“Warrior in the Mirror” Antarkan Tim PKM-PSH Undip Menuju PIMNAS

Adverse Childhood Experiences, pengalaman kelam masa kecil picu dampak yang lebih besar saat dewasa. (Sumber: Annie Otzen/Getty Images)

Warta Utama–– Keluarga ibarat rumah yang hangat. Namun untuk sebagian orang, keluarga justru menjadi sumber kesedihan, luka, dan trauma. Pengalaman masa kecil kelam tersebut disebut dengan Adverse Childhood Experiences (ACE). Penelitian Tim PKM-PSH yang diketuai oleh Thalia Tresnaning Prana ini berusaha memanfaatkan intervensi berbasis forgiveness bagi mahasiswa ACE yang diberi nama “Warrior in the Mirror”. Penelitian ini mengantarkan Tim Thalia menuju PIMNAS 2020 mendatang.

Menurut WHO, Adverse Childhood Experiencess merujuk pada stress yang paling intensif dan sering terjadi, yang mungkin diderita anak-anak pada periode awal kehidupan. Pengalaman tersebut bisa dari pelecehan dan pengabaian baik secara fisik, emosional, dan seksual yang tentunya berdampak hingga tumbuh dewasa. “Misalnya pernah mengalami kekerasan emosional, kekerasan fisik, kemudian pernah menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, atau mempunyai keluarga yang salah satunya itu mental illness, dan lain-lain,” jelas Thalia saat dihubungi awak Manunggal, Jum’at (6/11).

Warrior in the Mirror, adalah intervensi pemaafan yang telah dimodifikasi oleh tim ini. Berbeda dengan intervensi pada umumnya, ini tidak menggali masa lalu, melainkan menghadap atau merefleksikan diri ke cermin sebagai pejuang yang berusaha agar tidak larut dalam masa lalunya yang sulit. “Warrior ini dimaksudkan sebagai orang-orang, –maksudnya yang terlibat dalam penelitian– ini adalah pejuang. Karena mereka berani untuk mengingat masa lalunya dan berani untuk memaafkan,” papar Thalia.

Thalia mengaku tidak menyangka jika timnya akan lolos dari tahap awal hingga PIMNAS. Proses yang tidak seperti biasanya menuntut tim untuk beradaptasi. Metode yang tadinya percobaan dengan mengambil sampel pun harus diubah menjadi narrative review. “Karena memang harus menyesuaikan judul, jadi banyak banget diskusi dan pertimbangannya,” tambahnya.

Tim yang beranggotakan tiga orang yaitu Thalia Tresnaning Prana, Anindhita Parasdyapawitra, dan Jamilatu Istiyah saat ini sedang menyiapkan berkas-berkas untuk PIMNAS mendatang. “Kalau saat ini kita sebenarnya lagi nyiapin berkas administrasi yang harus dipenuhi untuk pelaksanaan pimnas. Terus juga lagi nyiapin desain poster dan PPT, sama ngelengkapin sintesis di narrative review,” tutup Thalia.

Reporter: Winda N

Penulis: Winda N

Editor: Alfiansyah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top