Formulir monitor civitas academica yang muncul di laman awal SSO Undip. (Sumber: Manunggal)
Warta Utama – Permasalahan virus Corona kian menjadi topik hangat sekaligus sebagai poin utama dalam mempertimbangkan segala aktivitas yang hendak dilakukan. Berbagai upaya, seperti vaksinasi, pelacakan, serta pemantauan masif digalakkan oleh berbagai unsur masyarakat untuk menekan penyebaran virus tersebut, tidak terkecuali Universitas Diponegoro. Undip melalui Diponegoro-Disaster Assistance Response Team (D-DART), yang merupakan tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tengah mengadakan monitoring Covid-19 melalui formulir yang muncul di laman awal Single Sign-On (SSO) Undip. Formulir tersebut bertujuan untuk memantau kondisi civitas academica Undip yang sebagian besar bekerja dan belajar dari rumah.
“Cara paling efektif untuk melakukan monitor adalah menggunakan kuesioner ketika masuk SSO karena hampir tiap hari kita mengunjungi website tersebut,” terang dr. Achmad Zulfa Juniarto, Ketua Umum D-DART Undip, saat dihubungi awak Manunggal via telepon WhatsApp, Sabtu (26/6).
Pemantauan ini disebabkan karena beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Kudus, Demak, Pati, Purwodadi tengah berada di zona merah, bahkan mencapai zona hitam. Menurut dr. Zulfa, pada jarak kurang dari 100 km, penyebaran virus akan lebih cepat, apalagi virus tersebut diduga varian Delta yang risiko penularannya jauh lebih berbahaya. Dari hasil monitoring, imbuhnya, banyak dari civitas academica yang saat ini tengah terindikasi atau bahkan terdampak Covid-19, baik diri sendiri maupun dari keluarganya. Bahkan, terjadi kenaikan kasus di wilayah Undip sendiri.
“Oleh karena itu, perlu diadakan strategi berikutnya untuk menangani masalah tersebut,” lanjutnya.
Menindaklanjuti Kegiatan Monitor, Undip Mengadakan Fasilitas Isolasi Mandiri bagi Seluruh Civitas Academica
Kegiatan monitor yang diadakan oleh D-DART tentu tidak berhenti sampai di situ. Tim D-DART juga akan melanjutkan strateginya menanggulangi Covid-19 dengan membuka layanan hotline yang disediakan untuk civitas academica Undip. Layanan yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini nantinya akan membantu konsultasi online, baik bagi yang bergejala atau tidak, maupun yang sudah terkonfirmasi Covid-19 atau belum; menyediakan tempat untuk isolasi mandiri dilengkapi dengan obat-obatan yang dibutuhkan; hingga pemantauan khusus selama menjalani isolasi mandiri.
“Nantinya kita akan terus memantau kesehatan badan (civitas academica yang positif Covid-19, red) dengan mengadakan senam virtual,” terang dr. Zulfa.
Untuk menunjang pelaksanaan isolasi mandiri, Undip akan menyedian beberapa paket yang dinilai sesuai dengan kebutuhan. Paket tersebut dapat berupa paket untuk mengecek kesehatan yang berisi termometer dan oksimetripulsa dan harus dilaporkan dua kali dalam sehari; paket obat vitamin, seperti Vitamin D3, Vitamin C, Zinc, serta obat untuk gejala flu dan batuk; hingga paket obat-obatan lanjut, seperti antibiotik dan antivirus. Fasilitas isolasi mandiri ini nantinya dapat diperoleh di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).
“Paket tersebut beserta isolasi mandiri yang disediakan adalah free dan Wakil Rektor II, Bidang Administrasi Umum dan Keuangan telah berkoordinasi dengan pihak RSND,” pungkasnya.
Reporter: Aslamatur Rizqiyah
Penulis: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro
