Film – Home Sweet Loan adalah film komedi ringan yang menyuguhkan kisah unik tentang gaya hidup masyarakat urban melalui karakter utamanya, Kaluna. Film ini menyentuh tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu masalah finansial, keinginan untuk hidup layak, dan tekanan gaya hidup modern.
Kaluna, seorang wanita muda yang ambisius, berusaha keras untuk memiliki rumah impiannya di tengah kota. Namun, masalah yang dihadapinya sangatlah kompleks. Dari beban cicilan hingga biaya hidup tinggi, Kaluna berjuang menyeimbangkan antara gaya hidup mewah yang diidamkan dengan realitas keuangannya. Ia mencoba tampil sempurna di mata teman-temannya, meski secara finansial dia harus terus berutang.
Film ini menyindir kebiasaan masyarakat urban yang sering kali terjebak dalam lifestyle inflation—fenomena di mana semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi pula gaya hidupnya, hingga tak sebanding dengan kemampuan keuangannya. Kaluna mencerminkan generasi yang ingin terlihat sukses secara instan, bahkan jika harus mengorbankan kestabilan finansialnya. Film ini menggambarkan bagaimana tekanan sosial dapat mendorong seseorang mengambil keputusan finansial yang tidak bijak.
Meskipun mengangkat tema berat seperti utang dan gaya hidup konsumtif, Home Sweet Loan disampaikan dengan balutan komedi yang ringan dan menghibur. Komedi yang digunakan memberikan keseimbangan yang tepat, antara kritik sosial dan hiburan.
Akan tetapi, konflik yang disajikan pada film ini terkesan mudah ditebak dan kurang memiliki bobot emosional yang kuat. Beberapa pesan terkait permasalahan finansial terasa kurang mendalam. Meskipun sebagian momen dibalut dengan komedi, penyampaian yang seharusnya menjadi poin utama justru kurang tersampaikan dengan baik.
Terlepas dari hal tersebut, Home Sweet Loan merupakan sebuah kisah yang mengajak berpikir tentang pentingnya menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan yang realistis. Dengan pendekatan humoris, kisah ini berhasil menyoroti fenomena sosial yang relevan bagi generasi muda saat ini, terutama mereka yang hidup di kota besar dan terjebak dalam standar gaya hidup yang tinggi. Gaya hidup Kaluna dapat menjadi cermin bagi banyak orang yang berusaha tampil “sempurna” di tengah tekanan finansial.
Penulis: Rahma Alya Salsabila
Editor: Ayu Nisa’Usholihah



