Wujud Pengabdian Masyarakat, KKN Tematik Undip Gelar Kesenian Karawitan dan Kuda Lumping

Pertunjukan Kuda Lumping oleh mahasiswa Undip di Kampung Seni dan Budaya Jurang Belimbing, Sabtu (13/03). (Sumber: YouTube Undip TV Official)

Warta Utama – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Tim I KKN Tematik Undip 2021 menggelar kesenian karawitan dan kuda lumping bertajuk Nyambung Swara Nyambung Rasa  di Kampung Seni dan Budaya Jurang Belimbing, Semarang, Jawa Tengah, Jumat – Sabtu (12-13/03). Pagelaran ini bekerja sama dengan Paguyuban Karawitan Budhi Laras serta Paguyuban Kuda Lumping Turangga Tunggak Semi.

Banyak sambutan baik serta respon positif dari masyarakat terhadap acara ini. Terbukti dari ramainya partisipan aktif yang datang dari masyarakat, seperti anak-anak yang menjadi pemain pagelaran, pemain tari lilin. Mitra Ikatan Kawula Muda (IKADA) juga menggelar acara pelatihan bersama dan proses pembuatan Ecoprint dalam rangka mengoptimalkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Jurang Belimbing. Ketiga kegiatan tersebut didampingi dan dibimbing langsung oleh mahasiswa KKN Tematik yang bertugas di sana.

Tak hanya masyarakat, Rektor Undip, Yos Johan Utama juga menyambut baik kegiatan ini melalui sambutannya secara daring. Beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa KKN atas kontribusi nyata dalam memberdayakan budaya bangsa.

“Saya sangat bangga, Anda memberdayakan satu hal, kekuatan orisinil bangsa ini. Apa itu? budaya. Kekuatan budaya adalah sumber pemersatu bangsa Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kesenian, khususnya kuda lumping merupakan akar budaya Indonesia yang perlu dilestarikan.

Selain itu, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah juga turut memberikan apresiasi kapada mahasiswa KKN Tematik melalui sambutan beliau secara daring pula.

“Di masa pandemi yang harus berada di barisan paling depan adalah kaum intelektual. Kekayaan pemikiran dan luasnya pengetahuan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Apa gunanya ilmu dan kreatifitas yang kita punya apabila kita terasing dari sesama,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu, KH. Nur Salafuddin dan ditutup dengan inti acara yaitu pagelaran karawitan Budhi Laras pada pukul 19.30. Dilansir dari kkn.undip.ac.id (19/03), karawitan dahulunya merupakan produk keraton yang hanya dinikmati oleh lingkungan keraton saja. Akan tetapi, seiring dengan keterbukaan keraton dan palilah dalem, akhirnya kesenian ini dapat berbaur dengan masyarakat dan masih menjadi tradisi sebagai “Kampung Seni” pada Kampung Seni dan Budaya Jurang Belimbing, Tembalang, Semarang.

Kesenian ini merupakan perpaduan dari perangkat gamelan, seperti: gembang, kecer, gong, dan kendang. Satu kalimat yang dilantunkan dengan nada sinden secara berulang-berulang pada karawitan ini yaitu manunggal gayub rukun dadi siji yang artinya masyarakat harus rukun antara satu dengan lainnya. Terakhir, karawitan ini ditutup dengan pesan Negeri Indonesia ingkang iseh nandhang pandemi Covid-19, mugi ati kulo panjenengan dipun toto, lan Indonesia dados negeri kang ayem tentrem lan gemah ripah yang kurang lebih maknanya adalah mendoakan masyarakat Indonesia agar diberikan hati yang tentram dalam menghadapi pandemi ini, serta harapan agar Indonesia menjadi negara yang tenang dan tenteram.

Esoknya (13/03), acara dilanjutkan dengan pertunjukan Kuda Lumping yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Tematik Undip bersama Paguyuban Turangga Tunggak Semi (TTS). Alur cerita ditulis oleh mahasiswa KKN Tematik dengan tema “Kiprahan Kuda Lumping dalam Lakon Singa Barong Lena”.

Di sini menceritakan kisah pertempuran antara Prabu Klana Swandana dengan Singa Barong. Hal ini bermula saat Prabu Klana Swandana dan Dewi Sanggalangit sedang dalam perjalanan menuju hutan untuk berburu. Ketika mereka berdua serta para abdi yang mengawal beristirahat, tiba-tiba datang serangan dari Singo Barong. Singkat cerita, akhirnya Dewi Singgolangit diculik oleh para Prajurit Singo Barong. Sebelum puncak acara diadakan, latihan rutin diselenggarakan satu minggu sekali sejak 14 Februari 2021 oleh tim KKN dan Paguyuban TTS, dikutip dari website KKN Undip.

 

Reporter: Diana Putri

Penulis: Diana Putri

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top