
Warta Utama – Amnesty Undip sukses menyelenggarakan Amnesty Tour: Jelajah Toleransi di Kota Semarang pada Minggu (24/4). Sebagai ajang untuk mengampanyekan toleransi beragama, Amnesty Tour mengajak para peserta berkunjung keempat tempat ibadah yang ada di Kota Semarang, yaitu Pura Agung Girinatha, Susteran PI Pondok Harapan, Vihara Mahabodhi Buddhist Centre, dan Masjid Nusrat Jahan.
Amnesty Tour ini merupakan kegiatan kedua dari kampanye isu toleransi yang diusung oleh Amnesty Undip, setelah sebelumnya berhasil mengadakan diskusi online tujuh agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan Kejawen sebagai penghayat kepercayaan.
“Isu toleransi ini kami angkat karena kami melihat banyak agama-agama minoritas, seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu itu kurang diterima dengan baik oleh warga warga setempat. Sering juga kami melihatnya kurang rukun gitu atau kurang mengayomi teman-teman minoritas lainnya,” jelas Koordinator Umum Amnesty Undip, Togas Billy Armando.
Para peserta Amnesty Tour datang dari berbagai universitas di Kota Semarang, seperti Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Peserta yang hadir terlebih dahulu berkumpul di depan SPBU Pertamina Undip dan berkendara ke Pura Agung Girinatha sebagai tempat tujuan pertama.Selain kampanye toleransi beragama, Amnesty Undip juga menggelar dua kampanye lainnya sebagai proyek utama, yaitu kampanye perempuan dan anak serta kampanye disabilitas. Sebagai Non-Governmental Organizational (NGO) yang bergerak di bidang perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty Undip berusaha untuk mengintervensi dalam membebaskan tatanan politik dan penyelewengan HAM di lingkungan Undip.
Amnesty Undip berharap dapat menjadi garda terdepan dalam penegakan hak asasi manusia di tingkat universitas dan menjadi sarana untuk mewujudkan kampus yang bebas dari segala bentuk tekanan dan menjunjung tinggi penghormatan akan hak asasi manusia, baik di tingkat universitas maupun tingkat nasional. Togar Billy Armando, atau yang akrab disapa Togar juga mengungkapkan harapannya atas terselenggaranya Amnesty Tour ini.
“Kita kan dibentuk dalam suatu budaya sebelum enam agama tersebut hadir, intinya dihormati saja dan jangan merasa yang paling benar. Harapannya teman-teman semua disini menjadi lebih luas pandangannya dengan kajian, diskusi, dan kami juga sudah mengajak teman-teman semua ke tempat-tempat ibadah ini. Semoga teman-teman ini juga bisa menyebarkan, bisa meng-influence, meng-encourage teman-teman yang lain tentang ilmu-ilmu yang sudah didapat dari apa yang kami persiapkan,” ungkap Togar.
Reporter: Fahrina Alya dan Hasna Kurnia
Penulis: Fahrina Alya
Editor: Rafika Immanuela, Malahayati Damayanti F
