Hari Anti Narkoba Internasional: Saat Lin Zexu Menentang Jual-Beli Obat Terlarang

Beberapa jenis narkoba yang perlu diketahui. (Sumber: danapointrehabcampus.com)

Peristiwa ¾ Narkotika, psikotropika, dan obat terlarang atau yang lebih dikenal sebagai narkoba merupakan zat adiktif yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Banyak manusia mati secara sia-sia karena obat-obatan yang satu ini, mengingat jumlah kasus pemakaian narkoba tak kunjung mengalami penurunan yang signifikan di setiap tahunnya. Terus bertambah dan tak lagi dapat terakomodasi turut disebabkan oleh faktor produksi dan juga distribusi narkoba yang seringkali luput dari pengawasan pemerintah dan penegak hukum, khususnya di Indonesia.

Terlepas dari hal itu, faktor yang paling menunjang untuk dapat meminimalisir kasus pemakaian narkoba datang dari kesadaran individu dan/atau masyarakat itu sendiri terhadap pemahaman akan pentingnya kesehatan, baik lahir maupun batin. Perlu diketahui bersama bahwa efek yang ditimbulkan dari pengonsumsian obat-obatan terlarang ini sangat tidaklah baik, seperti gangguan daya ingat, tidak dapat berpikir dan bertindak rasional; gangguan persepsi, seperti menimbulkan halusinasi; gangguan motivasi seperti, malas dan kehilangan rasa semangat; serta gangguan mengenali diri sendiri. Tak hanya itu, penyalahgunaan narkoba juga dapat menimbulkan gangguan tidur, munculnya perasaan cemas dan panik yang berlebihan, depresi berat, hingga berrisiko bunuh diri.

Tak jarang zat adiktif ini turut memberikan dampak yang buruk di lingkungan sosial. Entah dalam lingkup keluarga maupun bermasyarakat. Seperti menimbulkan suasana yang tidak nyaman, memicu pertengkaran keluarga, dan emosi yang tidak bisa terkendali dengan baik. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kenakalan remaja dan penyelewengan sosial lainnya. Sedangkan dalam lingkup masyarakat sosial, obat ini secara tidak langsung dapat menciptakan pasar gelap antara bandar, pengedar, dan pengonsumsi, juga dapat meningkatkan kejahatan dan tindak kriminalitas serta menurunkan daya tahan sosial.

Dengan begitu, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) menetapkan tanggal 26 Juni sebagai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Dikutip dari semangatnews.com, sejarah dari penetapan Hari Anti Narkoba Internasional ini berdasar pada peristiwa yang terjadi di masa lalu, tepatnya pada tanggal 26 Juni 1988, yakni pengungkapan kasus perdagangan opium oleh Lin Zexu (1785-1851) di Humen, Guangdong, Tiongkok. Lin Zexu merupakan pejabat pada masa Kaisar Daoguang dari Dinasti Qing. Nama Lin Zexu terkenal karena perjuangannya menentang perdagangan opium yang terjadi di Tiongkok oleh bangsa-bangsa asing pada saat itu. Ia tidak bisa terus-terus melihat negaranya yang semakin terpuruk karena harta negara mengalir deras ke Inggris untuk membeli obat-obatan terlarang. Oleh sebab itu, Lin bertekad untuk menumpas obat-obatan terlarang tersebut.

Sementara itu, tujuan dari ditetapkannya Hari Anti Narkoba Internasional adalah untuk memperkuat aksi kerjasama global untuk bersama memberantas penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang yang kian meresahkan masyarakat. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran individu terkait pentingnya menjaga kesehatan, tidak hanya untuk diri sendiri, pun juga untuk orang lain, dalam artian turut memberhentikan oknum-oknum tak bertanggungjawab yang telah mengedarkan narkoba secara ilegal demi kesalarasan dalam berkehidupan yang lebih baik kedepannya.

 

Referensi:

Assiediqie, A. H. (11 Februari 2019). Pengaruh, Dampak dan Komplikasi Penyalahgunaan Napza. Diakses dari rsupsoeradji.id: https://rsupsoeradji.id/pengaruh-dampak-dan-komplikasi-penyalahgunaan-napza/

BNN, H. (7 Januari 2019). Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan. Diakses dari bnn.go.id: https://bnn.go.id/pengertian-narkoba-dan-bahaya-narkoba-bagi-kesehatan/

Hidayat, H. e. (23 Juni 2021). Sejarah HANI atau Hari Anti Narkoba Sedunia, Sikap Indonesia Melawan Narkoba. Diakses dari semangatnews.com: https://www.semangatnews.com/sejarah-hani-atau-hari-anti-narkoba-sedunia-sikap-indonesia-melawan-narkoba/

 

Penulis: Arbenaya Candra P, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat 2020

Editor:  Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *