
Citizen Journalism— Pandemi Covid-19 menyebabkan sebagian besar kegiatan kemahasiswaan terhenti, baik kegiatan akademik maupun nonakademik. Di saat banyak mahasiswa yang pulang kampung demi berkumpul bersama keluarga, UKM Pramuka dan Wapeala (Pecinta Alam) tetap tinggal di Semarang. Kedua organisasi mahasiswa (Ormawa) ini mempunyai suatu misi kemanusiaan di tengah melandanya pandemi.
UKM Pramuka dan tersebut berkolaborasi untuk menjadikan PKM Joglo Pleburan, yang selama ini kerap tak terlirik oleh mahasiswa lain, sebagai dapur umum bantuan COVID-19. Aksi ini semula dimotori oleh anggota Wapeala yang kemudian mengajak anggota Pramuka untuk bergabung. Hingga pada akhirnya, PKM Joglo yang kecil mereka sulap menjadi tempat memasak hidangan buka puasa.
Hidangan ini kemudian dibagikan kepada orang-orang di sekitar Pleburan yang masih harus bekerja di luar rumah. Dalam pelaksanannya kedua ormawa tersebut mempersiapkannya sendiri. Mulai dari membeli bahan, memasak, sampai membagikan makanan kepada yang membutuhkan.

Kolaborasi itu yang terdiri dari 10 personel tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan bulan Ramadan lalu. Aksi tersebut dilaksanakan setiap dua hari sekali dan sudah berjalan sebanyak dua puluh kali. Setiap memasak, mereka mampu menyediakan 50-100 porsi makanan atau minuman yang siap dibagikan. Menu yang mereka buat pun bervariasi, bisa menu sayur atau menu makanan kering.
Sumber dana dari aksi ini awalnya mereka dapatkan dari alumni. Kemudian mereka berlanjut dengan membuka donasi yang ditujukan ke masyarakat luas. Sambutan baik datang dari masyarakat yang berdonasi sehingga uang yang dipergunakan dapat bermanfaat sebagaimana mestinya, untuk membantu tersedianya makanan bagi yang membutuhkan.
Mereka akan tetap membuka donasi bagi siapa pun yang akan turut andil dalam aksi ini. Ilyas, salah satu anggota Wapeala berkata, “kegiatan ini akan terus berlangsung hingga kondisi pandemi berakhir,” ujarnya.
Kedepannya selagi ada donasi, mereka akan tetap melakukan aksi kemanusiaan ini. Mereka juga bersyukur bahwa ilmu dan keahlian yang selama ini mereka dapatkan saat mengikuti organisasi dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat luas, apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini.
Penulis: Novi Berlianti Windra Pratama (Fakultas Ilmu Budaya – Kontributor)
Editor: Winda N, Alfiansyah



