wawancara memberikan tanggapan sekaligus apresiasi terhadap langkah Undip yang mau berkolaborasi dan memberikan ruang untuk berinovasi.

“Undip sudah berperan dalam Covid ini dan harus selalu menjadi universitas yang unggul dalam hal inovasi serta menyelesaikan problem hukum di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa seharusnya melihat kehidupan real masyarakat dan terlibat dalam menyelesaikan masalah tersebut,” tandasnya.

Reporter: Siti Latifatu, Aslamatur Riziqiyah
Penulis: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Scroll to Top