
Belum cukup terpuaskan dengan gedung Training Center I, Undip kembali membangun pundi-pundi baru guna meningkatkan profit yang bisa digunakan untuk dana operasional. Itulah salah satu kelebihan kampus yang memiliki status PTN-BH, di mana mereka bisa mengelola dana secara mandiri. Begitu pun Undip yang menjadikan gedung Training Center II sebagai pundi-pundi anyar.
Ketika ditemui oleh Joglo Pos, Kamis (8/10) di gedung Training Center I, Koordinator Sekretariat Badan Pengelola gedung Training Center (BP-TC) Muhadi, dengan semangat menceritakan, gedung Training Center ini dalam proses pendiriannya sudah dimulai sejak 2003. Pada awal 2012, BP-TC secara sah berdiri dengan turunnya SK Rektor No.214/SK/UN7/2012. Tujuan didirikannya BP-TC adalah sebagai jembatan penghubung untuk saling berinteraksi antara kalangan profesional dengan dunia pendidikan.
“Untuk sementara ini, kegiatan di gedung Training Center I masih berfokus pada bidang teknik mesin dan fisika medik. Produk yang ditawarkan bidang teknik mesin yaitu jasa pelatihan, jasa konsultasi teknis, jasa pengujian. Sedangkan untuk bidang fisika medik masih sama, hanya saja ada tambahan, yakni riset,” ujarnya.
Lebih lanjut Muhadi mengatakan, gedung Training Center I dalam pelaksanaan kegiatannya selama empat tahun terbilang baik. “Kegiatan kami (BP-TC) sejauh ini masih banyak pelatihan-pelatihan maupun kunjungan. Kami menerima kerja sama dengan pihak luar, seperti BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) dan PT. Pertamina,” ujar Muhadi menambahkan.



