Bisnis Case Smartphone Antibakteri (CASTURI), Inovasi Berbasis Nanosilver dan Daun Ketapang

Case Smartphone Antibakteri oleh mahasiswa Universitas Diponegoro yang kini telah diproduksi dan dipasarkan. (Sumber: Dok. Pribadi)

Citizen Journalism – Smartphone, sebagai salah satu bukti perkembangan zaman sudah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia di era modern ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018), 88,46% rumah tangga di Indonesia memiliki minimal satu nomor telepon seluler. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar memiliki smartphone. Berdasarkan survei yang dilakukan MacKay kepada 11.000 pengguna smartphone,  mereka mengatakan bahwa penggunaan smartphone minimal 3 jam sehari dan memeriksa smartphone sebanyak 58 kali sehari.

Hal tersebut menunjukan bahwa manusia memang tidak bisa lepas dari smartphone. Seseorang lebih cepat merespon pemberitahuan dari smartphone dan segera ingin memeriksanya. Hal ini disebabkan karena pengendalian diri yang rendah sehingga tidak mampu untuk mengontrol impuls agar tidak memeriksa smartphone.

Di masa pandemi Covid-19 ini penggunaan smartphone meningkat sekitar 5% – 10% karena masyarakat harus bekerja dan belajar di rumah. Penerapan lockdown memengaruhi tingkat penggunaan smartphone oleh masyarakat, baik untuk bekerja maupun sebatas mencari hiburan.

Meskipun beraktivitas di rumah, pada masa pandemi seperti ini sangatlah penting untuk tetap memperhatikan kebersihan dan menjaga kesehatan. Adanya bakteri jahat akibat kurangnya menjaga kebersihan dapat memengaruhi sistem imun sehingga tubuh rentan terkena penyakit, terutama virus Corona. Bakteri memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan benda yang terbuat dari plastik, seperti soft case smartphone. Bakteri memiliki kemampuan untuk menempel pada suatu benda karena gaya adhesinya yang tinggi. Meski demikian, gaya adhesi bakteri dapat dikontrol dengan modifikasi permukaan pada skala nano.

Masalah tersebut membuat sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro tergerak untuk membuat inovasi casing smartphone antibakteri. CASTURI “Case Smarthphone Antibakteri” merupakan sebuah inovasi produk casing smartphone  antibakteri berbahan baku nanosilver dan daun ketapang. Nanosilver merupakan partikel silver yang berukuran nano (sepermilyar atau 1/1.000.000.000) dengan sifat antibakterinya yang sangat baik. Adanya sifat antibakteri dapat mencegah penempelan bakteri dan kontaminasi benda dari bakteri. Nanosilver bekerja dengan merusak DNA bakteri sehingga menyebabkan kematian pada bakteri. Nanosilver memiliki kemampuan sifat antimikroba terhadap S. aureus dan E. coli yang merupakan bakteri penyebab penyakit seperti diare dan infeksi usus.

Untuk membuat ukuran nano pada partikel silver dibutuhkan zat untuk      mereduksi AgNO3 menjadi AgNP, salah satunya yaitu daun ketapang. Daun ketapang dapat menghambat 70% bakteri gram positif dan 63% bakteri gram negatif karena mengandung beberapa senyawa aktif, seperti steroid, tanin dan terpenoid.

Lima mahasiswa Undip yang mengembangkan Case Smartphone Antibakteri. (Sumber: Dok. Pribadi)

Produk CASTURI dikembangkan dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), yaitu  Galih Wiji Agung, Fakhri Santo Khoirudin, Risya Ulaya Maghfirah, Umi Widi Astuti, dan Wakhyu Nur Afni di bawah bimbingan dosen Noer Abyor Handayani. Produk ini mendapat bantuan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang tahun 2021. Produk ini mampu menjadi solusi praktis dan efektif bagi generasi milenial untuk melindungi diri dari kuman dan bakteri yang menempel pada smartphone. Melalui data penelitian di atas terbukti bahwa Nanosilver dan daun Ketapang memiliki sifat antibakteri dan memberikan double protecting pada “CASTURI”.

Saat ini produk “CASTURI” memiliki warna hitam dan bening dengan varian jenis casing akrilik dan TPU. Produk ini tersedia untuk beberapa macam smartphone, seperti iPhone, Xiaomi, Samsung, Vivo, dan Oppo.

Produk “CASTURI” telah lolos uji laboratorium Dinas Kesehatan Banyumas dan terbukti dapat membunuh kuman dan bakteri. Oleh karena itu, CASTURI telah dilakukan produksi dan pemasaran secara masal. Pemasaran dilakukan secara luring dan daring melalui Shopee, Tokopedia, WhatsApp Bussiness, dan Instagram. Harga yang ditawarkan adalah Rp.30.000 dengan target pasar adalah pengguna smartphone menengah atas, petugas medis, dan ibu rumah tangga yang peduli dengan kebersihan.

“CASTURI” memiliki keunggulan dari produk case smartphone antibakteri yang beredar di pasaran, antara lain: harganya yang ekonomis dan proses pembuatannya yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan biosintesis daun ketapang menjadikan case smartphone memiliki double protecting terhadap antibakteri.

 

Penulis: Umi Widi Astuti, mahasiswa Teknik Kimia 2018

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top