VocaStart 2025: Langkah Baru nan Meriah Mahasiswa Baru SV

Farhan sebagai bintang tamu VocaStart Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) pada Jumat (19/8) di Muladi Dome, Undip. (Sumber: Manunggal)

Warta Utama – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan serangkaian acara penyambutan bagi para mahasiswa baru (maba) yang diberi nama Voca Start pada Selasa (19/8) di Muladi Dome, Undip. Acara ini dihadiri oleh seluruh maba SV dari berbagai program studi (prodi).

Pelaksanaan Kegiatan Voca Start dimulai setelah agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pukul 13.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Acara ini merupakan puncak serangkaian acara orientasi mahasiswa baru. Voca Start dibuka dengan menampilkan video pembukaan sekaligus drama.

Pengenalan Mas dan Mbak SV serta parade dan orasi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) mengawali rangkaian acara Voca Start. Disertai dengan banyaknya acara seperti penampilan dance dan drama turut menghiasi ramainya acara Voca Start sebagai langkah awal mahasiswa baru menduduki kursi universitas.

Algio Munanda Heriadi  selaku ketua Voca Start 2025 mengungkapkan bahwa Voca Start mengusung tema “Differents Roots, One Future”. Alasan di  balik pemilihan tema ini adalah untuk menilik keberagaman maba dalam membawa kekuatan tersendiri dengan melahirkan perspektif yang luas dan inovatif. Keberagaman akhirnya disatukan oleh arah tujuan yang sama bagi masa depan yang sinergis.

“Maba berasal dari akar yang berbeda-beda, jadi perbedaan akarnya ini akan disatukan di SV dengan one feature atau satu goals yang sama walaupun ada dua rumpun yang berbeda,” ujarnya saat diwawancarai oleh Awak Manunggal pada Kamis (21/8). 

Voca Start hadir dengan terobosan baru yang memperkaya ragam acara ini. VocaTalk sebagai bagian dari rangkaian acara Voca Start mengundang Farhan, seorang educational content creator yang banyak menginspirasi generasi muda, sehingga kegiatan Voca Start menjadi lebih menarik dan berkesan bagi mahasiswa baru.

Selain itu, penampilan drama turut menjadi sorotan bagi mahasiswa baru. Menurut Lioneal Dennis Iswanto, salah satu mahasiswa baru Prodi Bahasa Asing Terapan, Voca Start tidak hanya menampilkan drama musikal biasa, tetapi juga ada pesan penting dibalik drama itu.

“Pesan yang bisa aku ambil dari drama itu Vokasi bukan cuma Diploma biasa, tapi juga setara dengan Sarjana dan bisa membuat lapangan kerja sendiri,” lanjut Lioneal.

“Ini menurut saya di luar ekspektasi, karena sebagus itu. Ekspektasi saya nggak jauh (red, beda) dari tahun lalu ya. Tapi, kalau melihat dari tahun ini kayaknya lebih baik dibanding tahun lalu,” ujar Muhammad Radit Irwansyah, salah satu mahasiswa baru Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.

“Makin siap untuk kuliah karena kan dididik dulu karakter-karakternya, dilatih bangun pagi. Jadi, kita di sini juga udah ketemu temen, udah tau, oh, dunia perkuliahan kayak gini,” ujar Sakina Alya, salah satu mahasiswa baru Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur.

Penyatuan PKKMB dan Voca Start ini menjadi novelty sekaligus keunikan dari serangkaian acara penerimaan mahasiswa baru di SV Undip. Hal ini juga menjadi sebuah inovasi yang menghiasi serangkaian orientasi mahasiswa baru SV. Penyatuan kegiatan PKKMB dan Voca Start ini dipilih untuk mengefisiensikan waktu. 

“Sebenarnya karena kemarin diliburkan juga tanggal 18, itu buat efisiensi hari sebenarnya buat Pendikar dan keberjalanan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) itu cuma sampai hari Minggu,” ujar Raymonda Nyerupa, selaku Steering Committee pada kegiatan Voca Start saat diwawancarai oleh Awak Manunggal pada Selasa (19/8).

Selaras dengan keberjalanan acara, Voca Start menerapkan sistem koordinasi weekly reporting untuk internal dan turut bekerja sama satu sama lain. Hal ini guna mempermudah alur koordinasi dan menentukan langkah lanjut. Algio menjelaskan bahwa interaksi antar anggota dan keakraban menjadi langkah utama dalam mendukung keberhasilan acara Voca Start.

Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh panitia Voca Start 2025, baik dari eksternal maupun internal. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah adanya perbedaan karakter antara panitia yang berasal dari bidang studi Sains dan Teknologi (Saintek) dan Sosial Humaniora (Soshum).  

Puti Salma Banu Arrya, selaku Wakil Ketua Voca Start 2025 mengatakan bahwa, “Tantangan yang paling kita rasakan itu karena perbedaan tadi. Kita ada saintek dan soshum. Dari awal saintek dan soshum ini saja memiliki karakter yang berbeda. Jadi, kita susahnya itu adalah gimana caranya kita bisa menyatukan dua karakter prodi yang berbeda ini.” Namun, tantangan tersebut justru menginspirasi panitia untuk menggunakan perbedaan ini sebagai tema acara Voca Start 2025.

Selain Voca Start dan Upacara PKKMB, terdapat pula beberapa rangkaian yang menghiasi acara orientasi mahasiswa baru SV, yakni kegiatan Pendidikan Karakter (Pendikar) yang dilaksanakan selama 3 hari sejak Rabu (20/8) hingga Jumat (22/8). Kegiatan ini dilaksanakan pada masing-masing prodi dengan serangkaian acara yang serupa pada tiap-tiap prodinya. 

Seluruh rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru ini ditujukan untuk mengenalkan mahasiswa baru di sekolah vokasi terhadap lingkungan akademik, seperti penggunaan Single Sign-On (SSO), fitur halodekan, pencegahan kekerasan, dll. Melalui serangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru mulai dari PKKMB, Voca Start, dan Pendikar dapat membuat mahasiswa baru semakin siap menghadapi dinamika perkuliahan.  

Penetapan rangkaian kegiatan Pendikar di SV Undip tidak semata-mata dipilih tanpa berlandaskan alasan yang jelas. Seluruh kegiatan yang ada telah disesuaikan dengan tujuan-tujuan instruksional yang dilandaskan pada nilai-nilai Undip, yakni jujur, adil, berani, dan peduli. 

Menariknya, penerapan nilai-nilai Undip direpresentasikan secara implisit melalui berbagai game menarik, seperti Bekal Sang Diponegoro yang merepresentasikan nilai keadilan dan kejujuran, Satu Tarikan Seribu Makna yang merepresentasikan kepedulian dan keberanian, serta Tantangan Diponegoro yang merepresentasikan kedisiplinan dan integritas. 

Tidak hanya peduli terhadap diri sendiri dan orang lain, mahasiswa baru di SV Undip diajarkan untuk peduli terhadap lingkungannya yang dilakukan dengan kegiatan penanaman tanaman hidup di lingkungan kampus SV Undip dalam kegiatan Warna-Warni Lingkunganku. 

Tiap-tiap kelompok diwajibkan untuk membawa satu tanaman hidup yang kemudian akan ditanam di lingkungan kampus. Kemudian, mahasiswa baru diharuskan untuk membuat komitmen bersama kelompoknya untuk menjaga tanaman tersebut hingga lulus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru juga dituntut untuk berani membela dan berkomitmen untuk menjaga lingkungannya. 

Nessa Mediyanti Suprapto selaku Ketua PKKMB dan Pendikar mewakili segenap panitia berharap supaya kegiatan ini dapat memberikan manfaat sekaligus mendukung mahasiswa baru untuk mampu merepresentasikan nilai-nilai Undip. 

“Semoga dengan adanya PKKMB dan Pendikar ini bisa menjadi mahasiswa yang berkarakter, bisa menciptakan nilai-nilai kediponegoroan seperti nilai jujur, adil, berani, dan peduli. Semoga saja dengan hal-hal kecil yang kita pelajari dari games kecil itu bisa diterapkan oleh mahasiswa baru,” ujarnya ketika diwawancarai oleh Awak Manunggal pada Kamis (21/8). 

Berbekal adanya serangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru SV, diharapkan mampu memberikan semangat dalam menjalankan dunia perkuliahan. Selain itu, nilai-nilai yang disampaikan dapat menjadi langkah awal dalam beradaptasi, berkembang, dan bereksplorasi bagi mahasiswa baru di jenjang pendidikan tinggi.

Reporter: Dhiyaa Jauzaa Az Zahra, Siti Suhayati, Lindu Aji Santoso, Fakhira Nur Afifa, Dhini Khairunnisa

Penulis: Dhiyaa Jauzaa Az Zahra, Dhini Khairunnisa, Fakhira Nur Afifa, Lindu Aji Santoso

Editor: Nurjannah, Nuzulul Magfiroh

Scroll to Top